← Back to list

Catatan Semin abad 20

16–10–1936 hari ini jumat pagi sambungan baru jalan semin — bajat, yang akan memberikan jalan keluar yang lebih baik bagi goeneonegkidoel…

zuhdi · 2024-07-08 14:17 · 0 claps · 1.4 min read
#history-of-culture #sejarah-indonesia #semin
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media

Catatan Semin abad 20

16–10–1936 hari ini jumat pagi sambungan baru jalan semin — bajat, yang akan memberikan jalan keluar yang lebih baik bagi goeneonegkidoel untuk produk-produknya ke solo, diresmikan dengan pembukaan gapura peringatan yang didirikan di perbatasan jogja dan surakarta. H.H. Susuhunan dan di sisi lain merupakan peringatan keenam belas tahun pemerintahan H.H. Sultan. hadir dalam acara tersebut adalah ass. residen jogja, bupati gunungkidul dan klaten dan banyak pejabat pemerintah lainnya.

17–10–1936 laporan mingguan dinas kesehatan kota jogja menyebutkan ada delapan kasus tifus abdominalis, dua di temon, satu di galoer dan lima di semin 29–12–1932 laporan mingguan Departemen Kesehatan Masyarakat melaporkan 9 kasus wabah dalam seminggu terakhir, semuanya fatal. Dari jumlah tersebut, 1 kasus terjadi di Cangkringan, 5 di Kota Gede, 2 di Patuk dan 1 di Nglipar. Satu kasus tifus lainnya terjadi di Jogja. Semin dan Temon sama-sama mencatat satu kasus disentri.

18–04–1934 di tempat sungai yang dalam, seorang gadis Jawa berusia tujuh tahun, yang sedang mandi di kali Ojo, dekat Semin, tercebur ke tempat yang dalam dan tenggelam. Mayatnya kemudian ditemukan.

14–02–1935 Hari ini, badai angin di nglipar (goenoengkidoel) menghancurkan 46 rumah. Dua warga terjebak di antara kayu-kayu yang berjatuhan dan harus dirawat di rumah sakit darurat di semin karena mengalami luka serius

11–09–1935 di jalan den dessa dekat boendelan dekat semin, yang terletak di kabupaten Goenoengkidoel, sebuah kasus perampokan di jalan telah terjadi. Seorang Jawa dari Klatensche dekat Semin yang sedang menuju ke daerah Solosche diserang pada pagi hari jam 6 pagi oleh empat orang yang tidak bertopeng, yang mengalahkannya dan membawa kabur sebuah ikat pinggang, yang berisi uang tunai sebesar f2,85. Dengan hasil rampasan yang tidak seberapa itu, para perampok kabur, meninggalkan korban dengan luka di jempol kanan. Para perampok itu tidak terlalu menikmati perbuatannya, karena dalam waktu 24 jam, polisi lapangan wonosari berhasil menangkap tiga orang dari mereka, dua perampok berasal dari K’aten dan dua dari Djokjasche (Semin) sendiri. Dua di antaranya adalah anggota serikat perampok yang terkenal kejam

29–06–1926 pernyataan infeksi akibat wabah di kecamatan Semin bangsal Goenoengkidoel dan Ngaroem, daerah kantong kerajaan Mangkoenegorosche, keduanya di Karesidenan Djokjakarta, telah dicabut

02–07–1926 pernyataan wabah untuk kecamatan Semin, divisi Goenoengkidul dan ngaroem, daerah kantong kerajaan Mangkoenugorosche, keduanya di keresidenan Djokjakarta, telah dicabut


메타데이터
post_id
b9d3cfc57b9b
slug
catatan-semin-abad-20-b9d3cfc57b9b
url
https://medium.com/@hanfzuhdi/catatan-semin-abad-20-b9d3cfc57b9b
canonical_url
https://medium.com/@hanfzuhdi/catatan-semin-abad-20-b9d3cfc57b9b
author_url
https://medium.com/@hanfzuhdi
status
ok
fetched_at
2026-07-23 10:50:50