← Back to list

o, Tuan

Ada kalanya sebuah lagu mampu menyuarakan hal-hal yang tak sanggup kita ungkapkan. O, Tuan dari .Feast adalah salah satunya. Setiap…

Ferdy Zakaria · 2024-12-22 08:50 · 22 claps · 2.2 min read
#feast #baskara #musik #indonesia #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗

.Feast dalam album Membangun & Menghancurkan (Dok. @cerealmurderer)

.Feast dalam album Membangun & Menghancurkan (Dok. @cerealmurderer)

Ada kalanya sebuah lagu mampu menyuarakan hal-hal yang tak sanggup kita ungkapkan. O, Tuan dari .Feast adalah salah satunya. Setiap liriknya adalah cerminan dari keresahan yang selama ini kurasakan, akan rasa takut kehilangan orang yang sangat berarti. Kehilangan yang diceritakan di sini bukanlah tentang cinta yang meluruh, melainkan kepergian yang terlampau jauh, bahkan rasanya berat sekali untuk diucapkan.

Lagu ini dimulai dengan sebuah pengakuan yang jujur:

Oh jelas aku tahu bunga akan layu Rumput kian mengering Daun kan menguning

Lirik ini adalah metafora yang begitu menyakitkan. Aku tahu, semua yang ada di dunia ini memiliki masanya. Aku tahu bahwa keindahan dan kebahagiaan yang kumiliki saat ini tidak abadi. Namun, mengetahui dan menerima adalah dua hal yang sangat berbeda.

Rasa takut itu semakin mendalam saat lirik berikutnya seolah-olah membaca pikiran:

Kau tahu menurutku waktu adalah Kutukan ancaman bualan

Bagi orang lain, waktu mungkin adalah kesempatan, hadiah, atau proses. Bagiku, waktu seringkali terasa seperti musuh yang terus bergerak maju, perlahan-lahan membawa kami pada perpisahan yang tak terelakkan. Setiap detik yang berlalu adalah satu detik yang hilang, satu detik yang membawa kami lebih dekat pada akhir yang ditakutkan.

Rasa takut itu tidak datang begitu saja. Ia adalah hasil dari pengamatan yang perlahan menjadi kepastian.

Dan satu per satu orang sekitarku Mulai ditinggalkan oh ini peringatan

Bagian lirik ini menjadi pukulan telak. Melihat orang-orang terdekat pergi satu per satu adalah sebuah “peringatan” yang tidak bisa diabaikan. Ini membuat kefanaan tidak lagi menjadi konsep abstrak, melainkan sebuah kenyataan yang terus berulang dan terasa semakin dekat. Ketakutan itu nyata, bukan hanya ilusi.

Inti dari lagu ini dan keresahan itu terangkum dalam lirik paling kuatnya. Bagian ini bukan hanya sekadar kalimat, melainkan sebuah doa yang putus asa namun penuh makna.

Untukmu, o Tuan, wahai Kematian Ku tak bisa melawan jamah perhentian Berjanji kuikhlaskan dengan rela Namun jangan hari ini

Di situ letak dilemanya. Aku tahu perpisahan adalah takdir, dan suatu saat aku harus mengikhlaskan. Tetapi, ada bagian dari hati yang memohon, “Tolong, jangan hari ini. Beri kami waktu lebih banyak.” Lirik ini memvalidasi perasaan bahwa takut adalah hal yang wajar saat kita sangat mencintai.

Rasa takut itu nyata dan tak berbungkus kiasan:

Melihatmu masuk ke dalam ruang operasi Berdoa semalam suntuk di kamar yang hening Tanpa metafora dan analogi Kiasan berbelit diksi tanpa berbungkus fiksi Aku takut

Bagian ini benar-benar menusuk. Ia menghilangkan semua perumpamaan dan langsung menunjukkan momen puncak dari ketakutan itu — saat cinta harus berhadapan dengan kenyataan yang paling mengerikan. Di momen-momen seperti itulah, semua kata-kata indah menjadi tidak penting. Yang tersisa hanyalah rasa takut yang sejadi-jadinya.

O, Tuan tidak memberikan jawaban. Ia hanya menjadi teman yang mengangguk dan mengakui bahwa rasa takut itu ada. Namun, di balik melodi melankolisnya, aku menemukan sebuah pesan lain.

Ketakutan akan kehilangan orang yang tercinta adalah bukti seberapa besar arti mereka bagi hidup kita. Alih-alih membiarkan rasa cemas itu melumpuhkan, aku memilih untuk menjadikannya pengingat. Pengingat untuk menghargai setiap detik, setiap tawa, dan setiap kebersamaan yang ada sekarang. Pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tentang menghindari akhir, melainkan tentang mencintai sepenuh hati selama kita masih diberikan kesempatan.

[embed]


메타데이터
post_id
b8fff055ee46
slug
o-tuan-b8fff055ee46
url
https://medium.com/@ferdyzakaria/o-tuan-b8fff055ee46
canonical_url
https://medium.com/@ferdyzakaria/o-tuan-b8fff055ee46
author_url
https://medium.com/@ferdyzakaria
status
ok
fetched_at
2026-06-26 03:39:16