← Back to list

Bagaimana Almakki Mempersiapkan Diri pada Perhelatan Mini Soccer Olympiad IKPM 2026?

Faith Mission #01: Meramu Skuad Almakki Sesuai dengan Kapasitas Tim

Fatur Ikhsan · 2026-03-27 17:02 · 0 claps · 6.4 min read
#football #college-football #egypt #masisir #football-analytics
Open on Medium ↗
Wiki topics: GRW · Growth & Analytics 🔒 · Cybersecurity ⚽ · Football / Soccer 🕊️ · Religion

Bagaimana Almakki Mempersiapkan Diri pada Perhelatan Mini Soccer Olympiad IKPM 2026?

Faith Mission #01: Meramu Skuad Almakki Sesuai dengan Kapasitas Tim

Lambang FS ALMAKKI, almameter dari MAN 2 PADANG PANJANG.

Lambang FS ALMAKKI, almameter dari MAN 2 PADANG PANJANG.

Tulisan ini muncul sebagai bentuk tanggung jawab yang baru saja diserahkan kepada saya untuk membimbing tim ini, almameter saya FS ALMAKKI dalam perhelatan Olympiad IKPM Gontor 2026 bagian Mini Soccer. Tanggung jawab yang rasanya sangat menyenangkan sekaligus menaikkan adrenaline karena sebisa mungkin membawa tim ini mencapai target tertinggi yaitu menjuarai turnamen ini pada cabang yang saya tekuni yaitu sepak bola (walaupun dalam format Mini Soccer).

Logo Almameter Olympiad yang dibentuk oleh IKPM Gontor pada tahun 2026.

Logo Almameter Olympiad yang dibentuk oleh IKPM Gontor pada tahun 2026.

Almakki, yang saya begitu mengenal karakteristik dari setiap personilnya, menjadi tantangan tersendiri dalam meramu tim ini. Terutama dalam menyatukan kemampuan setiap individu dengan ide relationism yang sedang saya dalami dan pelajari. Oleh karena itu, dengan tulisan ini, saya akan menjelaskan bagaimana Almakki akan memainkan gameplaynya dan bagaimana pemilihan Relationism ini sangat tepat. Tentu saja pendekatan ini sama dengan yang telah saya tulis ketika saya menangani Minang Saiyo SC pada perhelatan Bhineka Cup 2025 (tulisan tentang Minang Saiyo SC dapat dibaca di sini). Semoga usaha yang diberikan dan tenaga yang dikeluarkan dari setiap personil tim ini membawa pada hasil yang diharapkan.

Saya akan membagi tulisan Faith Mission #01 ini dengan tiga poin yaitu Taktikal, Evaluasi, serta Prinsip. Dengan tiga poin ini, diharapkan bagi para pembaca paham bagaimana sistem Relationism yang saya inginkan berjalan. Mari kita mulai.

1. Taktikal

Diatas kertas, Almakki akan bermain dengan formasi 2-4-1/2-2-3 dalam keadaan offensive.

Namun, yang menjadi catatan adalah Almakki akan menggunakan pendekatan yang sama seperti yang digunakan Minang Saiyo SC dalam perhelatan Bhineka Cup 2025. Pendekatan tersebut adalah Relationism (menitikberatkan pada relasi atau hubungan antar pemain baik secara koneksi satu dua maupun grup). Bagaimana cara tersebut terealisasikan? Akan dijelaskan di bawah ini:

  • Fase Build-Up

Fase Build-up dibagi menjadi dua: A. Build-up pendek (Short Passing) B. Build-up panjang (Long Passing)

A. Build-Up Pendek

Pada fase build ini, ada dua kaedah penting yang digunakan yaitu kedekatan antar pemain (Close Proximity) dan umpan satu dua antar pemain. Lihat pada gambar atau video yang dipaparkan.

Video dibuat dengan Coach Tactic Board Soccer.

Video dibuat dengan Coach Tactic Board Soccer.

Gambar dibuat dengan Coach Tactic Board Soccer.

Gambar dibuat dengan Coach Tactic Board Soccer.

Ketika Goalkeeper mengarahkan atau melakukan passing ke bek kiri, maka para pemain harus bergeser ke daerah kiri lapangan untuk menciptakan situasi kedekatan pemain (Close Proximity) serta hadirnya peluang untuk melakukan umpan satu dua. Hal yang sama digunakan jika kiper mengarahkan bola ke daerah kanan lapangan.

Selain itu, yang patut juga diperhatikan adalah pemain sayap (nomor 7 dan 4) harus selalu siap (readiness). Ketika bola diarahkan ke kiri, pemain nomor 7 harus siap bergerak progressif (ke depan baik secara vertikal maupun diagonal) untuk menerima umpan terobosan. Sedangkan pemain nomor 4 harus siap untuk mendekat sekaligus menjadi opsi umpan. Hal ini pun terjadi sebaliknya jika bola diarahkan ke sebelah kanan.

Pemain depan (nomor 8) tak hanya tegak di posisinya, namun berusaha juga untuk menjadi opsi umpan dengan tujuan adanya koneksi serta peluang terjadinya umpan satu dua (Toco Y Me Voy)

Sedangkan pemain tengah (nomor 5 dan 6) harus selalu siap untuk menjadi opsi umpan dan juga harus selalu siap dengan keberadaan rekan timnya. Hal ini diharapkan agar terjadinya gerakan tipuan (Dummy atau Corta Luz) dengan garis diagonal yang terbentuk (Escadinha) dari kedekatan antar pemain tadi.

B. Build-Up Panjang

Sedangkan untuk Build-up panjang (Long Passing), dua kaidah sama juga dilakukan, yaitu kedekatan antar pemain serta umpan satu dua. Hal ini dilakukan dengan cara Kiper atau Bek yang mengambil longpass harus mengarahkan rekannya untuk bergerak ke arah kiri atau kanan.

Tujuannya adalah untuk memenangkan bola second-ball karena menang jumlah pemain (Numerical Superiority). Setelah bola second-ball didapatkan, cara permainan pun sama sebagaimana pada build-up pendek.

  • Fase di Middle Third dan Final Third

Adapun untuk fase di tengah lapangan (Middle Third) serta Final Third (Akhir Lapangan), dua kaedah yang sama seperti sebelumnya diterapkan. Akan tetapi, ditambah dengan dua kaedah penting yaitu berani untuk melakukan umpan terobosan ke dalam (Inside Through Pass) dan kurangi sirkulasi bola di daerah pertahanan.

Dasar pemilihan pendekatan Relationism ini adalah adanya penekanan pada relasi atau hubungan (chemistry) antar pemain yang diperlihatkan. Untuk mendukung hal ini terdapat banyak contoh yang memperkuat pilihan ini. Berikut contoh contoh tersebut:

Sumber: Relationist Thinker on X

Sumber: Relationist Thinker on X

  • Perhatikan Cruzeiro pada tahun 2014 yang bermain dengan overload (berkumpul dengan banyak pemain) di area kiri serangan. Ada 7 pemain (berbaju biru) yang berada di area kiri dengan 5 pemain yang saling berdekatan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan koneksi serta kombinasi yang cepat serta singkat. Pass and Move (Passing dan Gerak).

Sumber: Jamie Hamilton on X

Sumber: Jamie Hamilton on X

  • Racing Santander asuhan Jose Luis Alberto di La Liga 2. Sirkulasi bola tak dilakukan di area awal pertahanan. Dua bek saling berdekatan. Sirkulasi bola dilakukan di saat area pertahanan lawan ketika salah satu sayap kosong di kanan. Dan poin penting yang perlu digarisbawahi adalah sirkulasi bola yang lancar karena kedekatan posisi antar pemain.

Sumber: Felipe Lemos on X

Sumber: Felipe Lemos on X

  • Flamengo 2026 asuhan Leonardo Jardim. Footage lengkap yang membahas bagaimana penting untuk melakukan prinsip Relationism dalam permainan. Kedekatan antar pemain (Close Proximity), umpan satu dua (Toco Y Me Voy), serta Garis diagonal (Escadinha) yang dapat mengecoh lawan. Prinsip ini lengkap dilakukan oleh Flamengo. Tak ada keharusan untuk menguasai seluruh luas lapangan. Menguasai salah satu sisi lapangan dengan jumlah pemain yang banyak memberikan efek kejut bagi lawan.

Sumber: DataFut on X

Sumber: DataFut on X

  • Corinthians tahun 2026 pada saat menghadapi Flamengo. Tiga pemain yang saling berdekatan dan tahu akan koneksi satu sama lain. Menciptakan garis diagonal (Escadinha) sehingga Depay dapat melakukan tipuan (Dummy atau Corta Luz). Tipuan seperti diharapkan dapat muncul dalam turnamen kali ini.
  • Dan yang perlu diperhatikan juga, sirkulasi (memindahkan bola dari kanan ke kiri lapangan atau sebaliknya) dilakukan di Final Third (daerah akhir lapangan), tak dilakukan di daerah pertahanan tim. Sesuatu yang harus diperhatikan.
  • Fase Out of Possession

Adapun dalam sistem bertahan, Almakki tetap sama menggunakan formasi 2-4-1 dengan susunan yang lebih compact dan sedikit lebih dalam. Formasi ini ditetapkan pada keadaan Out of Possession (tak dalam penguasaan bola) dengan tim yang menjaga di setengah lapangan disaat lawan menguasai bola.

Gambar dibuat dengan Coach Tactic Board: Soccer.

Gambar dibuat dengan Coach Tactic Board: Soccer.

Video dibuat dengan Coach Board Tactic: Soccer.

Video dibuat dengan Coach Board Tactic: Soccer.

Tujuan pertama dari sistem ini adalah untuk compact (rapat) dan mencegah aliran bola lawan untuk melewati bagian tengah (middle area). Adapun disaat lawan menggeser bola atau serangan ke daerah kiri atau kanan pertahanan, maka sesaat setelah bola digeser atau dipasang, pemain sayap (nomor 7 dan 4) harus siap untuk melakukan trigger pressing. Tujuannya adalah untuk membuat lawan kagok serta dapat menjalankan counter-attack dengan cepat dan mulus. Pendekatan defensif seperti ini dipilih setelah melihat dua hasil sparing yang telah dilakukan oleh tim Almakki.

2. Evaluasi

Pada bagian ini, saya akan memaparkan poin-poin yang menjadi bahan untuk peningkatan (dalam turnamen ini, menjadi hal yang harus dilaksanakan). Poin poin ini diperoleh setelah memperhatikan dan menganalisis dua pertandingan atau sparring yang dilakukan. Poin poin tersebut adalah:

  • Diagonal passing yang berhasil dilakukan sangat jarang, walaupun mempunyai peluang besar untuk berbuah hasil.
  • Masih ragu dalam melakukan umpan terobosan ke dalam (inside through pass) baik yang berupa diagonal maupun vertikal.
  • Kegagapan dalam melakukan duel 1v1 baik pada saat take on (melewati lawan) maupun defense.
  • Rotasi posisi terjadi di beberapa pemain saja.
  • Kebanyakan pemain belum paham atau tak mempraktekkan kedekatan jarak satu sama lain (Close Proximity).
  • Masih berkutat dengan pemosisian yang saklek, sehingga mempunyai kecendrungan untuk menunggu bola daripada terlibat aktif dalam proses penguasaan bola.
  • Pemosisian badan yang masih kaku serta masih salah hadap.
  • Struktur defence yang masih goyah.
  • Belajar untuk mengurangi umpan sirkulasi di area pertahanan sendiri.

3. Prinsip

Adapun untuk prinsip prinsip yang harus pemain ingat dalam sistem tak begitu banyak, namun akan berpengaruh dari bagaimana gameplay Almakki akan berjalan. Prinsip berarti sesuatu yang dilakukan oleh setiap pemain terlepas dari apapun posisinya. Prinsip prinsip yang akan dipakai pada gameplay kali ini adalah:

  • Kedekatan antar pemain (Close Proximity).
  • Umpan satu dua (Toco Y Me Voy).
  • Umpan Inside Progressive (umpan through pass/terobosan yang masuk melalui ruang antar lini lawan).
  • Bergerak aktif untuk menerima passing, lalu bersiap menerima umpan terobosan.
  • Kurangi melakukan sirkulasi bola (memindahkan bola dari satu sisi ke sisi yang lain).
  • Defence yang compact (rapat) dan sistematis.

Faith Mission #01 saya akhiri sampai disini dulu. Tulisan ini akan berlanjut tergantung bagaimana langkah tim Mini Soccer Almakki dalam turnamen kali ini. Tentunya, tim ini haus akan gelar dan mencapai puncak tertinggi. Semoga yang telah setiap personil dalam tim ini korbankan akan Allah balas dengan balasan yang sebaik-baiknya.

إن الله لا يضيع أجر من أحسن عملا

Part of Faith Mission.

Part of Faith Mission.


메타데이터
post_id
b89faabb3a6a
slug
bagaimana-almakki-mempersiapkan-diri-pada-perhelatan-mini-soccer-olympiad-ikpm-2026-b89faabb3a6a
url
https://medium.com/@faithfootballcoach7/bagaimana-almakki-mempersiapkan-diri-pada-perhelatan-mini-soccer-olympiad-ikpm-2026-b89faabb3a6a
canonical_url
https://medium.com/@faithfootballcoach7/bagaimana-almakki-mempersiapkan-diri-pada-perhelatan-mini-soccer-olympiad-ikpm-2026-b89faabb3a6a
author_url
https://medium.com/@faithfootballcoach7
status
ok
fetched_at
2026-07-15 17:35:12