← Back to list

4 — Kebohongan

Seorang Hwang Yeji tidak akan mungkin menjalin cinta dengan rakyat biasa. Itu yang sudah ditanamkan pada dirinya oleh orang tuanya.

Historiachoi · 2024-08-30 11:44 · 0 claps · 4.5 min read
#yeji #yeonjun #yeonjunxyeji #yeonji #2yj
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment

4 — Momen Kebenaran

Seorang Hwang Yeji tidak akan mungkin menjalin cinta dengan rakyat biasa. Itu yang sudah ditanamkan pada dirinya oleh orang tuanya.

Jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Jangan pernah bergaul dan menjalin cinta dengan orang berkasta rendah.

Ya, tempat Yeji adalah di sini. Di sini ia harus mencari kenalan lalu berteman dan mungkin, menjalin cinta?

Di tempat yang ayahnya rekomendasikan. Sebuah pesta ulang tahun cucu pemilik perusahaan terbesar no.2 di Korea Selatan. Tempat dimana para anak pejabat, CEO, dan calon dokter hebat berkumpul. Intinya tempat orang hebat berkumpul di hotel megah ini.

Bukan di minimart kecil dekat apartemennya.

“Di mana Ayah bodoh itu berada?” Netra Hyunjin mengelilingi pandangan sekitarnya. Mencari keberadaan ayah yang membuat mereka sayang namun benci. Yeji yang dari tadi berada di sebelah Hyunjin, hanya diam saja.

Walau banyak pria tampan dan sukses disini, pikiran Yeji mau tak mau tetap bermain di minimart itu lagi. Walau ia menolak keras mengingatnya.

“Aku penasaran bagaimana wajah cucu kakek tua Choi itu. Biasanya marga Choi itu tinggi dan berkharisma. Pasti orangnya seperti itu juga,” kata Hyunjin melihat ke arah depan di mana pusat perhatian yaitu panggung utama ada disana, agak jauh di depan mereka, meja utama pemilik perusahaan raksasa ini bersama keluarga dan tentu saja, cucunya yang berulang tahun.

“Yeji-ku sudah sangat cantik hati ini. Kau pasti bisa merebut hati cucu kakek tua itu,” kata Hyunjin lagi namun Yeji tetap murung. Hyunjin menghela nafas. Susah sekali menghibur adiknya ini.

“Hyunjin! Yeji!”

Tiba-tiba dari kerumunan datang ayah dan ibu mereka menghampiri.

“Ayo Ayah kenalkan pada Daniel Choi,”kata ayahnya. Yeji hanya menurut saja mau dikenalkan pada kakek tua.

Mereka lalu berjalan ke depan. Ayah dan ibu mereka berjalan duluan sementara Yeji di belakang berjalan dengan malas, Hyunjin mau tak mau menemani adiknya itu.

“ Yeji!”

Yeji melirik kakaknya yang tiba-tiba memekik pelan. Tatapan Hyunjin ke depan, dengan mata membulat sempurna. Hyunjin lalu menunjuk sesuatu.

“Itu orang itu kan?” tanya Hyunjin. Yeji bingung, siapa yang dimaksud kakaknya. Yeji lalu melihat ke arah yang kakaknya tunjuk.

Badan Yeji mematung.

Dia memandang lekat pria yang sedang berbincang dengan kedua orang tuanya itu. Yeji mengecek dengan detail, pakaian pria itu, penampilannya. Masa iya pekerja part time di acara ini berpenampilan seperti itu?! Apa memang dress code- nya seperti itu?!

Iya, yang dia lihat adalah Choi Yeonjun!

“Ini anakku, Hwang Yeji dan Hwang Hyunjin. Yeji saat ini tahun ketiga di fakultas kedokteran, Hyunjin adalah pengacara muda,” ucap ayah Yeji sangat ramah dan rendah diri. Membuat Yeji dan Hyunjin tidak percaya, ayah mereka yang selama ini selalu mengangkat dagu ke atas menundukkan diri di depan orang lain.

Yeonjun melontarkan senyum tipis. Yeji tidak mengerti maksud senyum Yeonjun itu. Tidak, bukan seperti meremehkan atau merendahkan, tapi seperti “gotcha!

“Kau memiliki anak yang sukses, Pak Hwang,” ucap seorang kakek tua, Hyunjin berbisik mengatakan bahwa orang itu pemilik perusahaan besar ini.

Lalu siapa Yeonjun ini? Kok bisa berdiri di samping pemilik perusahaan terbesar no. 2 se-Korea Selatan?

“Yeji, ayo kesini. Sapa dulu ini Tuan Choi dan cucunya, Daniel Choi,” kata ibu Yeji. Yeji berjalan pelan, kaku, ke arah mereka. Yeji tidak bisa menatap pria yang mirip Yeonjun itu secara langsung. Namanya beda, bukan Choi Yeonjun tapi Daniel Choi.

“Ah, nama koreaku Yeonjun, om. Daniel nama yang kupakai saat sekolah di London.”

Badan Yeji seakan korslet. Jantungnya entah memompakan darah lagi atau tidak. Orang ini benar Yeonjun?! Apa maksudnya? Wajah, suara, tinggi, postur badan bahkan namanya sama dengan orang yang selama ini menganggu pikirannya?!

“Aku tebak … nama lain Yeji, Lucy kan?” tanyanya sambil melirik Yeji.

Yeji mendongak kaget dan mata mereka bertemu pandang. Apa ini? Yeji benar-benar kaget sampai tidak tau dia harus bagaimana.

“Ah itu benar. Saat saya doktoral dulu di Amerika, dia dipanggil Lucy. Kok Tuan Daniel- eh Yeonjun bisa tau?” tanya ayah Yeji antusias yang begitu jelas terlihat sangat menyukai Yeonjun.

“Aku hanya menebak,” ucap Yeonjun sambil melirik Yeji penuh arti.

Kepala Yeji pening.

Mungkin otaknya kehabisan darah karena jantungnya tidak bekerja dengan baik sejak tadi. Hyunjin di dalam tadi hanya cengar-cengir sendiri melihat adiknya. Yeonjun sendiri setelah berkenalan dengan keluarga Hwang langsung beralih ke keluarga yang lain. Dia adalah bintang utama acara malam ini, dia cucu seorang pengusaha sukses.

“Lucy.”

Dheg!

Lagi-lagi jantung Yeji berdetak kencang.

Yeji memutar tubuhnya dan mendapati Yeonjun menghampirinya di balkon ini. Padahal ia sengaja menyendiri disini, kok bisa Yeonjun menemukannya?

“Aku mencarimu,” ucap Yeonjun.

“Kau kaget?” tanyanya lagi. Yeji menggeleng. Ia tidak tau harus berkata apa. Yeonjun malah tertawa kecil.

“Kau angkuh juga ya Yeji,”

Yeji mendongak heran. Yeonjun meliriknya dan tersenyum penuh makna.

“Sengaja membohongi nama aslimu karena aku rakyat biasa saat di minimart?” tanya Yeonjun.

“Aku tidak berbohong.” Yeji membela diri. Lucy memang nama lainnya kan?

“Iya juga sih. Tapi kau memang tidak berniat menyebut nama aslimu kan?” tanya Yeonjun lagi dengan senyum dan tatapan yang menurut Yeji mengintimidasi.

“Kau jangan mempermainkanku! Sebenarnya kau ini siapa?!” tanya Yeji tidak tahan.

Yeonjun mendekat dan berbisik di telinga Yeji.

“Kau pilih yang mana? Yeonjun orang biasa … atau Yeonjun calon penerus perusahaan besar?”

“Jangan terlalu percaya diri! Aku bahkan tidak menganggapmu spesial sejak awal!”

“Oh begitu … tapi yang aku tau, wajah tidak bisa menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.”

Lagi-lagi Yeonjun mendekatkan bibirnya ke telinga Yeji.

“Aku sering melihatmu tersipu.”

“Itu-!”

No, Lucy, no. Don’t lie.” kali ini Yeonjun mengatakannya tepat di depan wajah Yeji.

Tanpa Yeji sadari, airmatanya menetes begitu saja. Beribu perasaan tidak bisa dijelaskan sudah saatnya meledak, bukan? Yeonjun menggigit bibir bawahnya melihat Yeji tiba-tiba menangis.

“Kau tidak tahu apa-apa tentangku.” Yeji menyeka airmatanya.

“Tidak Lucy. Aku akan mengetahui semuanya, bukan?”

Sejak saat itu, Yeji kembali ke minimart dekat apartemennya. Ia berbelanja dengan hati yang ringan lagi. Sekarang tempat ini kembali menjadi pilihannya. Lengkap dan dekat dengan kediamannya.

“Totalnya 95.000 won.”

“Ini, terimakasih ya,” ucap Yeji sambil tersenyum lembut.

Ia lalu mengambil barang belanjaannya.

“Sudah?”

“Kau kenapa tidak masuk?” tanya Yeji pada pria yang berdiri di depan minimart. Pria itu hanya menggeleng saja.

“Cuacanya bagus, enak di luar. Yuk!” Pria itu, Yeonjun, mengulurkan tangannya pada Yeji. Yeji menyambutnya dengan senyuman penuh kebahagiaan.

“Kau mau trial jadi pegawai apa lagi setelah ini, Pak Choi?” tanya Yeji saat mereka bergandengan tangan ke apartemen Yeji.

“Hmm… Pegawai salon patut dicoba?” Yeonjun mengeluarkan cengirannya.

“Katanya mau belajar bermasyarakat. Kalau pegawai salon sih tidak cocok,” Yeji menepuk pelan dada Yeonjun. Yeonjun hanya tertawa.

“Tidak, aku sudah disuruh fokus oleh kakek. Lalu ….”

Yeonjun berhenti dan menghadap Yeji.

“Lalu?” tanya Yeji menoleh pada Yeonjun dan tersenyum manis.

“Lalu saat aku sudah resmi menjadi CEO. Kita bisa langsung menikah, my Lucy.


메타데이터
post_id
bbf513f2bc71
slug
4-kebohongan-bbf513f2bc71
url
https://medium.com/@historiachoi/4-kebohongan-bbf513f2bc71
canonical_url
https://medium.com/@historiachoi/4-kebohongan-bbf513f2bc71
author_url
https://medium.com/@historiachoi
status
ok
fetched_at
2026-07-23 00:21:48