← Back to list

Panggilan yang Sering Kulewatkan

Ada satu nomor yang hampir selalu muncul di layar ponselku.

tempat.cerita · 2026-08-03 17:07 · 0 claps · 1.5 min read
#ayah #cinta-pertama #home
Open on Medium ↗

Panggilan yang Sering Kulewatkan

Ada satu nomor yang hampir selalu muncul di layar ponselku.

Ayah.

Kadang aku sedang sibuk. Kadang sedang di jalan. Kadang sedang bersama teman. Kadang... hanya merasa, "Nanti saja aku telepon balik."

Lalu panggilan itu terlewat.

Lucunya, ayah hampir tidak pernah marah. Beberapa menit kemudian biasanya muncul pesan singkat.

"Lagi sibuk ya?"

Atau mungkin ia akan menelepon lagi di malam hari, seolah yakin anaknya suatu saat akan punya waktu.

Dulu aku berpikir ayah hanya ingin memastikan aku baik-baik saja. Sekarang aku mulai sadar, mungkin itu memang benar. Sesederhana itu. Ayah tidak butuh percakapan panjang. Ia hanya ingin mendengar suaraku beberapa menit, memastikan aku sudah makan, tidak sakit, dan masih bisa tertawa.

Sebagai anak, sering kali kita menganggap kasih sayang harus selalu diucapkan. Padahal, banyak ayah yang mencintai dengan cara yang sunyi.

Mereka bangun lebih pagi daripada kita. Pulang lebih malam. Menahan lelah agar dapur tetap mengepul dan pendidikan anak tetap berjalan. Mereka jarang bercerita kalau sedang kesulitan. Jarang mengeluh ketika badan mulai tidak sekuat dulu.

Yang mereka pikirkan sering kali sederhana: bagaimana anakku tidak kekurangan.

Ayah mungkin bukan orang yang paling pandai merangkai kata. Tapi hampir seluruh hidupnya adalah rangkaian usaha yang tak pernah selesai.

Mengusahakan biaya sekolah.

Mengusahakan rumah tetap terasa aman.

Mengusahakan mimpi anak-anaknya, bahkan ketika mimpinya sendiri perlahan ia simpan.

Ironisnya, justru kepada orang yang paling sering mengusahakan kita, kita sering menjadi paling lalai.

Kita cepat membalas pesan teman, tetapi menunda menelepon ayah.

Kita bisa menghabiskan berjam-jam berbicara dengan orang lain, tetapi merasa lima menit untuk ayah bisa ditunda sampai besok.

Padahal kita tidak pernah benar-benar tahu berapa banyak "besok" yang masih kita miliki.

Semakin dewasa, aku mulai mengerti bahwa panggilan dari ayah bukanlah gangguan. Itu adalah bentuk kasih sayang yang sederhana. Cara beliau mengatakan, "Aku masih memikirkanmu," tanpa benar-benar mengatakannya.

Mungkin suatu hari nanti, yang paling kita rindukan bukan nasihatnya, bukan omelannya, melainkan bunyi dering dengan nama Ayah di layar ponsel yang dulu sering kita biarkan berlalu begitu saja.

Kalau hari ini ayah masih sering menelepon, cobalah sesekali angkat. Kalau sedang benar-benar sibuk, teleponlah kembali. Tidak perlu percakapan panjang. Kadang lima menit saja sudah cukup membuat hati seorang ayah tenang.

Karena ada kasih sayang yang tidak pernah pandai mencari perhatian. Ia hanya terus mengusahakan, diam-diam, sampai kita cukup dewasa untuk menyadarinya.


메타데이터
post_id
b87f07a20924
slug
panggilan-yang-sering-kulewatkan-b87f07a20924
url
https://medium.com/@mumtazahecha290806/panggilan-yang-sering-kulewatkan-b87f07a20924
canonical_url
https://medium.com/@mumtazahecha290806/panggilan-yang-sering-kulewatkan-b87f07a20924
author_url
https://medium.com/@mumtazahecha290806
status
ok
fetched_at
2026-08-22 14:29:32