← Back to list

Merayakan Sepiring Keberagaman

Mendung hari itu rasanya jauh lebih bersinar dari kemuraman. Kami berkumpul dalam satu ruangan dengan balutan putih biru. Merayakan…

Siti Zahwa Humaira · 2026-06-05 00:40 · 0 claps · 1.8 min read
#ketahanan-pangan #food #inclusive-society
Open on Medium ↗
Wiki topics: RAG · RAG & Retrieval 🔒 · Cybersecurity 🍳 · Food & Cooking 🌐 · Society · General

Merayakan Sepiring Keberagaman

Mendung hari itu rasanya jauh lebih bersinar dari kemuraman. Kami berkumpul dalam satu ruangan dengan balutan putih biru. Merayakan momentum bersama dan menyalurkan energi baik. Lengkap dengan sepiring keberagaman yang tersaji hangat.

Sebanyak 20 Sahabat Difabel hadir minggu lalu, tepatnya 31 Mei 2026 dalam acara Kelana Berimpact yang diinisiasi oleh sejumlah komunitas penggiat sosial, yaitu Impact+; IDN Membaca; Enably serta berbagai kolaborator yang terlibat.

Acara hari itu membawa tema tentang Keberagaman Pangan yang cukup merefleksikan tanah air saat ini. Indonesia yang kita tahu dengan Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia dengan segenap kekayaan alam yang berlimpah. Tapi, kenapa pilihan menu kita hampir seragam?

Tampak ibu-ibu dan anak-anak yang mengikuti acara tampak kaget dengan sajian kudapan pagi. Yaitu kukus-kukusan seperti jagung, ubi, dan kentang. Warna makanan bercorak kebumian itu menyapa mereka dalam bunyi, “aku ada untuk sarapan kalian hari ini.”

Begitulah sekiranya nilai yang ingin disampaikan dalam acara ini. Memulai praktik keberagaman pangan dari skala terkecil. Dari pilihan menu yang dikonsumsi sehari-hari. Karena terlalu canggung jika harus mengonsumsi nasi padahal kita punya keberagaman sumber pangan yang melihat.

Tidak Kenyang Kalau Belum Makan Nasi

Banyak anggapan yang beredar bahwa “tidak kenyang jika belum makan nasi”. Perut rasanya terus menggelitik ingin minta diisi, lambu berteriak karena belum bersentuhan dengan nasi, lantas kaki membawa diri untuk kembali menyodorkan nasi pada piring.

Jejak pangan (foodways) kita sebenarnya tidak terlepas dari nilai sosial, budaya, dan politik. Keseragaman dalam konsumsi beras adalah pengaruh dari politik zaman Orde Baru yang menjadikan nasi sebagai simbol ketahanan pangan nasional. Padahal, sejak berpuluh tahun lalu, masyarakat Indonesia telah mengonsumsi berbagai pangan seperti sagu, singkong, jagung, ubi, dan talas.

Dahulu ternyata, warna sajian dalam piring kita cukup beragam. Kuning, ungu, coklat, dan jingga. Namun, kini terseragamkan dalam balutan putih yang mendesak dalam sugesti. Akankah nasi masih menjadi primadona hingga dekade mendatang?

Inklusi dan Kesempurnaan

Merayakan keberagaman pangan bersama Sahabat Difabel menjadi spirit dalam mendorong inklusivitas. Masih sedikit ruang yang mengajak mereka untuk merefleksikan jejak keberagaman pangan. Padahal keberagaman juga bicara soal kesetaraan hak dan akses. Hal inilah yang coba didorong dalam rangkaian Kampanye Pangan Inklusif ini, melalui acara Kelana Berimpact.

Dalam kegiatan minggu lalu, 20 Sahabat Difabel bermain SUKUN (SUsun Kata Untuk pangaN), yaitu permainan menyusun kata bertema pangan secara berkelompok. Semburat senyum tampak menghiasi wajah mereka kala bercerita tentang temuan kata-kata dalam kelompok. Bahkan ada yang menemukan kata SAWIT lantas diganti menjadi SAWI.

Acara ini turut dihadiri oleh Kang Maman Suherman, selalu penggiat literasi yang juga aktif dalam isu keberagaman. Beliau menyampaikan, “Keberagaman itu juga tentang menyadari bahwa setiap dari kita sempurna dengan ketidaksempurnaan.”

Dalam Bincang bersama Kang Maman, belia turut mengingatkan akan pangan sebagai identitas lokal kita serta peran kaum muda dalam mendukung keberagaman. Termasuk, merayakan sepiring keberagaman dalam praktik sehari-hari.

Jadi, akankah kita mencoba praktik keberagaman ini dalam konsumsi sehari-hari?


메타데이터
post_id
b89ebd0a992a
slug
merayakan-sepiring-keberagaman-b89ebd0a992a
url
https://medium.com/@szahwah/merayakan-sepiring-keberagaman-b89ebd0a992a
canonical_url
https://medium.com/@szahwah/merayakan-sepiring-keberagaman-b89ebd0a992a
author_url
https://medium.com/@szahwah
status
ok
fetched_at
2026-07-25 07:45:37