← Back to list

Mbak: Berhenti di Titik Mereka Kecil

Secepat berputarnya waktu, aku tak lagi bisa memegang penuh sebuah perkembangan yang satu ini. Rasanya menyesakkan tapi juga melegakan. Apa…

awan bercerita · 2026-01-04 15:57 · 0 claps · 1.6 min read
#kakak-pertama #adik #tumbuh-dewasa
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 😂 · Humor & Satire

Mbak: Berhenti di Titik Mereka Kecil

Secepat berputarnya waktu, aku tak lagi bisa memegang penuh sebuah perkembangan yang satu ini. Rasanya menyesakkan tapi juga melegakan. Apa coba? Ialah tumbuh dan kembangnya adik-adikku. Baru-baru ini rasanya ingin menangis melihat mereka berkumpul jadi satu. Menjelma menjadi manusia yang sama besarnya denganku, bahkan sudah melebihi tinggi badanku.

Segala rekaman tentang mereka sedari bayi langsung terputar bergantian di kepala. Tangan mungil yang selalu balas menggenggam. Mata yang selalu ikut menyipit tertawa ketika aku mengajak mereka bicara. Pipi gembul yang tak pernah bosan aku kecup dengan sayang. Kaki-kaki lincahnya yang berusaha tegap berdiri dan langsung ingin berlari. Atau belepotannya mulut dengan makanan tak berbentuk yang beruntungnya punya gizi yang penuh. Semua itu masuk dalam memori besar di hidupku sebagai mbak bagi mereka.

Mengapa tak ada yang bilang ya sebegini emosionalnya menghadapi mereka tumbuh dewasa?

Seperti aku yang masih mengaduk bubur kesukaannya sedang mereka sudah bisa naik pesawat dan menghadiri rapat bersama temannya. Wkwk permisalan yang beneran membunuh kewarasanku untuk melanjutkan hidup kembali. Tiba-tiba meminjam koleksi novelkulah, tiba-tiba menasehatiku tentang cintalah, tiba-tiba berebut naik motorkulah, tiba-tiba bahas perang dunia, tiba-tiba sudah bisa update whatsapp story. Segala ketiba-tibaan yang menyergap tanpa aba-aba untukku sebagai kakak pertama. Dek tolonglahh huhu:(

Mungkin aku yang terlalu banyak mengingat hal-hal kecil tentang mereka, hingga lupa mereka bisa cepat bertumbuhnya tanpa harus dihitung dengan angka.

Mungkin aku sebagai kakak yang lahir lebih dulu dan sudah mengerti, lantas terlalu banyak memiliki memori yang tentangnya. Yang rekamannya berputar seperti kaset rusak di kepala.

Mungkin inilah saatnya aku melepaskan kata ‘adik kecil’ yang melekat di mereka sebab pasti mereka akan tumbuh dewasa tanpa harus didampingi mbaknya yang selalu ada.

Mungkin juga inilah rasanya menjadi orang tua, yang apabila belum dikatakan siap mana bisa kita menjadi orang tua yang sama-sama bertumbuh dengan mereka. Yang ada malah frustasi menyaksikan mereka tumbuh dengan cepat.

Mungkin aku belum siap menjadi orang tua, sebab nyatanya aku terus-terusan berhenti di titik mereka kecil dan tidak bisa apa-apa.

Padahal nyatanya, takdirnya semua pasti berubah siap atau tidak siapnya kita. Tinggal menelaah kembali agar tidak ada kata tiba-tiba dan kita yang disitu-situ saja.

mbak yang mellow di libur sekolah — 4 Januari 2025


메타데이터
post_id
bb3e13e08707
slug
mbak-berhenti-di-titik-mereka-kecil-bb3e13e08707
url
https://medium.com/@alizza.alfitraa/mbak-berhenti-di-titik-mereka-kecil-bb3e13e08707
canonical_url
https://medium.com/@alizza.alfitraa/mbak-berhenti-di-titik-mereka-kecil-bb3e13e08707
author_url
https://medium.com/@alizza.alfitraa
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01