Kali Ini Aku Akan Tumbuh Lebih Kuat
Long time no write.
Kali Ini Aku Akan Tumbuh Lebih Kuat
Long time no write.
.
Berada 20 meter dari kosan merupakan salah satu kelebihan yang patut dipertimbangkan saat mengomparasi pilihan tempat kerja hari ini. Dua tiga kali disambangi, kopinya enak, harganya terjangkau, cukup bagiku. Aku, seorang pemuda pencari cuan yang kembali merantau ke tanah sahabatku, untuk mencari peluang pasar yang lebih luas…a.k.a...Mari kita coba Coto Makassar langsung dari sumbernya.
.
Hari ini tak seramai kemarin, anehnya, kenapa anomalinya baru terasa janggal dan mengusik sekarang?
.
Jam dinding menunjukan pukul 15.46.53 WITA, lebih cepat kurang lebih 7 menit dari jam di HP ku. Kenapa tidak 10 menit aja sekalian?
.
Katanya sudah berdiri 9 tahun, aku percaya aja karena sepertinya dekorasinya memang butuh peremajaan kembali (mon maap nih).
.
Aku memiliki spot singgah favorit, setiap kedatanganku disambut dengan siap sedia. Walaupun ada perbedaan jenis kursi dan susunannya yang tidak konsisten. Entah atas pertimbangan apa, secara tataruang dan interior, this place is not instagramable. Ada kursi kayu dan ada kursi kerja (?) yang bahkan mereka disandingkan berhadapan dalam 1 meja yang sama. Like why?
.
Tapi di mejaku ini, selalu dihiasi si manis gula. Kopiku bahkan tak pernah meminta tambahan rasa darinya, karena apa? …ya karena aku kan sudah manis dari sananya.
.
Jujur tidak ada pemandangan menarik lain disini, selain slogan “Bisa Ngopi di Pagi Hari Adalah Rezeki yang Perlu Disyukuri”. Reseptor auditoriku terpaksa mendengar “perubahan malam” dari grup yang sudah bubar sejak 10 tahun lalu. Tapi tentu saja, hiburanku atau penyeimbang kewarasanku hanya ada satu, sebatang dua batang tiga batang yang sudah padam bersama didalam asbak.
.
Lamanya aku berkelana jauh membuat aku rindu, rindu rumah. Rindu dengan sahabatku yang juga diperantauan sana. Kembalinya aku ke warkop ini, lagi dan lagi, sekali lagi karena namanya yang artinya rindu (Nakku). Lucunya, justru saat ini akulah yang berada di rumah yang sedang dirindukan sahabatku.
.
Di titik ini aku mulai bertanya pada diriku, apakah rindu itu?
.
Selama ini aku mengira rindu adalah alasan untuk kembali. Padahal rindu tidak pernah lahir ketika kita menetap. Ia hadir karena kita telah melangkah, menjauh dari tempat yang terasa akrab, menuju ketidakpastian yang patut dinantikan.
.
Nakku menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang kutempuh, meski ditemani rindu, perlahan membentukku menjadi pribadi yang lebih kuat. Lebih Tangguh. Bijaksana. Kaya (aamiinn).
.
Teruntuk setiap waktu, tempat, dan orang- orang yang telah membersamaiku bertumbuh selama ini. Akan kusimpan kenangan itu sampai nanti kita bertemu kembali.
.
Mataram, 5 Juli 2026
Untuk semua sahabat di perantauan, semoga kelak rindu dapat membawa kita pulang pada pertemuan yang sama.

Warkop Dg. Nakku, Makassar
메타데이터
- post_id
- b914f3ed4c3d
- slug
- kali-ini-aku-akan-tumbuh-lebih-kuat-b914f3ed4c3d
- url
- https://medium.com/@vaniasube/kali-ini-aku-akan-tumbuh-lebih-kuat-b914f3ed4c3d
- canonical_url
- https://medium.com/@vaniasube/kali-ini-aku-akan-tumbuh-lebih-kuat-b914f3ed4c3d
- author_url
- https://medium.com/@vaniasube
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 22:45:43