← Back to list

ASI Eksklusif

Hari ini tepat anak saya nomor tiga berusia dua tahun. Ulang tahunnya yang kedua ditandai dengan selesainya masa pemberian ASI. Saya ingin…

Farhan S Basyaiban · 2020-12-15 15:46 · 0 claps · 2.1 min read
#sia #asi-eksklusif #susu #ibu-dan-bayi #sapih
Open on Medium ↗

ASI Eksklusif

Hari ini tepat anak saya nomor tiga berusia dua tahun. Ulang tahunnya yang kedua ditandai dengan selesainya masa pemberian ASI. Saya ingin mengisahkan tentang pemberian ASI kepada anak-anak saya.

Anak-anak saya selalu mendapatkan ASI eksklusif. Ada cerita khusus tentang anak ketiga saya, bahwa dua hari setelah kelahirannya dia harus di rawat dalam inkubator di RS selama tiga hari karena bilirubin rendah.

Ibunya anak-anak menangis tiada henti karena harus berpisah dengan anak yang baru saja dilahirkannya. Saya menghiburnya dan menemaninya untuk memberikan ASI. Karena berada di inkubator, istri tidak bisa kontak langsung dengan anak. ASI diperas dan diberikan kepada perawat.

Pemberian ASI seperti itu terus berlangsung sepanjang hari. Sampai di satu titik istri menangis histeris karena merasa ASI nya tidak banyak yang bisa diperas dan merasa kasihan dengan bayi yang selalu menangis kehausan.

Memang setiap memeras ASI tidak banyak hasilnya, paling banter sepertiga ruas jari ukuran di botol susu. Itu proses memeras selama satu-dua jam.

Demi anak kita, saya minta kerelaannya untuk memberikan susu formula selama dia di inkubator”, pinta istri.

Tidak boleh, anak kita harus dapat ASI eksklusif dan tanpa sufor sama sekali”, tolak saya.

Saya kukuh dengan pendirian bahwa tidak boleh diberikan sufor apapun kondisinya. Harus diberikan ASI eksklusif. Itu prinsip yang tidak boleh dilanggar. Terlihat kaku, tapi saya percaya dengan keajaiban ASI yang tidak bisa digantikan oleh sufor.

Terkadang saya merasa menjadi pejuang ASI — walaupun saya tidak bisa memberikannya. Tapi sikap dan prinsip saya sejalan dengan mereka para pejuang ASI.

Untuk menenangkan istri, saya menghubungi kepala perawat bangsal inkubator dan meminta waktu untuk bisa ngobrol secara langsung bersama-sama.

Saat pertemuan itu, perawat mengatakan bahwa bayi kami menangis terus menerus. Tapi itu wajar karena dia kehausan. Dengan ASI yang diperas walaupun cuma sedikit bayinya menjadi tenang.

Asupan ASI untuk bayi yang baru lahir belum banyak, setiap botol ASI peras yang dikirimkan lebih dari cukup untuk kebutuhannya selama lima jam.

Dengan penjelasannya, istri menjadi lega dan mengurungkan niatnya memberikan sufor. Saya pun bersyukur kolotnya saya tentang ASI membuahkan hasil. Coba kalau saya langsung mengiyakan yang diminta istri, apa jadinya bayi baru lahir diberikan sufor.

Saya sering geram ketika menengok bayi teman dan mengetahui bahwa bayinya diberikan sufor. Biasanya istri akan mencubit saya, tanda supaya saya jangan komentar tentang hal tersebut.

Alasan ibu yang tidak memberikan ASI selalu karena merasa ASI tidak keluar. Padahal menurut hemat saya hal itu tidak benar. Sunnatullah ASI akan keluar begitu seorang ibu melahirkan. Apabila tidak keluar, jangan patah semangat.

Berikan puting susu ke bayi. Gerakan mulut bayi akan merangsang produksi ASI. Mungkin tidak tepat saya menerangkan hal seperti ini. Lebih baik membaca testimoni mereka para pejuang ASI. Bagaimana kisah perjuangan demi memberikan ASI yang penuh dengan cobaan. Dan keteguhan sikapnya berbuah manis, ASI mejadi lancar.

Satu hal lagi yang saya sangat geram yaitu RS yang memberikan sufor kepada bayi. Praktek seperti ini tidak diperbolehkan dengan alasan apapun. Biasanya yang seperti itu ada sponsor sufor dibaliknya.

Kalau masih ada RS seperti itu, jangan tinggal diam. Laporkan dan tuntut RS tersebut. Dan beri sangsi sosial dengan tidak memilihnya jika istri mau melahirkan.

Kini anak saya sudah dua tahun, sudah saatnya disapih. Bukan perkara yang mudah menyapihnya. Tangisannya membuat tidak tega. Kali ini harus kembali tegas untuk stop ASI — dan menggantinya dengan sufor. Sungguh kali ini perjuangannya sangat berat sekali.

ditulis saat WFH 20201215


메타데이터
post_id
bc9df484e5d3
slug
asi-eksklusif-bc9df484e5d3
url
https://medium.com/@basyaiban/asi-eksklusif-bc9df484e5d3
canonical_url
https://medium.com/@basyaiban/asi-eksklusif-bc9df484e5d3
author_url
https://medium.com/@basyaiban
status
ok
fetched_at
2026-07-08 07:00:21