Jadilah Ulama yang Intelek, bukan Intelek yang Tahu Agama.
Sebuah masalah sekularisasi yang sedang menjamur, serta solusinya.
Jadilah Ulama yang Intelek, bukan Intelek yang Tahu Agama.
Sebuah masalah sekularisasi yang sedang menjamur, serta solusinya.

Sumber: Bagian Dokumentasi PMDG
Merupakan salah satu quotes yang sering diucap oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Seringkali terngiang dalam benak setelah menyelesaikan studi kami, mengingat kenyataan dan realisasinya dalam dunia nyata tentang ucapan Pak Kyai sewaktu kami masih di pondok. Apa maksud dari ujaran ini dan kenapa ada ucapan seperi ini?
Kata “ulama” merupakan bahasa serapan dari Bahasa Arab yang berarti ahli ilmu. Namun, dalam bahasa Indonesia, sesuai KBBI, ulama berarti orang yang ahli dalam pengetahuan agama Islam. Sederhananya, ulama bisa berarti ustadz, kyai, guru ngaji, guru agama, dsb yang memahami ilmu agama. Dalam konteks ini, arti ulama dalam Bahasa Indonesia lah yang akan kita pakai.
Sedangkan “intelek” dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai terpelajar atau cendekia. Lebih dalam lagi, intelek berarti memiliki pikiran yang tajam, cerdas dalam berpikir. Para intelek lah yang kerap kali menggaungkan ide-ide dan pemikiran kritis serta memikirkan masa depan.
Peran intelek sangatlah penting dalam sebuah peradaban. Banyak sekali kita temukan saat ini intelek-intelek yang bahkan dapat menemukan tesis-tesis penemuan baru. Sayangnya, banyak juga yang mengesampingkan faktor agama dalam pelaksanaan nya. Rupanya ada upaya dikotomi antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama.
Di sisi lain, banyak juga kita temukan ulama yang kurang mengelokkan dan bahkan menghiraukan ilmu-ilmu dunia. Pasalnya ilmu-ilmu tersebut tak berguna di akhirat nanti. Padahal Al-Qur’an saja menyuruh kita untuk berpikir dalam banyak hal, termasuk astronomi, geologi, kelautan, dsb. Apalagi Indonesia sebagai negara paling agamis tentu memiliki ulama yang tak terhitung jumlahnya.
Oleh karena itu, kita harus bisa berpikir global, yaitu dengan menjadi Ulama yang Intelek, dan jangan hanya menjadi Intelek yang sekedar ‘tahu’ agama.
Baca juga: Guru dan Transformasi Nilai
Yang menjadi pertanyaan adalah: Bagaimana caranya?
Pertama, mari kita kembali meniliki moto PMDG:
- Berbudi Tinggi
- Berbadan Sehat
- Berpengetahuan Luas
- Berpikiran Bebas
Bisa kita dapati moto nomor empat berbunyi: berpikiran bebas. Rupanya aspek ini yang kurang dilatih oleh orang pada umumnya sebagai cara untuk menjadi intelek. Membiasakan diri sendiri untuk berpikiran bebas akan melatih otak kita agar menjadi kritis, sehingga dapat membangun imajinansi dan memunculkan ide-ide baru yang mungkin dapat bermanfaat untuk sesama.
Perlu digaris bawahi bahwa berpikiran bebas tidak bisa diimplikasikan tanpa berpengetahuan luas. Pengetahuan dapat diperkaya dengan banyak membaca buku serta mendengarkan diskursus yang bermanfaat. Begitu pula berpengetahuan luas harus lebih dulu berbudi tinggi dan berbadan sehat.
Kedua, Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Semua ilmu pengetahuan duniawi (selain ilmu agama) harus dan wajib dibalut dan dikemas dengan keislaman. Mengapa? Nilai dan value keislaman lah yang harus terejawantah dalam segala aspek, termasuk ilmu pengetahuan. Agama lah yang akan menjadikan manusia menjadi manusia. Tanpanya sifat hewani lah yang akan muncul dari manusia.
Adanya sekularisasi ilmu pengetahuan akan mengakibatkan terwujudnya kehidupan sosial yang nirmoral dan adab. Oleh karena itu,
Jadilah Ulama yang Intelek, bukan Intelek yang Tahu Agama
Halo! Terima kasih banyak sudah membaca tulisanku… Ini merupakan tulisan baru yaa.. Aku nulis ini karena ada Kak Levana dan Kak Jiilaan Aanisah yang sempat tertarik dengan quotes ini. Thanks ya udah buat aku nulis :D …
Jangan lupa untuk memberi applause 👏🏻 Tuliskan pendapat dan opinimu di kolom komentar yaa…
메타데이터
- post_id
- b9efa4fa386c
- slug
- jadilah-ulama-yang-intelek-bukan-intelek-yang-tahu-agama-b9efa4fa386c
- url
- https://medium.com/@raya.amrullah/jadilah-ulama-yang-intelek-bukan-intelek-yang-tahu-agama-b9efa4fa386c
- canonical_url
- https://medium.com/@raya.amrullah/jadilah-ulama-yang-intelek-bukan-intelek-yang-tahu-agama-b9efa4fa386c
- author_url
- https://medium.com/@raya.amrullah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-22 16:23:41