Andai Kamu Tidak Ada
Mereka sangat senang merusak hubungan baik Pikiran dan Hati, sambil mencekoki konten-konten negatif ke keduanya. Kelakuan badass mereka ….
Andai Kamu Tidak Ada

Sumber: Longleat.co.uk
Di atas menara pengawas, terlihat jutaan ruangan yang berjejer tak menentu dengan jalan-jalan sebagai penghubung. Kombinasi ruangan dan jalan itu berbentuk menyerupai labirin. Salah satu tugasku adalah mengawasi seluruh ruangan untuk melihat pekerjaan di dalamnya dilakukan sesuai prosedur atau ada yang bermasalah. Aku tidak perlu lagi peta karena sudah terbiasa menjelajahi rupa Pikiran yang rumit.
Aku menarik kesimpulan setelah mengunjungi satu demi satu ruangan. Tokoh-tokoh yang berada di Pikiran bekerja begitu giat. Menginterpretasi sesuatu yang baru maupun lama, merencanakan konsep, mengoordinasi gerak dan refleks, mengendalikan indra. Kinerja para tokoh begitu baik dan detail, membuatku terkesan.
Tidak ada yang bermasalah dengan Pikiran. Aku mencoret tulisan Pikiran yang ada dalam buku catatan kecilku. Daftar tempat yang tertulis di bawahnya adalah Hati. Aku meluncur ke bawah dengan girang karena Hati adalah tempat favoritku. Di Hati, terdapat papan informasi berisi kegiatan-kegiatan yang sedang dikerjakan di dalamnya yang terletak di sebelah pintu masuk. Papan itu sangat memudahkan pekerjaan karena Aku tidak perlu repot menelusuri satu per satu ruangan seperti di Pikiran. Terdapat dua kegiatan yang sedang dikerjakan di dalam Hati sekarang ini. Keinginan kuat menyelesaikan rencana dan mencintai dalam diam. Aku sangat ingin mengunjungi bagian yang mengurusi “mencintai dalam diam,” tetapi nanti saja setelah pekerjaan selesai. Aku klik “keinginan kuat menyelesaikan rencana” dan segera muncul peta yang mengarahkan ke bagian yang mengurusi itu.
Tak jauh dari pintu masuk setelah melalui dua kali persimpangan, Aku sampai di bagian yang dimaksud. Ada tiga tokoh sedang bekerja dengan tugas yang berbeda-beda. Menghapus output negatif dari Pikiran, memasukkan kalimat-kalimat penyemangat ke dalam mesin, dan menyebarkan semangat berkompetisi. Melihat kerja keras ketiga tokoh itu, Aku merasa kinerja Hati sama baiknya dengan Pikiran. Mereka sinkron. Aku mencoret tulisan Hati yang tertulis dalam buku catatan.
Ada satu tempat lagi yang perlu dikunjungi. Aku kembali menuju lift. Baru bergerak sedikit, Aku merasakan firasat buruk. Bagian terakhir ini hampir selalu memberontak. Ketika Pikiran dan Hati saling melengkapi, bagian ini tampil berbeda dan merusak harmoni yang ada. Aku berharap semoga firasat kali ini tidak benaran terjadi.
Lift berhenti. Aku sampai di tempat terakhir yang harus dikunjungi. Terdapat dua orang menyambut kedatanganku yang membuat firasatku terasa benar. Mereka mengajakku mengobrol basa-basi sambil berjalan-jalan melihat pemandangan. Sempat terpukau dengan keindahannya, Aku kembali tersadar akan pekerjaan. Aku memancing bertanya kegiatan apa yang dilakukan di dalam gedung, tapi dua orang ini selalu mengalihkan topik pembicaraan. Tidak beres.
Aku bergegas mengarah ke pintu masuk. Dua orang itu tidak kuasa menghadang badanku yang besar dan kekar. Baru membuka sedikit pintu masuk, terdengar suara keributan yang berasal dari dalam gedung. Tokoh-tokoh berulah dan membuat heboh seisi bangunan. Mereka sangat senang merusak hubungan baik Pikiran dan Hati, sambil mencekoki konten-konten negatif ke keduanya. Kelakuan badass mereka mendoktrin kemalasan ke seluruh bagian, tidak hanya Pikiran dan Hati. Aku menghela napas dalam-dalam, bukan sesuatu yang mengherankan. Aku melingkari kata nafsu dalam buku catatan. Kali ini, nafsu yang menjadi penyebab utama Aku bermalasan dan tidak produktif.
Sidoarjo, 27 Januari 2025
메타데이터
- post_id
- bb4cee547145
- slug
- andai-kamu-tidak-ada-bb4cee547145
- url
- https://medium.com/@naufalhatta/andai-kamu-tidak-ada-bb4cee547145
- canonical_url
- https://medium.com/@naufalhatta/andai-kamu-tidak-ada-bb4cee547145
- author_url
- https://medium.com/@naufalhatta
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-21 04:51:34