Mengenal Bulan Sya’ban
Faedah Kajian ustadz Ammi Nur Baits, hafidzahullahu ta’ala
Mengenal Bulan Sya’ban
- Faedah Kajian ustadz Ammi Nur Baits, hafidzahullahu ta’ala

Amalan Sunnah di bulan Sya’ban
Amalan pertama, memperbanyak puasa sunnah
dalil yang menganjurkan memperbanyak puasa sunnah diantaranya,
dari Aisyah Radhiallah ‘anha, beliau mengatakan,
“terkadang nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘beliau tidak pernah tidak puasa’, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan, ‘Beliau tidak melakukan puasa’. dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.”
- HR. Bukhari dan Muslim
hikmah berpuasa di bulan sya’ban:
pendapat yang paling kuat adalah hadis dari Usamah bin zaid, beliau bertanya: “wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban”.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan diantara rajab dan ramadhan. ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju rab semesta alam. dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa”
- HR. An-Nasa’i dan Ahmad
ibadah di waktu banyak orang lupa kepada Allah itu nilainya lebih besar
nilai ibadah itu beragam tergantung dari suasana, salah satunya nilai ibadah semakin besar karena latar belakang kondisi lingkungan. dimana lingkungan yang banyak orang lupa pada Allah, bila seseorang melakukan amalan, nilai pahala nya lebih besar.
contohnya adalah tingginya nilai ibadah dzikir di pasar, karena di pasar orang-orang lupa kepada Allah dan berfokus kepada harta.
Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat — dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.
- HR at-Tirmidzi
contoh lainnya adalah Ibadah dzikir saat terbangun malam.
doa saat terbangun tengah malam
لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الحَمْدُ للهِ، وسُبْحَانَ اللهِ، ولاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ،ولاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allâh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Segala puji hanya milik Allâh Azza wa Jalla ; Maha suci Allâh ; Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allâh ; Allâh Maha besar ; Tidak ada kemampuan dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allâh.”
- (Kemudian setelah itu berdoa dan bermunajat kepada Allâh Azza wa Jalla sekehendak hatinya)
kenapa dzikir yang sederhana ini ketika dibaca menjadi sebab doa mustajab?
- karena dzikir ini dibaca pada saat orang lain berat untuk berdzikir akibat kantuk
inilah yang menjadi alasan kenapa rasulullah rajin berpuasa, karena banyak yang lupa berpuasa pada bulan Sya’ban.
alasan ke dua adalah karena Rasulullah ingin amal Beliau dilaporkan pada saat beliau puasa (saat bulan sya’ban).
- pelaporan amalan
Selain pada bulan Sya’ban, amalan dilaporkan berkala pada laporan harian, pekanan, tahunan
laporan harian terjadi setiap subuh dan ashar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada saat shalat subuh dan shalat ashar. Mereka semua berkumpul sewaktu shalat subuh. Kemudian, malaikat malam naik, sedangkan malaikat siang bertahan. Mereka semua berkumpul lagi sewaktu shalat ashar. Kemudian malaikat siang naik. Lantas Tuhan mereka bertanya kepada mereka, “Bagaimana kalian melihat hamba-hamba-Ku?” Mereka menjawab, “Kami mendatangi mereka sedang shalat. Dan kami meninggalkan mereka juga sedang shalat. Maka ampunilah mereka pada hari kiamat.”
untuk apa Allah bertanya? Allah bertanya untuk menjadikan malaikat sebagai saksi, karena Allah Maha Tahu tidak perlu bertanya untuk tahu.
amal hamba dilaporkan setiap rabu dan kamis
dalil yang menyebutkan bahwa amal hamba dilaporkan setiap minggu adalah hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Amal-amalan itu ditunjukkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni dosa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun kecuali seorang laki-laki yang antara dirinya dengan saudaranya terdapat permusuhan. Biarkanlah dua laki-laki itu sampai keduanya ber-islah.”
Sementara dalam riwayat Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Pada hari Senin dan Kamis, amal-amalan diperlihatkan (pada Allah). Aku ingin amalku diperlihatkan saat aku sedang berpuasa,”
- (HR At-Tirmidzi).
*Amalan kedua*, memperbanyak ibadah di malam nishfu sya’ban
ulama berselisih pendapat tentang status keutamaan malam nishfu sya’ban
- pendapat pertama
tidak ada keutamaan khusus untuk malam nishfu sya’ban. statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya, dengan mengatakan hadis yang menyebutkan keutamaan malam nishfu sya’ban adalah lemah
- pendapat kedua
ada keutamaan khusus untuk malam nishfu sya’ban. pendapat ini didukung oleh hadist
hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
kesimpulan mengenai amalan pada malam nishfu sya’ban
- nishfu sya’ban termasuk malam yag memiliki keutamaan, meskipun sebagian ulama menyebut hadis ini dhaif (Ibnu Dihyah), insyaAllah yang lebih kuat adalah penilaiannya Syekh al abani bahwa hadis tersebut statusnya shahih.
- tidak ditemukan satupun riwayat yang menganjurkan amalan tertentu ketika nishfu sya’ban. baik berupa puasa atau shalat. hadis diatas haya menunjukkan bahwa Allah mengampuni semua hamba-Nya di malam nishfu sya’ban kecuali dua manusia yang disebutkan.
- ulama berselisih pendapat tentang dianjurkan menghidupkan malam nishfu sya’ban dengan banyak beribadah. sebagian ulama menganjurkan seperti sikap beberapa ulama tabi’in yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. sebagian lain menganggap bahwa mengkhususkan malam nishfu sya’ban untuk beribadah adalah bid’ah.
- ulama yang membolehkan memperbanyak amal di malam nishfu sya’ban mereka menegaskan bahwa tidak boleh mengadakan acara khusus/ ibadah tertentu, baik berjamaah atau sendirian. memperbanyak amal tidak sama dengan mengadakan amalan khusus.
메타데이터
- post_id
- b9bd13d9d31c
- slug
- mengenal-bulan-syaban-b9bd13d9d31c
- url
- https://medium.com/@trinurdiani/mengenal-bulan-syaban-b9bd13d9d31c
- canonical_url
- https://medium.com/@trinurdiani/mengenal-bulan-syaban-b9bd13d9d31c
- author_url
- https://medium.com/@trinurdiani
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-31 18:25:42