← Back to list

Berkelana sendiri?

‘Sendiri’ satu kalimat yang dapat dirasakan yaitu kekosongan dan kesunyian, tapi bagaimana kalau ternyata kekosongan dan kesunyian itu…

Zaradaise · 2026-05-19 14:19 · 0 claps · 1.5 min read
#sendiri #berkelana #kekosongan #menyakitkan #kehilangan
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎵 · Music & Audio

Berkelana sendiri?

‘Sendiri’ satu kalimat yang dapat dirasakan yaitu kekosongan dan kesunyian, tapi bagaimana kalau ternyata kekosongan dan kesunyian itu menjadi tempat paling aman untuk diri kita sendiri?

Aku selalu merasa tidak bisa melakukan segala hal sendiri, mengingat aku adalah manusia — makhluk sosial yang pasti membutuhkan manusia lain di hidupnya. Tapi bagaimana kalau ‘manusia lain’ itu akan menghilang? bukan menghilang dari dunia ini, tapi menghilang dari diri kita, dari hidup kita.

Tentu, rasanya menyakitkan.

Tapi apakah kita saling merasa kehilangan atau hanya aku yang merasa kehilangan, kesunyian, dan kekosongan?

Dalam sebuah hubungan aku merasa, hanya aku yang menempatkan dia di kursi prioritas di hatiku, aku menaruh harapan, bahkan menaruh kebahagiaan padanya. Hal itu membuat aku merasa, aku punya tempat yang aman, aku punya dia yang membuat aku tidak merasa ‘sendiri’.

Tapi, tanpa aku sadari, hanya aku yang menganggapnya seperti itu. Karena aku hanya tambahan dalam hidupnya, bukan prioritas ataupun mendapatkan ruang tersendiri di hatinya.

Jadi, ketika masanya aku dan dia sudah habis, hanya aku yang kebingungan merasakan perasaan aneh. Dia tidak, hanya aku saja.

Dia dengan mudah berkelana ‘sendiri’ lebih jauh lagi, tanpa merasakan kata ‘sendiri’ itu juga. Sedangkan aku di sini, hadir dalam pikiranku sendiri, sembari bertanya-tanya, apakah aku tidak cukup pantas untuk dianggap prioritas dalam hidupnya, atau apakah aku tidak cukup pantas juga untuk dia menghargai aku.

Itu memang menyakitkan, lebih, lebih menyakitkan.

Tapi itu sebuah pembelajaran, bukan? dimana aku tidak diperbolehkan menaruh harapan pada siapapun, apa lagi menaruh sembarangan ‘manusia lain’ di kursi prioritas dalam hatiku.

Dimana aku harus berani berkelana ‘sendiri’ meninggalkan rasa sakit itu tanpa bertanya-tanya seberapa pantaskah aku dalam hidupnya. ‘Sendiri’ memang menyedihkan, aku tidak suka ‘sendiri’, menakutkan. Tapi, kalau ‘sendiri’ itu bisa membuat aku berkembang menjadi lebih baik lagi dan belajar untuk tidak begantung pada ‘manusia lain’, sepertinya aku akan mencoba menerima itu walaupun menyakitkan.

Aku pikir, tidak papa ‘sendiri’ asalkan itu membuatku merasa aman dan nyaman. Dari pada aku bersama ‘manusia lainnya’ tapi membuatku tidak nyaman dan selalu merasa takut, aku lebih baik mengikhlaskan kepergiaanya dalam hidup aku.

Jadi, sepertinya berkelana ‘sendiri’ itu tidak buruk, tidak masalah, atau mungkin hanya merasakan takut sedikit. Tapi, setelahnya mungkin hanya akan mengalir saja seperti air hujan yang sudah semestinya jatuh ke bumi.

‘Sendiri’ tidak masalah, yang menjadi masalah ketika kita terus-menerus membutuhkan ‘manusia lain’ untuk menghilangkan kata ‘sendiri’ itu.


메타데이터
post_id
ba9fe12f4367
slug
berkelana-sendiri-ba9fe12f4367
url
https://medium.com/@hlee40207/berkelana-sendiri-ba9fe12f4367
canonical_url
https://medium.com/@hlee40207/berkelana-sendiri-ba9fe12f4367
author_url
https://medium.com/@hlee40207
status
ok
fetched_at
2026-08-01 03:01:02