Kita Lebih Suka Main Tarik Tambang Ketimbang Panjat Pinang
Dulu setiap ada lomba di 17 Agustus saya sering sekali melihat lomba tarik tambang. Entah itu antar desa, keluarahan, kecamatan, atau bisa…
Kita Lebih Suka Main Tarik Tambang Ketimbang Panjat Pinang

Dulu setiap ada lomba di 17 Agustus saya sering sekali melihat lomba tarik tambang. Entah itu antar desa, keluarahan, kecamatan, atau bisa antar sekolah.
Memang begitu senang pasti melihat perlombaan tarik tambang yang dibagi menjadi dua kelompok. Mulai dari kelas, jenis kelamin, bahkan ada anak kecil melawan bapak-bapak.
Siapa yang menang pasti memiliki kekuatan penuh pada otot tangan kita yang sangat kekar di tarik tambang ini. Bukan tambang yang mengeruk hasil bumi ya, tapi ini beneran tarik tambang yang menggunakan tali sebagai alat tarik menarik antar kelompok loh.
Sekarang juga masih berlansung perlombaan itu, namun dalam bentuk lain perlombaan tarik tambang. Konsepnya juga sama. Siapa yang memiliki kekuatan penuh, kelompok itulah yang akan menang.
Bedanya tarik tambang yang satu ini panjang tali tambangnya saking panjangnya, di tarik tidak akan ketemu ujungnya, dua kubuh yang bermain, dari sebelumnya hal yang seru, malah akhirnya ada menjadi korban dua atau tiga orang.
Perlombaan ini dimainkan tanpa adanya panitia kalau zaman sekarang. Kita semua bisa ikut main juga, asalkan ada yang memulai, disitu kita bisa ikut bermain tarik menarik.
Bukan pakai tali ya sekarang, tapi pakai gagasan, konsep, ketikan smartphone, bahkan jenis kelamin juga bisa dipakai konsepnya.
Bahkan urusan tarik menarik ini bisa memantik emosi antar kelompok, kalau dulu bukan emosi tapi otot kita yang bermain tarik menarik dari permainan tarik tambang.
Siapa yang kuat, dialah yang akan memenangkan urus pertalian ini. Bayangkan saja urusan tarik menarik ini Cuma menimbulkan konflik horizontal semata. Bahkan yang seharusnya kita lawan bukanlah kelompok yang sama dengan kobaran yang menjadi tujuan kita.
Justru yang ada di depan mata kita dengan jelas adalah pemicu konflik yang tidak seharusnya kita perdebatkan. Dengan jelas kita tanpa sadar dipermainkan oleh kendali tanpa tangan atau bisa disebut shadow hand.
Memang benar peribahasa yang mengungkapkan Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan tampak.
Kita sering mengabaikan masalah besar yang benar-benar terlihat jelas dan kita hanya mengurusi masalah yang tampak kecil bagi sebagian orang.
Masalah ini akan terus berlanjut jika dalang pewayang ulung tetap memainkan perannya. Dan penonton akan selalu tertawa melihat kita bermain tarik tambang.
Sampai terus tarik menarik hingga tali itu putus. Yang berujung kita akan menghakimi siapa yang memutuskan tali itu hingga terjadinya cekcok antar pemain.
Akhirnya kita memilih untuk memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Padahal kebenaran akan terlihat jelas jika kita menjadi satu rasa sebagai bangsa Indonesia yang berbagai macam.
Tanpa adanya perlombaan tarik menarik ini. Kita mungkin akan bermain panjat pinang sebagai gantinya untuk menyatukan rasa pada tujuan yang seharusnya kita tuju.
Walaupun licin dalam hal panjat pinang, tetapi kita memilih untuk saling bahu membahu guna mendapatkan apa yang kelompok inginkan.
Dengan begini kita tak perlu lagi bermain tarik tambang yang diselenggarakan oleh para dalang yang ada di balik layar putih dan hanya ada bayang semu saja.
Bahwa sebenar-benarnya kita akan terus memilih bermain tarik tambang yang tak akan pernah usai sampai kapanpun.
Mau itu kamu yang menang atau saya yang menang akan mendapatkan penghargaan orang banyak dengan prestis yang keren di mata manusia.
Permasalahan ini pun tak akan selesai jika kita tak pernah menyadari apa yang seharusnya kita liat sebagai suatu masalah, bukan sebagai suatu urusan yang menimbulkan konflik antara kita bersama.
Dan berujung tarik tambang ini akan menjatuhkan kita menuju lumpur terdalam yang tak pernah selesai ujungnya seperti lumpur di Sidoarjo.
메타데이터
- post_id
- bb9d15efc221
- slug
- kita-lebih-suka-main-tarik-tambang-ketimbang-panjat-pinang-bb9d15efc221
- url
- https://medium.com/@rizkyfuldya/kita-lebih-suka-main-tarik-tambang-ketimbang-panjat-pinang-bb9d15efc221
- canonical_url
- https://medium.com/@rizkyfuldya/kita-lebih-suka-main-tarik-tambang-ketimbang-panjat-pinang-bb9d15efc221
- author_url
- https://medium.com/@rizkyfuldya
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 07:00:49