Keyakizaka46, Idol group with an aesthetic of discomfort.
Lumrah nya grup idol J-Pop hadir dengan lagu penuh semangat, muka full senyum serta penampilan panggung yang energik dan nggemesi. Pesona…

Keyakizaka46, Idol group with an aesthetic of discomfort.
Lumrah nya grup idol J-Pop hadir dengan lagu penuh semangat, muka full senyum serta penampilan panggung yang energik dan nggemesi. Pesona sebuah idol group yang menjadi daya tarik bagi fans adalah ketidaksempurnaan pada kemunculan awal mereka. Pengalaman melihat proses “penyempurnaan” member generasi pertama secara umum dan proses trainee sampai menjadi member utama secara khusus adalah pengalaman jangka panjang yang menyenangkan. Tidak hanya itu, melihat para member bekerja keras untuk memberikan performa yang luar biasa di atas panggung itu menyenangkan.
Tahun 2015 ada fenomena J-pop idol bernama Keyakizaka46, sebuah idol group yang menciptakan daya tarik baru lewat lirik lagu mereka membahas tentang silent majority, tentang menjadi kambing hitam dalam masyarakat, eksistensi Tuhan dalam kehidupan, sampai pelecehan seksual di dalam kereta; hal-hal yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan. Keyakizaka46 memiliki pesona grup idola jepang dengan tambahan estetika ketidaknyamanan pada lagu mereka.
Keyakizaka46 (欅坂46) adalah grup saudari pertama dari Nogizaka46, dan grup kedua dari Serial Sakamichi — waralaba grup idola Jepang yang merupakan rival AKB48. Nama grup berasal dari Jalan Keyakizaka di Roppongi Hills, Minato, Tokyo. Nama grup ini awalnya adalah Toriizaka46 (鳥居坂46), tetapi nama tersebut diubah saat anggota Generasi Pertama diumumkan pada 21 Agustus 2015. Grup ini diprakarsai oleh pencipta 48 Group, Aki-p (Yasushi Akimoto), dan menawarkan konsep yang berbeda sejak peluncuran single pertama mereka.
dareka no ato
tsuite yukeba
kizutsukanai kedo
sono mure ga
soui da to
hitomatome ni sareru
kimi wa kimi rashiku ikite yuku jiyuu ga arunda
otonatachi ni shihaisareru na
hajime kara sou akiramete shimattara
bokura wa nan no tame ni umareta no ka?
yume wo miru koto wa toki ni wa kodoku ni mo naru yo
dare mo inai michi wo susumunda
kono sekai wa murete ite mo hajimaranai
Yes de ii no ka?
SAIREN MAJORITII
( If you’re just following someone
You won’t get hurt, but
That crowd is just one mind
You’ll be made one of them
You have the freedom to be the way you are
Don’t be controlled by adults
If people give up like that from the start
Then why were we even born in the first place
Having dreams means at times you’ll be faced with loneliness
You have to walk an empty path
You won’t get there even if the world is all the same
Are you really okay with Yes
Silent Majority )
Silent Majority — Keyakizaka46
Lagu pertama Keyakizaka46 adalah Silent Majority. Keyakizaka46 menjadi voice of the voiceless melalui single pertama ini. Alih-alih mengusung tema tentang indahnya masa remaja kepada audiens yang yang lebih tua, Aki-p sebagai produser grup ini mengarahkan grup untuk membawa tema-tema permasalahan remaja untuk audiens remaja itu sendiri. Penggunaan kata “kamu” yang banyak pada single pertama yang dinyanyikan oleh anak-anak yang mayoritas sedang puber ini seolah berbicara langsung kepada para pendengar yang masih seumuran, seolah-olah berbicara langsung pada mereka.
Lagu-lagu yang dibawakan Keyakizaka46 banyak bertema dorongan untuk menjadi diri sendiri dan tidak mengacuhkan apa kata orang dewasa. Lirik mereka juga menyinggung realitas sosial dengan cara bercerita tentang kelompok masyarakat yang tidak mau menyampaikan opininya, masyarakat yang tunduk dan patuh pada kekuasaan lebih tinggi entah sampai kapan. Secara visual, Keyakizaka46 memperlihatkan member yang tidak tersenyum, selayaknya idol group lain, dalam video musik mereka. Koreografi mereka yang energik dan tersinkronisasi juga digunakan sebagai sarana penyampaian pesan untuk tidak menjadi kelompok mayoritas yang diam. Pesan tersebut tersirat dalam gerakan mereka yang mengepalkan tangan kiri ke atas, sebuah simbol perlawanan yang lebih lazim kita temui dalam aksi demonstrasi alih-alih koreografi grup idola remaja.
Mayoritas lagu pada album pertama mereka, 真っ白なものは汚したくなる (Masshiro na mono wa yogoshitaku naru), dan beberapa single setelahnya tidak sekeras Silent Majority. Banyak lagu-lagu a la 48Group dengan tema cinta remaja juga hadir. Namun, pada single keempat yang berjudul Fukyouwaon aura voice of the voiceless yang dibawa oleh Keyakizaka46 kembali muncul.
boku wa Yes to iwanai
kubi wo tate ni furanai
mawari no dare mo ga unazuita to shite mo
boku wa Yes to iwanai
zettai chinmoku shinai
saigo no saigo made teikou shitsudzukeru
sakebi wo oshikorosu (Oh! Oh! Oh!)
mienai kabe ga dekiteta (Oh! Oh!)
koko de douchou shinakya uragirimono ka
nakama kara mo utareru to omowanakatta
Oh! Oh!
I refuse to say yes
I refuse to nod my head
Even if everyone around me is agreeing
I refuse to say yes
I absolutely won’t stay silent
I’ll keep on resisting to the bitter end
My shout is smothered (Oh! Oh! Oh!)
An invisible wall has been put up (Oh! Oh!)
Am I branded a traitor for disagreeing here?
I never thought that even my friends would attack me
Oh! Oh!
Fukyowaon — Keyakizaka46
Sedari awal, lirik lagu mereka berisi perlawanan atas kepatuhan terhadap orang dewasa, lagu dengan koreo yang sangat bersemangat ini memberikan pesan tentang berpendirian teguh kepada apa yang kamu percayai. Fukyouwaon juga ditemani dengan lagu pendamping berjudul Eccentric. Tidak jauh berbeda dengan lagu utamanya, pada lagu ini tema yang dibawakan juga tema-tema penyemangat dan perlawanan masa remaja, untuk berpegang teguh pada moralitas pribadi alih-alih apa yang ditanamkan oleh orang dewasa.
Lagu lagu mereka tentang perlawanan ini memberikan estetika ketidaknyamanan karena memang itu kenyataannya menjadi remaja. Mereka adalah remaja yang menggunakan lagu mereka untuk kepentingan remaja, mereka pemuda yang berani berselisih pendapat dengan pendapat orang dewasa yang konformis.
Mungkin hal paling ekstrim yang bisa mengenai Keyakizaka adalah ketika mereka hadir dengan musik J-pop Idol menghadirkan Getsuyoubi no asa, Skirt wo kirareta lagu tentang seorang remaja perempuan yang roknya disobek di sebuah kereta dan berimbas pada kesehariannya yang penuh stres karena omongan orang dewasa. Penggambaran gamblang mengenai apa yang dialami oleh remaja perempuan ini jelas membangkitkan rasa tidak nyaman ketika kita mendengarkannya. Akan tetapi, it is what it is dan hanya Keyakizaka46 yang berani untuk menunjukkan pengalaman menjadi remaja perempuan dalam masyarakat yang cenderung abai dalam hal keselamatan perempuan.
hankou shitai hodo
atsui mono mo naku
ukeirete shimau hodo
juujun demo naku
ato nannen darou
koko kara deru ni wa…
otona ni naru tame
uso ni narero!
getsuyoubi no asa, SUKAATO wo kirareta
tsuugaku densha no dareka ni yararetandarou
doko ka no kurayami de SUTORESU tamekonde
usabarashi ka
watashi wa himei nanka agenai
I’m not passionate enough
To want to rebel
But not obedient enough
To accept everything
Just how many more years
Until I can finally get out of here…
In order to become an adult
You gotta get used to lying!
On Monday morning, my skirt got cut up
Someone on the train to school must have done it
Somewhere in the darkness the stress had been building
Were they just using me?
I find that I can’t even scream
Getsuyoubi no asa, Skirt wo kirareta — Keyakizaka46
Ketidaknyamanan lain juga hadir dalam lagu Otona wa Shinjitekurenai, lagu yang bercerita tentang rasa kesendirian yang kadang orang dewasa sendiri sulit untuk percaya. Cara untuk melupakan rasa kesendirian yang menyiksa di lagu tersebut adalah dengan cara melukai diri sendiri, karena rasa sakit fisik dianggap mampu membantu melupakan rasa kesendirian. Self-harm yang digambarkan dalam lagu tersebut semakin menunjukkan bagaimana Keyakizaka46 dapat membawa realita kehidupan remaja yang tidak selamanya berisi cinta monyet dan indahnya persahabatan. Ketidaknyamanan hadir kembali tidak hanya sebagai konsep di balik lagu dan koreografi, namun juga sebagai emosi yang hadir dalam diri pendengar kala mendengarkan lagu-lagu mereka.
otona wa wakatte kurenai
mune ga kurushii koto sae…
sou sa jibun ga kodomo no koro wo wasurete irunda
The past. Memories are fading fast you’re losing control
Oh, don’t give up just tell me now, oh
moshi itami ga kienai nara
[jibun jishin kizutsukete
motto tsuyoi itami de wasurete shimaou ka
yasashisa ni fureru dake de
makkana chi ga nijinde kuru
boku ga boku ga inaku nattatte…
dare ni mo.
Adults won’t understand me
My heart feels nothing but pain…
That’s right, I’m forgetting what it was like to be a child
The past. Memories are fading fast you’re losing control
Oh, don’t give up just tell me now, oh
If this hurt doesn’t disappear
I just might hurt myself
Maybe a stronger pain will help me to forget about it
Merely being touched by kindness
Causes crimson blood to well up
Even if, even if I ceased to exist…
(no one would…)
Otona wa Shinjitekurenai — Keyakizaka46
Estetika ketidaknyamanan pertama kali ditulis oleh Frederick Luis Aldama and Herbert Lindenberger. Estetika ketidaknyamanan mengacu pada seni atau desain yang membangkitkan perasaan tidak nyaman. Estetika ketidaknyamanan dapat dicapai melalui berbagai teknik, seperti menggunakan elemen yang tidak biasa atau tidak terduga, menciptakan rasa tegang atau tidak nyaman, atau mengaburkan batas antara yang biasa dan yang asing. Tujuan estetika ini seringkali untuk menantang prasangka masyarakat atau mempertanyakan reaksi dalam diri ketika menikmati. Teknik lain yang dapat digunakan adalah penggunaan citra yang mengganggu, tema yang aneh atau meresahkan, atau rasa tidak nyaman atau takut. Estetika ketidaknyamanan sering digunakan untuk menjelajahi subjek gelap atau tabu atau untuk menantang prasangka dan keyakinan pemirsa. Beberapa contoh karya yang menggunakan estetika ketidaknyamanan antara lain genre horror, film tertentu, dan beberapa seni rupa kontemporer.
Estetika ketidaknyamanan mencerminkan kompleksitas alam manusia dan keberagaman pengalaman yang ada di dalamnya. Sama seperti ketika kita menjelajahi alam liar, di dunia seni kita juga dapat menemukan elemen-elemen yang menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi pada saat yang sama dapat menginspirasi dan mengubah cara kita memahami dunia. Konsep estetika ketidaknyamanan, seperti yang diusulkan oleh Frederick Luis Aldama dan Herbert Lindenberger, melibatkan upaya seniman untuk menciptakan karya seni yang membangun hubungan khusus dengan penontonnya. Melalui penggunaan perangkat yang disengaja, seniman menciptakan objek yang menghadirkan persepsi, pemikiran, dan perasaan baru bagi penontonnya. Dalam proses ini, makna baru juga dapat muncul, mengajak kita untuk mempertanyakan dan mengeksplorasi batasan-batasan yang ada dalam pemahaman kita tentang seni.
Dalam konteks ini, seni yang tidak nyaman berfungsi sebagai sarana untuk merangsang emosi dan refleksi yang lebih dalam. Sebagai contoh, karya seni yang mengeksplorasi tema-tema yang tabu atau kontroversial dapat memicu ketidaknyamanan pada penontonnya. Namun, melalui pengalaman tersebut, penonton dihadapkan pada perspektif yang mungkin sebelumnya tidak mereka pertimbangkan. Dalam hal ini, estetika ketidaknyamanan dapat memainkan peran penting dalam memperluas pemahaman kita tentang dunia dan memicu perubahan sosial dan budaya yang lebih luas. Dengan menghadirkan pengalaman yang tidak nyaman, seniman mendorong kita untuk memeriksa keyakinan, nilai, dan prasangka kita sendiri, dan dengan demikian membangun jembatan antara realitas yang dikenal dan yang belum kita pahami sepenuhnya.
Keyakizaka46 menyampaikan aesthetics of discomfort dengan baik. Rasa depresi dan kecemasan tidak dijual murah oleh Keyakizaka46, alih-alih menjadikan sebagai sebuah bahan reflektif atau sekadar “pesan sosial” dalam lagu, Keyakizaka46 menampilkan hal tersebut secara apa adanya. Realitas pengalaman remaja yang tidak selalu nyaman. Memahami masalah remaja memang tidak mudah karena akan berujung pada nasehat orang dewasa yang membosankan yang selalu berawalan “jamanku dulu…” tapi makna paling dalam dari pengalaman menjadi remaja adalah perlawanan dan proses menjadi orang dewasa.
Kini Keyakizaka46 telah berganti nama menjadi Sakurazaka46. Pergantian nama tersebut juga membawa perubahan tema dan nuansa, kini mereka membawa tema-tema yang lebih umum dibawakan oleh idol group Jepang lainnya. Mungkin kita tidak akan menemukan idol group Jepang seperti Keyakizaka46 yang dengan berani menyorot realitas pengalaman remaja dengan segala kepedihannya melalui estetika ketidaknyamanan yang mereka usung, juga dengan semangat perlawanan yang mereka bawa. Keyakizaka46, Idol group yang membahas kedalaman masalah remaja dengan estetika ketidaknyamanan merupakan suatu hal yang jarang, dan mungkin kita tidak akan menemukan grup serupa di masa yang akan datang.
akifuyu de satte iku
issho ni sugoshita kisetsu yo
koukai wa shitenai ka?
A farewell in the fall and winter
The seasons we spent together,
do you not regret them?
Futari Saison — Keyakizaka46
메타데이터
- post_id
- b7e9a72bc602
- slug
- keyakizaka46-idol-group-with-an-aesthetic-of-discomfort-b7e9a72bc602
- url
- https://medium.com/@antoniusharya/keyakizaka46-idol-group-with-an-aesthetic-of-discomfort-b7e9a72bc602
- canonical_url
- https://medium.com/@antoniusharya/keyakizaka46-idol-group-with-an-aesthetic-of-discomfort-b7e9a72bc602
- author_url
- https://medium.com/@antoniusharya
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 13:13:48