← Back to list

Satu Poin dalam Semusim: Ketika FC Shkupi “Cosplay Jadi Honda Scoopy” di Liga Makedonia Utara…

Dalam dunia sepak bola, menjadi tim juru kunci dan harus rela terdegradasi memang sebuah kenyataan yang menyakitkan.

Muhamad Al-dava Rizqitha Alief · 2026-06-02 06:59 · 0 claps · 3.1 min read
#sepakbola #makedonia-utara #north-macedonia #fc-shkupi
Open on Medium ↗

Satu Poin dalam Semusim: Ketika FC Shkupi “Cosplay Jadi Honda Scoopy” di Liga Makedonia Utara 2025/26

Sumber Gambar: FC Shkupi

Sumber Gambar: FC Shkupi

Dalam dunia sepak bola, menjadi tim juru kunci dan harus rela terdegradasi memang sebuah kenyataan yang menyakitkan.

Namun, ada perbedaan besar antara finis di posisi terbawah dengan 20 poin, dibandingkan hancur lebur di dasar klasemen hanya dengan koleksi satu poin.

Itulah mimpi buruk yang dialami oleh FC Shkupi pada kompetisi Liga Makedonia Utara musim 2025/26.

Klub tersebut mengakhiri musim dengan catatan super minor yang bikin semua orang “tepuk jidat”.

Bukannya FC Shkupi Itu Tim Kuat?

Sebelum berasumsi lebih jauh, kamu harus tahu bahwa Shkupi bukanlah klub kerdil yang sejak awal ditakdirkan menjadi bulan-bulanan lawan.

Berbasis di ibu kota Skopje dengan dukungan suporter fanatik bernama Shvercerat, mereka adalah wajah langganan papan atas Liga Makedonia Utara.

Klub ini punya sejarah yang mentereng. Mereka sukses meraih gelar juara liga pada musim 2021/22 dan rutin mewakili negaranya di babak kualifikasi kompetisi bergengsi Eropa.

Berstatus sebagai salah satu raksasa lokal beberapa tahun sebelumnya, melihat mereka terpuruk tak berdaya saat ini benar-benar sebuah anomali besar.

Perjalanan FC Shkupi yang Penuh Tangis

Bencana ini sebenarnya sudah tercium sejak awal bergulirnya kompetisi.

Sejak peluit laga pekan perdana dibunyikan, rentetan hasil buruk langsung menghantui skuad asuhan Erkan Murseli.

Alih-alih mencuri kemenangan untuk membangun mental pemenang, Shkupi malah berubah menjadi lumbung gol.

Baik saat bermain di hadapan publik sendiri maupun ketika melakoni laga tandang, kekalahan beruntun terus mereka telan.

Setelah sekian pekan bergulir, Shkupi masih belum juga meraih satu pun kemenangan.

Setiap kali mereka turun ke lapangan, aura tim semakin lama terasa semakin tragis dan kehilangan arah.

Namun, di tengah gelapnya badai kekalahan beruntun, ada satu momen langka di mana mereka akhirnya berhasil memecah kebuntuan.

Momen krusial ini terjadi di pertengahan musim, saat Shkupi secara mengejutkan mampu menahan imbang rival papan tengah, FK Rabotnicki, dengan skor akhir 1–1.

Saat peluit panjang berbunyi di laga tersebut, mungkin ada secercah harapan bagi para pendukungnya bahwa Shkupi bisa bangkit dan merangkai hasil positif.

Sayangnya, harapan tersebut terbukti semu dan tidak pernah benar-benar terwujud hingga musim berakhir.

Kekalahan terbesar yang diraih FC Shkupi terjadi di laga melawan FC Rabotnicki (yang juga terdegradasi musim ini) pada 16 Mei 2026 lalu.

Saat itu, FC Shkupi harus takluk 7 gol tanpa balas di laga tersebut.

Nggak cuma FC Rabotnicki, sang juara musim ini yaitu Vardar Skopje pun juga pernah menang 7 gol tanpa balas saat bersua dengan Shkupi.

FC Shkupi sendiri akhirnya harus tenggelam di dasar klasemen dengan hasil 0 menang, 1 imbang, dan 32 kalah. Iya, kamu nggak salah baca, 32 kali kalah dari 33 laga yang dimainkan.

For Your Information, berbeda dengan format kompetisi liga di Indonesia yang masih kental dengan sistem Second Round Robin, di Makedonia Utara menggunakan sistem Third Round Robin — tiga kali main dalam satu liga.

Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan FC Shkupi?

Melihat anjloknya performa secara drastis ini, kamu mungkin bertanya-tanya, “Kok bisa tim yang tadinya gacor parah sekarang cuma dapet 1 poin doang?”

Dari berbagai rentetan faktor, satu masalah terbesar yang dialami kubu tim biru-putih adalah krisis finansial akut.

Ketika penyandang dana utama mendadak menarik dukungan finansialnya sebelum musim 2025/26 dimulai, klub gagal menjamin gaji staf dan pemain.

Akibatnya, eksodus besar-besaran pemain kunci tak terhindarkan. Manajemen akhirnya terpaksa menurunkan skuad lapis kedua dan para pemain akademi yang belum matang secara taktik maupun mental untuk bertarung di kasta tertinggi.

Tanpa tulang punggung tim yang solid, pertahanan mereka bocor parah dan lini serang pun tumpul.

FC Shkupi Lebih Buruk dari PSBS Biak?

Bagi kamu pencinta statistik, mari kita letakkan pencapaian ini dalam perspektif sejarah.

Di liga top Eropa, kita tentu mengingat Derby County yang terdegradasi dari Premier League musim 2007/08, tapi mereka setidaknya masih sanggup mengumpulkan 11 poin.

Jika kita menengok liga domestik Tanah Air, PSBS Biak yang juga harus rela terdegradasi pada musim 2025/26 ini nyatanya masih mampu meraup 18 poin.

Bahkan jika dibandingkan dengan berbagai tim terburuk dalam sejarah sepak bola Eropa lainnya, koleksi cuma satu poin milik KF Shkupi ini tetap terasa luar biasa buruk dan sulit dipercaya.

Namun sepanjang musim 2025/26, performa lamban FC Shkupi di lapangan lebih sering membuat fans menggelengkan kepala daripada tertawa.

Bukannya tampil lincah layaknya motor yang baru diservis, laju mereka justru lebih mirip motor yang kehabisan bensin.

Sepak bola emang selalu punya kisah epik tentang kejayaan dan kejatuhan.

Musim 2025/26 tanpa ragu akan dikenang selamanya sebagai salah satu lembaran paling menyakitkan dalam sejarah panjang FC Shkupi.

Bagi para pendukungnya, satu poin di klasemen akhir bukan sekadar statistik di atas kertas.

Ia adalah pengingat brutal tentang betapa cepatnya sebuah klub kebanggaan bisa terjatuh dan hancur lebur ketika segalanya berjalan salah.


메타데이터
post_id
bb0f2ee50f58
slug
satu-poin-dalam-semusim-ketika-fc-shkupi-cosplay-jadi-honda-scoopy-di-liga-makedonia-utara-bb0f2ee50f58
url
https://medium.com/@davdavxr/satu-poin-dalam-semusim-ketika-fc-shkupi-cosplay-jadi-honda-scoopy-di-liga-makedonia-utara-bb0f2ee50f58
canonical_url
https://medium.com/@davdavxr/satu-poin-dalam-semusim-ketika-fc-shkupi-cosplay-jadi-honda-scoopy-di-liga-makedonia-utara-bb0f2ee50f58
author_url
https://medium.com/@davdavxr
status
ok
fetched_at
2026-06-23 17:05:31