15th anniversary.
Langit pagi berwarna biru, bersih tanpa awan yang menganggu. Cahaya matahari menyinari wajah dengan lembut, menciptakan bayang-bayang yang…
15th anniversary.
Langit pagi berwarna biru, bersih tanpa awan yang mengganggu. Cahaya matahari menyinari wajah dengan lembut, menciptakan bayang-bayang yang menari di atas jalan setapak. Hari ini terasa hangat seolah hari itu memang sengaja untuk dirayakan.
Shinyu berjalan santai, tidak terburu-buru. Ia berhenti di sebuah toko bunga yang berada di sudut jalan. Pintu kaca toko berdering saat ia dorong, disambut dengan aroma bunga yang segar. Shinyu berdiri sejenak di dalam toko, memandangi deretan bunga yang tersusun rapih, seolah sedang mencari bunga yang paling disukai oleh kekasihnya.
Tidak menunggu lama, Shinyu keluar dari toko bunga tersebut sembari membawa rangkaian bunga di tangannya. Tak lupa membeli beberapa hadiah kecil lainnya seperti cokelat dan boneka hamster. Shinyu tersenyum, dirinya tak sabar akan bertemu dengan kekasihnya dan melihat senyuman indah sang kekasih.
Perjalanan menuju tempat yang ditinggali oleh kekasihnya ia tempuh dengan langkah yang pelan. Jalan yang ia lewati tampak tenang, sesekali angin berhembus lembut, menggerakkan daun-daun di atas pohon hingga mengeluarkan suara seperti bisikan halus yang sulit ditangkap. Langkahnya sedikit melambat ketika semakin dekat. Bukan karena takut, melainkan karena ada kebiasaan kecil seperti ingin menikmati suasana lebih lama sebelum benar-benar sampai.
Setelah lebih lama menikmati suasana, ia berhenti di tempat yang sudah begitu ia kenal. Shinyu menarik napas pelan, lalu duduk perlahan di hadapan sang kekasih. Tangannya bergerak membersihkan batu nisan bertuliskan ‘Choi Youngjae’ yang tertutup daun kering. Gerakannya tenang, penuh dengan perhatian, seperti sedang membersihkan sesuatu yang sangat berharga.
“Happy anniversary yang ke-lima belas, sayang.” ucapnya pelan, ia meletakkan rangkaian bunga cantik dengan hati-hati. “Aku juga beliin sesuatu yang kamu suka.” satu persatu ia keluarkan semua hadiahnya untuk diberikan kepada sang kekasih.
30 menit berlalu, Shinyu tetap di sana, diam memandangi orang yang ia cintai terbaring tenang. Tatapannya lembut, namun tidak seperti seseorang yang sedang berduka, tetapi seperti seseorang yang sedang mengulang kebahagiaan dengan cara yang berbeda. Senyum kecil terukir di wajah Shinyu, ia terus mengelus-elus pelan kepala kekasih “Sayangku, you should know that i really love you. Maafin aku kalau aku ada salah ya, sayang.. aku janji kamu orang terakhir yang aku cintai di hidupku.” ucapnya lirih.
Angin kembali berhembus, membawa kehangatan yang sama seperti matahari di atas sana. Hari itu tak terasa seperti perpisahan ataupun kehilangan, lebih seperti perayaan kecil sederhana yang pernah mereka miliki, dan entah bagaimana masih terasa utuh. Di bawah langit yang cerah, semuanya terasa begitu… cukup.
ーfin.
메타데이터
- post_id
- b9fdb505fd9f
- slug
- 15th-anniversary-b9fdb505fd9f
- url
- https://medium.com/@shinyungzai/15th-anniversary-b9fdb505fd9f
- canonical_url
- https://medium.com/@shinyungzai/15th-anniversary-b9fdb505fd9f
- author_url
- https://medium.com/@shinyungzai
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-01 09:04:44