← Back to list

Melbi, Kali Keempat (Surabaya, 25 Oktober 2025)

Arsip Pribadi Penulis

KMPL · 2025-10-27 13:31 · 54 claps · 2.5 min read
#majelis-lidah-berduri #melbi #musik-indonesia #gigs #konser
Open on Medium ↗

Melbi, Kali Keempat (Surabaya, 25 Oktober 2025)

Arsip Pribadi Penulis

Arsip Pribadi Penulis

Surabaya panas, tapi akan ada hujan di dalam gedung auditorium RRI. Hujan yang satu ini tak bikin basah. Malahan, bikin penasaran, membuat orang berbondong-bondong berkumpul & membentuk kerumunan.

Ia bernama Hujan Orang Mati, album keempat dari kugiran bernama Majelis Lidah Berduri (Melbi)— yang kali ini dimainkan seluruhnya.

“Revolusi apa yang sedang kausiapkan malam ini?”

- Revolusi Malam.

Sebagai intro, ini adalah kunjungan kedua Melbi ke Surabaya. Tahun lalu mereka ke kota maha-sumuk ini untuk konser serta mengenalkan album tadi (kala itu masih calon). Keduanya pun dihelat oleh entitas yang sama: Bojakrama, label asal Surabaya, sekaligus (masih) satu-satunya yang digdaya membawa om-om setengah mitos ini ke Jawa Timur. (H-2 minggu, mereka menyatroni surel saya dengan pengumuman konser ini. Marketing-senyap yang sukses — tentu saja).

Ada dua set dalam konser ini. Setengah untuk full album Hujan Orang Mati, separuh lagi untuk lagu-lagu lama. Pun seperti yang sudah dan yang akan konser Melbi selalu menawan. (Saya gak akan ngereviu konser ini. Biarlah ini jadi urusan media musik). Yang jelas ini kali keempat saya dan intensitas mereka tetap sama; membuat saya — sekali lagi — rela menghabiskan suara, meneriakan rapal-rapal mereka.

“Pada masanya setiap penghuni yang mati Tidur dalam pelukan mereka Sepanjang seribu hari.”

- Nasib Sekumpulan Blandar.

Saya memekak tiap serat dalam pita suara ketika lagu itu dibawakan. “Nasib Sekumpulan Blandar”, musikalisasi dari puisi almarhum Gunawan Maryanto adalah trek favorit saya dari album Hujan Orang Mati. Motivasi terbesar saya datang — menerjang debu, mencecap panas, mengarungi Ahmad Yani yang beringas — kemarin hanyalah lagu ini. Lainnya bisa menunggu.

Tapi ternyata tak berhenti di situ. Melbi memberikan oleh-oleh lain: sebuah perform “Pulang Kampung” — puisi Gunawan juga. Lagu yang dirilis tunggal itu kebetulan juga favorit saya. Pita suara yang sudah kering tadi pun makin tandus. (Dan sialnya, saya lupa bawa air putih).

[embed]

Sebagai musikus hyper-literate par excellence, Melbi tentu lihai menyisipkan pesan-pesan subversif di sepanjang performans. Entah dari syiar sebelum lagu sampai tata busana mereka. Yang lucu, mereka manggung “ditemani” foto presiden dan wakil presiden di kiri kanannya. Dan di tengah represifitas rezim & kriminalisasi warga hari-hari ini, tentu pemandangan tadi punya kesan tersendiri — setidaknya bagi saya. (Bayangkan menonton mereka bernyanyi “Kota sudah dikepung tentara” di bawah tatap mata dua nepo-babies pujaan negeri. Ha!).

“Sam Oemar di Kediri. Kemarin teman-teman di Jakarta, ratusan orang mencari kebenaran hari-hari ini,” kata Ugoran Prasad, vokalis kolektif itu sebelum membawakan “Dapur/NKK, BKK”. Seperti yang anda tahu, Kawan saya tadi — berikut ratusan lainnya — masih ditahan, dituduh sebagai dalang kerusuhan demo Agustus kemarin. Dua bulan ini kami semua gigih membela mereka meski juga tahu: Ini Indonesia. Kebenaran sulit punya rumah.

“Jancok Pul, wes terkenal yo koen!?” saya merekam pidato itu sambil bergumam. Dalam hati.

Arsip Pribadi Penulis

Arsip Pribadi Penulis

Saya sendiri memilih menepi ketika set kedua, menemani Gus muda (dus progresif) dari Jember yang ada di sana. Dia memang mendapuk diri sebagai pendengar setia Melbi, pun rutin datang ke setiap hajatannya. Kadang bikin saya bertanya, “Sebenere imanmu kui nang Allah ta nang Ugo se?” (Kalian tahu jawabannya.)

“Terimalah kedatanganku sebagaimana kau menerima kepergianku.”

- Pulang Kampung.

“Hujan” itu pun selesai pukul sepuluh. Kami semua keluar dari ruangan dan menemukan fakta: ternyata di luar hujan (beneran). Jika langit Baghdad tak mampu menyangga elektrik antar-kita, ternyata panas Surabaya tak cukup digdaya menyambut para sundal melankolia. Ha!

  • KMPL-

메타데이터
post_id
b8a80f6a0ca6
slug
melbi-kali-keempat-surabaya-25-oktober-2025-b8a80f6a0ca6
url
https://medium.com/@randykempel/melbi-kali-keempat-surabaya-25-oktober-2025-b8a80f6a0ca6
canonical_url
https://medium.com/@randykempel/melbi-kali-keempat-surabaya-25-oktober-2025-b8a80f6a0ca6
author_url
https://medium.com/@randykempel
status
ok
fetched_at
2026-06-25 16:53:31