← Back to list

dia Mawar merah

Di tengah reruntuhan harapan dan langit yang tak lagi biru,  ada seorang beraroma mawar namun durinya tertancap dalam dalam —   duduk diam…

Nur Ariestya Ningsih · 2025-06-23 03:06 · 0 claps · 1.0 min read
#puisi #mawar #metáforas #puisi-indonesia
Open on Medium ↗

dia Mawar merah

Di tengah reruntuhan harapan dan langit yang tak lagi biru, ada seorang beraroma mawar namun durinya tertancap dalam dalam — duduk diam, menahan kristal putih jatuh, menulis puisi pada angin yang tak sempat membalas.

Hatinya bukan dari kaca, tapi dari lautan. Dalam, luas, dan menyimpan badai yang bahkan langit pun takut tenggelam di dalamnya.

Dia pernah menyukai sahara dan bermimpi menjadi jenis seindah lili, yang menjanjikan pantai, senja, dan masa depan tanpa harus melepas mawar tanpa duri berbisanya.

tapi semesta berkata: tidak semua ingin harus sampai.

Dan sejak itu, malam-malam berubah menjadi reruntuhan lagu dan setiap jendela jadi museum kenangan yang tak bisa dia kunjungi tanpa sesak di dada.

Tapi… lihat mawar itu, masih digemari peminatnya walau masih berduri tajam dan menyayat siapapun yang tidak hati hati. bahkan masih berdiri, dan mengalahkan jenis lainnya.

Dengan mata sembab dan suara yang hilang, dengan tubuh yang lelah dan hati yang compang-camping, ia tetap hidup. Tetap memeluk hari esok walau takut kecewa lagi.

Karena dia tahu… meski inginnya tak abadi, tapi dirinya sendiri… adalah rumah yang paling setia.

Dan jika suatu hari ada yang bertanya, “Siapa bunga terindah dan paling kuat di dunia ini?” jawab tanpa ragu dia: mawar berduri

-penyair 1.815 hlm, cc-

🥀🌙


메타데이터
post_id
ba6a25a5da06
slug
dia-mawar-merah-ba6a25a5da06
url
https://medium.com/@cicayy/dia-mawar-merah-ba6a25a5da06
canonical_url
https://medium.com/@cicayy/dia-mawar-merah-ba6a25a5da06
author_url
https://medium.com/@cicayy
status
ok
fetched_at
2026-06-25 16:53:31