← Back to list

Jika Aku Punya Anak Lelaki …

Chapter #7 — Menulis Satu Halaman, 11 Agustus 2025.

Riza Putranto · 2025-08-11 09:43 · 182 claps · 1.8 min read
#self-improvement #bahasa-indonesia #indonesia #lelaki #surat
Open on Medium ↗
Wiki topics: PSY · Psychology 🚀 · Self Improvement

Jika Aku Punya Anak Lelaki …

Chapter #7 — Menulis Satu Halaman, 11 Agustus 2025.

Source: Na Inho / Unsplash.

Source: Na Inho / Unsplash.

Nak,

Kalau suatu hari kamu membaca ini, mungkin kamu sudah cukup besar untuk tahu bahwa jadi laki-laki itu bukan cuma soal otot atau suara yang berat.

Dunia akan mencoba memberi tahu kamu apa artinya “jadi lelaki sejati” — keras, kuat, tidak pernah menangis, selalu memimpin. Tapi Ayah ingin kamu tahu, tidak ada definisi tunggal tentang jadi lelaki. Kamu berhak membuat versimu sendiri.

Kamu akan tumbuh di dunia yang sering salah kaprah tentang maskulinitas.

Ada yang bilang, laki-laki itu tidak boleh menunjukkan perasaan, padahal keberanian terbesar justru ada pada orang yang mau mengakui rasa takut dan kesedihannya. Menangis tidak membuatmu lemah, dan menahan air mata tidak otomatis membuatmu kuat. Yang membuatmu kuat adalah saat kamu bisa jujur pada dirimu sendiri dan tetap berjalan meski hatimu berat.

Akan ada orang yang menilai keberhasilanmu dari pekerjaan, gaji, atau seberapa cepat kamu “sukses”.

Tapi sukses itu luas, Nak. Kadang sukses adalah bisa tidur nyenyak karena kamu hidup dengan cara yang kamu banggakan. Kadang sukses adalah berani meninggalkan sesuatu yang semua orang bilang “bagus” tapi ternyata tidak membuatmu bahagia.

Di perjalanan hidup, kamu mungkin akan merasa tertekan untuk selalu “jadi yang terdepan” atau “tidak pernah kalah”.

Ayah ingin kamu tahu, kalah bukan aib. Kalah itu bagian dari belajar. Tapi jangan pernah biarkan kekalahan membuatmu berhenti mencoba.

Tentang cinta, kamu akan diajarkan untuk “mengejar” atau “memiliki” perempuan, seolah-olah perempuan itu hadiah yang bisa dimenangkan.

Itu salah. Cinta bukan soal memiliki, tapi soal menghargai. Belajarlah menjadi laki-laki yang bisa membuat perempuan merasa aman — aman secara fisik, emosional, dan mental. Dan ingat, consent bukan sekadar kata “ya” atau “tidak”, tapi rasa nyaman yang tulus.

Kamu juga akan menghadapi orang-orang yang bilang, “Laki-laki itu harus bisa sendiri.”

Ya, kemandirian itu penting, tapi ingatlah: meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kamu cukup dewasa untuk tahu batas dirimu. Bangunlah hubungan yang sehat dengan teman-teman, saudara, dan pasanganmu.

Nak, gunakan kekuatanmu bukan untuk menindas, tapi untuk melindungi.

Gunakan suaramu bukan untuk mendominasi, tapi untuk mendengar. Dan gunakan hatimu bukan untuk menahan semua beban sendirian, tapi untuk membagikannya pada orang-orang yang mencintaimu.

Kalau suatu hari Ayah tidak ada di sini lagi, ingat ini: dunia akan mencoba memberitahumu seperti apa kamu “seharusnya” menjadi lelaki. Kamu boleh dengar, tapi tidak perlu percaya semuanya. Jadilah lelaki yang kamu banggakan — yang menghargai dirinya, menghormati orang lain, dan tidak takut menunjukkan hati yang utuh.

Kamu tidak harus jadi lelaki terbaik di mata semua orang. Cukup jadi lelaki terbaik di versimu sendiri. Dan itu… sudah lebih dari cukup.

fin.-


메타데이터
post_id
b824a76a396b
slug
jika-aku-punya-anak-lelaki-b824a76a396b
url
https://medium.com/@rizaputranto/jika-aku-punya-anak-lelaki-b824a76a396b
canonical_url
https://medium.com/@rizaputranto/jika-aku-punya-anak-lelaki-b824a76a396b
author_url
https://medium.com/@rizaputranto
status
ok
fetched_at
2026-06-26 06:47:43