← Back to list

Kami Bertiga Tidak Bisa Bermain Poker

Cerita pendek tentang mahasiswa nolep yang mencoba permainan pos ronda

Syahrial Hipdi · 2026-08-08 04:51 · 15 claps · 8.6 min read
#poker #mahasiswa #kampus #cerita-pendek #kehidupan-mahasiswa
Open on Medium ↗

Kami Bertiga Tidak Bisa Bermain Poker

Cerita pendek tentang mahasiswa nolep yang mencoba permainan pos ronda

“Kamu tau cara mainnya, Fan?” Tanya saya melihat setumpuk kartu remi dari kotak yang dibawanya.

Dalam kotak itu ada beragam kartu permainan: UNO, Gapleh, Hali Gali, hingga Remi.

“Enggak” Jawabnya

“Ya terus ngapain beli?”

“Ya karena murah aja, lagi akan paket bundling waktu itu “

“Kamu tau cara mainnya Fit?” Saya mengalihkan pertanyaan ke Defit

“Dulu pernah si mainnya, tapi sekarang udah agak lupa”

“Eh iya? Coba Fit ajarin gimana cara mainnya” Jawab saya antusias.

Kami bertiga duduk melingkar di kos Defit.

“Bagiin dulu kartunya, 5 atau 7 kek, terserah” Defit menginstruksikan.

Saya mengocok kartu, membagikan, dan menyimpan sisanya di tengah.

“Terus gimana Fit?” Tanya Saya

“Sama kayak main UNO, muter searah jarum jam gitu. aku dulu deh ya yang jalan “Defit mengeluarkan kartu 6 kriting

“Terus, gimana lagi?” Tanya Saya

“Lawan pake kartu yang lebih gede, simbolnya harus sama”

“Kalau ga ada, gimana?”

“Ngambil di deck, sampe dapet, terus langsung taruh” Jelas Defit “Nahm nanti yang angkanya paling gede, dia menang. Terus jalan lagi, terserah, mau ngeluarin apa aja. Ga harus yang lebih gede”

“Ohhh” Saya tidak tau paham apa tidak “Ini aku punya 8 kriting, bisa dikeluarin berarti?”

“Iya boleh boleh” Jawabnya

Segera saya mengeluarkan kartu itu dengan perlahan.

“Kamu sekarang jalan Fan”

“Ga ada. Aku ngambil berarti ni?” Ragu Alfan, lalu dia mengambil kartu dari deck. setelah 5 kali mengambil barulah dia mendapatkan kartu kriting, jack.

“Nah iya, langsung taruh” Seru Defit “Nah, ini kan kamu paling gede, kamu jalan lagi. Kecilin kartunya”

“Harus lebih kecil Fit?” Saya menyela

“Yaa bebas sii mau apa aja, cuma umumnya gitu. Yang penting nanti harus dilawan yang lebih gede lagi”

“3 Hati boleh Fit?” Alfan mengalihkan pandangan dari kartunya ke Defit

“Boleh”

Alfan menaruh 3 hati

“Aku sekarang. Nah, Aku ga ada. Aku ngambil berarti” Defit menyisipkan kartu yang diambilnya dari deck ke kartu-kartunya yang membentuk kipas.

Kami melanjutkan permainan sambil sesekali bertanya.

Photo by Jack Hamilton on Unsplash

Photo by Jack Hamilton on Unsplash

“Kalau Decknya habis gimana Fit?” Tanya Saya melihat tumpukan deck yang makin menyusut

“Ngambil dari kartu yang udah dikeluarin”

“6 hati” Defit mengambil kartu yang letaknya di tengah kartu-kartu miliknya.

“Ga ada” Lalu Saya mengambil satu kartu paling atas dari deck

Satu kartu, dua kartu, tiga kartu, saya ambil, akan tetapi belum menemukan kartu hati juga, bahkan sampai decknya habis.

“Abis Fit” Tanya Saya

“Yaudah, kocok yang ini, terus ambil lagi sampe nemu” Defit menunjuk tumpukan kartu yang berserakan.

“Ini aja ya, langsung ku ambil” Saya menunjuk kartu AS hati

“Ya ga bisa gitulah”

Saya merapikan kartu-kartu yang berserakan itu, merapikan, mengocok, dan menaruhnya ke tengah. Lalu, saya ambil kartu itu satu per satu hingga menemukan kartu hati.

Sudah 10 menit, kami bermain akan tetapi masih belum ada tanda-tanda siapa yang akan jadi pemenangnya. Agaknya ada yang janggal dari cara bermain ini. Setiap kali ada dari kami yang kartunya sisa sedikit, maka tujuh detik ke depan kartunya akan menumpuk kembali akibat harus mengambil dari deck karena tidak ada kartu yang bisa dikeluarkan.

“Eh bentar deh, ini dari tadi ga selesai-selesai, kayaknya ada yang salah dari cara mainnya” Ujar saya.

“Eh iya juga yaaa” Mereka merasakan kejanggalan yang sama.

“Ini beneran gini cara mainnya Fit?” Tanya saya

“Duh, gimana yaaa… aku agak lupa juga soalnya” Defit gelagap ragu

“Kayaknya mending cari tutorialnya dulu deh” Seru Saya

Kami pun mengakhiri permainan dan segera mencari tutorial cara bermainnya di internet.

Photo by Firmbee.com on Unsplash

Photo by Firmbee.com on Unsplash

Kami membuka Goole, memasukan kata kunci “Cara bermain poker”. Kemudian muncul berbagai artikel, kami membukanya satu per satu, menemukan bermacam istilah seperti flush, straight, full house, dan sebagainya. Namun kami masih belum paham. Kami masih belum menemukan artikel yang membahas cara dasar bermain poker.

“Coba tanya ke GPT” Seru Saya.

Defit membuka GPT dan mengetikan prompt. Kemudian, muncul beberapa tips bermain poker dan istilah-istilahnya, lagi.

“Straight itu 5 kartu berurutan, simbol boleh beda. Misal 3 hati, 4 kriting, 5 kriting, 6 sekop, 7 sekop. Flush itu 5 kartu dengan simbol sama tanpa harus berurutan, misal 3, 5, 6, 9, 10 semuanya sekop” Saya membaca jawaban yang muncul dari GPT “Ohh gitu”

“Paham Yal?” Tanya Alfan

“Enggak” Saya mengelengkan kepala.

“Ya terus ngapain bilang ohh?” Kesal Alfan

“ya bilang oh aja dulu, paham ga paham mah belakangan” Jawab saya

“Jangan sayang untuk mengeluarkan kartu besar karena di akhir permainan bisa kena penalti” Kami mengerutkan dahi untuk memahami jawaban dari GPT.

“Aduhh kok tetep binggung ya. Dari tadi nemunya tips and tricks mulu, bukan ngajarin cara mainnya” Keluh Saya “yaudah main yang lain dulu aja deh. Nanti ku coba ku pelajari cara mainnya”

Kami sepakat mengakhiri permainan poker dan beralih bermain UNO serta kartu pertanyaan.

Belajar Bermain Poker

Setibanya di kos, saya segera membuka Youtube, mencari tutorial bermain poker. Banyak video muncul begitu saya menekan tombol search. Ada yang berdurasi dua menit, lima menit, hingga sepuluh menit. Saya membuka video satu per satu, menontonnya secara singkat. Setelah beberapa video saya tonton, akhirnya Saya menemukan video yang saya cari selama ini. Video yang menjelaskan cara dasar bermain poker, bukan tips and trick. Penjelasannya begitu mudah dipahami dan ada praktiknya.

Jadi menurutnya, kartu remi dibagikan sampai habis, idealnya dimainkan oleh empat orang. Jika kurang dari empat, misalnya tiga, kartu tetap dibagi empat dan satu deck sisanya dibiarkan atau bisa juga kartu dibagi tiga.

Pemain yang memulai permainan adalah dia yang memiliki kartu 3 terbanyak. Jika pemain memiliki jumlah kartu 3 yang sama dengan pemain lainnya–misalnya ada dua pemain yang memiliki dua kartu 3, atau setiap pemain memiliki satu kartu 3–pemain yang memiliki kartu 3 sekop adalah yang memulai permainan.

Pemain yang mendapat giliran harus mengeluarkan kartu dengan angka yang lebih besar dari sebelumnya. Misalnya, jika kartu pertama yang dikeluarkan adalah 5 sekop, kartu kedua yang harus dikeluarkan minimal 6, simbolnya bebas. Pemain juga dapat memilih untuk tidak mengeluarkan kartunya jika ingin menyimpannya untuk nanti. Jika setiap pemain memilih untuk skip, pemain terakhir yang membuang kartu menjadi pemenang pada rounde tersebut. Dia dapat mengeluarkan kartu lagi tanpa harus lebih tinggi dari yang sebelumnya. Permainan memasuki rounde baru.

Misalnya ada tiga pemain: A, B, dan C.

A jalan pertama dengan 4 sekop

B membalas 5 wajik

C 7 wajik

A skip, maka di rounde ini A tidak dapat giliran lagi, sehingga yang dapat melanjutkan permainan hanya B dan C.

B lanjut jalan dengan 8 sekop

C 9 kriting

B 10 hati

C Q hati

B Skip

Pada rounde ini C adalah pemenangnya. C dapat berjalan lagi, misalnya dengan 5 hati dan permainan dilanjutkan seperti tadi.

Selain bermain dengan satu kartu. Pemain yang memulai rounde dapat mengeluarkan kombinasi kartu lain seperti dua atau tiga kartu sekaligus. Kemudian, pemain berikutnya harus mengeluarkan kartu dengan angka lebih tinggi dari kombinasi sebelumnya. Misalnya C yang menang tadi mengeluarkan dua kartu 6 sekaligus (double 6/pair 6), maka pemain berikutnya harus mengeluarkan minimal double 7, begitupun jika yang dikeluarkan pertama adalah tiga kartu.

Akhirnya Bisa Bermain

Besok malamnya, kami kembali berkumpul, kali ini di kos saya. Alfan kembali membawa kotaknya itu. Kami duduk melingkar, setuju untuk kembali bermain poker. Saya menjelaskan kepada mereka cara dasar bermain poker seperti yang sudah saya pelajari.

Segera Saya mengocok kartu dan membagikannya begitu mereka sudah paham. Kami mengeluarkan kartu 3 terlebih dahulu. Saya mendapat dua kartu 3. Jadi, saya berhak jalan lebih dulu. Setelah kami menyusun kartu sehingga susunannya membentuk kipas yang dipegang di tangan kiri, saya segera memulai permainan.

Saya mengeluarkan 4, lalu Defit membalas 5, dan Alfan mengeluarkan 7.

“Nah, aku jalan lagi sekarang” Ujar Saya, sambil mengeluarkan kartu 10 “lanjut Fit”

“Aku nih(?)” Defit mengeluarkan Jack

“Hmm” Alfan melihat tumpukan kartunya, “ga ada deh skip”

“Queen” Saya melempar kartu dengan keras

“Yaudah nih, King” balas Defit

Saya melihat-lihat kartu yang saya memiliki, “Ga ada Fit.Kamu jalan lagi bebas”

“Aku kayak gini bisa?” Defit menunjukan dua kartu 8

“Iya bisa, taruh aja” Jawab Saya “ada ga kamu Fan?”

“Hmmmm”Alfan melirik-lirik kartunya “Ga ada”

“Aku juga ga ada, berarti kamu jalan lagi Fit”

Photo by Sam Tan on Unsplash

Photo by Sam Tan on Unsplash

Poker Tapi Catur

Keesokan malamnya, lagi…, Alfan datang ke kos saya, mengajak bermain catur. Kami bermain menggunakan aplikasi catur di ponsel. Ponsel diletakan di lantai dan kami duduk berhadapan dengan kepala menunduk. Kadang, saya tidak sabar menunggu Alfan yang terlalu lama berpikir. Oleh sebab itu, Saya menawarkannya untuk bermain dengan waktu. Dia pun setuju. Kami bermain dengan 10 menit. Namun, saya masih merasa belum puas sehingga terus meningkatkan intensitas hingga 1 menit.

30…29…28…, Sisa waktu saya

“Skak!” Saya menjalankan ratu dengan yakin

4…3…, tik…tik… bunyi waktu Alfan yang hampir habis

“Aduh gimana nihh?? Arghhh???” Alfan gemetar panik “Ini aja deh” Dia menjalankan raja dengan sembarang

“Skak!” Saya kembali menjalankan ratu untuk menyerang raja

Tik…2…

“Aduhh gimana yaa…”

tik…1…BEEP.

“Ahhh, ga keburuuuu”

Waktu Habis

Dia masih berusaha menekan-nekan layar ponsel dengan cepat.

Kami tertawa menjalani keseruan itu.

Di tengah permainan catur itu, terpikir oleh saya untuk bermain poker menggunakan aturan waktu.

“Eh Fan, gimana kalau kita nyoba main poker kayak gini. Kayaknya seru deh”

“Gimana tuh maksudnya Yal?” Pupil dia membesar

“sama kayak gini, jadi tiap habis ngeluarin kartu kita tekan timer” Saya menjelaskan “Coba dulu aja deh”

Segera kami membagikan kartu dan memperbaiki posisi.

“Udah siap?” tanya saya

“ayok”

Saya mengatur timer selama 5 menit, mengeluarkan satu kartu lalu menekan timer. Permainan dimulai.

Agaknya waktu 5 menit yang kami tentukan terlalu lama karena masih banyak waktu yang tersisa. Kami memutuskan untuk menurunkannya menjadi 3 menit.

“Masih banyak sisa ternyata Fan. Kalau 3 menit, tanpa nyusun kartu, gimana?”

“Ayo boleh”

Saya mengocok kartu dan membaginya menjadi 4 bagian. Dua bagian dimainkan dan dua bagian lainnya dibiarkan menganggur. Selesai kartu dibagikan, segera kami menyimpannya di tangan kiri.

“Siap Fan?” Saya menatap tajam

“Ayok” Alfan menyeringai

“7” Saya melempar dengan keras lalu segera menekan timer

“AS” Alfan membalas sambil tertawa

“Skip” saya menyingkirkan kartu yang sudah dibuang

“4” Alfan dengan sigap melemparnya

“7”

“8”

“Jack”

Dengan cepat kami mengeluarkan kartu tanpa sempat berpikir

“Eh Ini Yal, timernya belum kamu pencet”

“Oh iya, argh yaudah deh gapapa” Saya lupa menekan timer sehingga waktu saya banyak berkurang

“AS”

“ga ada” Alfan menyingkirkan kartu yang berserakan dengan mata yang tetap fokus melihat kartu-kartu saya.

“Poker”

“Ga ada”

“5. Yaudah aku menang, hahahaha”

“Lah? Oalah habis tah” Saya tertawa

Saya baru sadar jika kartu dia sudah habis.

Melihat masih ada waktu yang tersisa ketika bermain dengan 3 menit. Saya mengajaknya untuk meningkatkan intensitas menjadi 1 menit

“Serius Yal semenit? Itu bakal chaos gas ii?” Ragu Alfan

“Justru disitu letak serunya” Saya meyakinkan sambil tersenyum

“Siap?” Tanya Saya setelah mengatur timer ke 1 menit. Saya mencondongkan badan ke depan menatap tajam bergantian ke kartu dan ke depan.

“Ayo Mulai!” Jawab Alfan

Segera saya mengeluarkan kartu 4. Begitu kartu menyentuh lantai, buru-buru saya menekan timer.

“Jack” Alfan tidak banyak berpikir. Timer kembali berpindah ke saya

“King!” Asal mengeluarkan kartu yang terlihat

“Queen!” Alfan kembali membalas dengan cepat

“Apa anjrr Queen” Dengan spontan melempar kartu itu arahnya

“ADUH apa ya…” Dia bergetar, dengan sigap matanya melihat ke kiri dan ke kanan, mencari kartu yang bisa dikeluarkan “Ini aja deh” Dia membanting poker

“Gada, jalan lagi” Dengan cekatan saya mengeser kartu

Kami mengeluarkan kartu tanpa berpikir lebih dulu, hanya senemunya. Sering kali 7 dilawan King, 5 dilawan As, ataupun langsung skip untuk menghemat waktu.

“Jack” Saya mengeluarkan kartu dengan keras. Menatap fokus ke kartu-kartu saya yang tersisa sedikit lagi layaknya timer

“Ga ada” Timer kembali pindah ke saya

5…4…Tik…

“Queen”

“Skip” Alfan menyingkirkan kartu sambil tertawa

3…Tik…2…Tik

Bunyi timer semakin kencang ketika waktu mau habis. Saya berusaha menambah kecepatan untuk mengeluarkan kartu

“10”

“Ga ada”

1…BEEP! Waktu Habis

“Arghhhh, ga keburu” Teriak saya yang disusul tawa ketika mencoba mengeluarkan kartu yang masih tersisa.

……..

Keesokan malam, lagi…, kami kembali bermain bertiga. Saya menjelaskan ke Defit bagaimana variasi yang kami buat. Lalu, Saya bermain berdua terlebih dulu dengan Alfan agar dia bisa lebih paham.

Setelah itu, barulah Defit mencobanya dengan Alfan. Berbeda dengan Alfan yang sudah berpengalaman, Defit masih sering berpikir untuk mengeluarkan kartu.

“7” Alfan mengeluarkan kartu dengan cekatan

“eh aduh bentar… apa ya… ini deh Queen” Defit gemetaran

“King”

“bentar…bentar…” Defit masih berpikir

“Ayo Fit, abis itu waktum” Saya menyela

“Aduh bingung, yaudah ini aja deh” Defit mengeluarkan poker dengan putus asa

“Ga ada. Lanjut Fit” Alfan dengan cepat menekan timer

“5”

3…

“Skip, lanjut”

“Queen”

1…

“Ga ada” Alfan terus memaksa timer berada di Defit

BEEP, waktu habis

“Akhhh!!” Defit melempar semua kartu miliknya dengan keras “ini aku menang loh ya. Tuh kartuku udah abis” Protes Defit.

Kami bertiga hanya tertawa, tanpa benar-benar peduli siapa pemenangnya. Hal yang kami ingat hanyalah betapa kacaunya permainan itu.

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. Jika berkenan, tinggalkan claps, comment, dan follow agar kita bisa terus berbagi cerita. Saran dan kritik saya terima sebagai bahan belajar untuk tulisan berikutnya. Sampai jumpa!


메타데이터
post_id
b95a93effa7a
slug
kami-bertiga-tidak-bisa-bermain-poker-b95a93effa7a
url
https://medium.com/@syahrialhipdi/kami-bertiga-tidak-bisa-bermain-poker-b95a93effa7a
canonical_url
https://medium.com/@syahrialhipdi/kami-bertiga-tidak-bisa-bermain-poker-b95a93effa7a
author_url
https://medium.com/@syahrialhipdi
status
ok
fetched_at
2026-08-10 10:00:18