← Back to list

Adanya Kata “Oknum” Adalah Bukti Sucinya Orang Indonesia

Ketika sesuatu yang buruk atau negatif terjadi, kata “oknum” langsung digunakan. Kata “oknum” seolah-olah menjadi penyelamat bagi…

Galih Arjuna · 2021-02-09 15:58 · 3 claps · 1.6 min read
#oknum #instansi #organisasi #suci
Open on Medium ↗

Adanya Kata “Oknum” Adalah Bukti Sucinya Orang Indonesia

Ketika sesuatu yang buruk atau negatif terjadi, kata “oknum” langsung digunakan. Kata “oknum” seolah-olah menjadi penyelamat bagi pihak-pihak yang tidak ingin dirugikan oleh kejadian tersebut. Menurut KBBI versi daring, kata “oknum” artinya “orang atau anasir (dengan arti yang kurang baik”. Kata “oknum” seringkali digunakan oleh instansi/organisasi (profesi) yang tidak ingin dikaitkan dengan peristiwa negatif yang terjadi. Singkatnya, mereka tidak ingin jika ada peristiwa negatif dikaitkan dengan instansi/organisasi mereka.

Sebenarnya, hal ini cukup dapat dimengerti. Wajar saja jika terjadi peristiwa negatif tidak perlu dikaitkan dengan profesinya, cukup disebut pribadi yang bersangkutan saja. Namun, yang menjadi permasalahan adalah apakah penggunaan kata “oknum” dapat dipertanggungjawabkan? Bukankah penyematan kata “oknum” hanya untuk menjaga kesucian instansi/organisasi saja?

Secara umum, penggunaan kata “oknum” banyak digunakan pada TNI dan Polri, serta instansi/organisasi lainnya yang memiliki nama atau kelompok tertentu (ormas, ojol, partai politik). Hal yang perlu ditekankan di sini adalah apakah jika tidak disematkan kata “oknum” akan merubah kenyataan profesi pelaku dan menghilangkan kaitan instansi/organisasi pelaku? Misalkan, pelaku berprofesi sebagai ojol, kemudian pada sebuah berita disebut sebagai “oknum ojol”, apakah artinya pelaku bukanlah seorang ojol? Tentu tidak, pelaku tetap berprofesi sebagai ojol. Kemudian, apa bedanya jika diganti dengan kata “ojol” saja? Tentu tidak ada bedanya, karena pelaku tetap berprofesi sebagai ojol. Kata “oknum” seolah-olah menjadi jalan keluar dari masalah yang sedang terjadi. Padahal, ada atau tidaknya kata “oknum” tidak merubah kenyataan profesi pelaku.

Anehnya, penggunaan kata “oknum” sangat terbatas dan hanya di situ-situ saja. Ketika ada peristiwa tawuran antar pelajar, korupsi guru, atau artis yang ditangkap karena narkoba, tidak pernah dikatakan sebagai “oknum pelajar”, “oknum guru”, atau “oknum artis”. Dan tidak pernah ada yang protes jika penggunaan kata-kata tersebut tidak pernah digunakan. Hal ini menandakan bahwa terlepas dari peristiwa apapun yang terjadi, profesi pelaku tetap akan terlihat. Apakah perlu dalam setiap peristiwa negatif yang teradi disematkan kata “oknum”? Penggunaan kata “oknum” tidak akan merubah kenyataan yang ada. Biarkan dunia tahu bahwa memang kenyataannya seperti itu.

Pemahaman bacaan yang baik memang sangat diperlukan jika penggunaan kata “oknum” tidak diperlukan lagi. Jika pemahaman bacaan orang Indonesia masih buruk dan tidak ada lagi kata “oknum”, maka dipastikan semakin banyak instansi/organisasi yang naik pitam karena tidak terima jika identitasnya dikaitkan dengan peristiwa negatif. Padahal, sama sekali tidak bertujuan untuk mengaitkan dengan instansi/organisasi pelaku, melainkan untuk menunjukkan profesi pelaku. Penggunaan kata “oknum” yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ini justru menjadi tameng ketika ada peristiwa buruk terjadi, dengan dalih bahwa pelaku adalah oknum. Penggunaan kata “oknum” adalah bukti nyata orang Indonesia yang selalu ingin tetap suci.


메타데이터
post_id
bb5613652a33
slug
adanya-kata-oknum-adalah-bukti-sucinya-orang-indonesia-bb5613652a33
url
https://medium.com/@thewonderboy/adanya-kata-oknum-adalah-bukti-sucinya-orang-indonesia-bb5613652a33
canonical_url
https://medium.com/@thewonderboy/adanya-kata-oknum-adalah-bukti-sucinya-orang-indonesia-bb5613652a33
author_url
https://medium.com/@thewonderboy
status
ok
fetched_at
2026-07-15 03:35:51