Radikalisme Agama: Tantangan bagi Moderasi Islam di Era Global
Sejak saat ini, dunia tidak pernah sepi dari berita kekerasan yang mengatasnamakan agama. Indonesia bukan negara asing dengan ancaman…
Radikalisme Agama: Tantangan bagi Moderasi Islam di Era Global

Sejak saat ini, dunia tidak pernah sepi dari berita kekerasan yang mengatasnamakan agama. Indonesia bukan negara asing dengan ancaman radikalisme agama. Pengeboman di Hotel Sarinah, pembacokan seorang pendeta di Yogyakarta, bahkan serangkaian aksi terorisme lainnya menjadi bukti nyata bahwa gerakan radikalisme agama di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Yang lebih memprihatinkan, semua tindakan itu sering dibalut dengan narasi keagamaan, yang mengatasnamakan jihad fi sabilillah dan membela agama Allah.
Fenomena ini tidak hadir secara tiba-tiba. Menurut kajian NU Online, asal mula radikalisme agama di Indonesia sebenernya sudah mulai terlihat, bahkan sebelum negara ini terbentuk. Kemudian, mengalami pembatasan di era Orde Baru dan akhirnya bergerak secara masif di era pasca—reformasi. Kebebasan berpendapat yang dijamin pasca — 1998 menjadi perang bermata dua, di satu sisi membuka ruang demokrasi, di sisi lain memberi celah bagi berkembangnya ideologi-ideologi yang bertentangan dengan pancasila.
Lantas, bagaimana Islam sesungguhnya memandang Radikalisme? Dan apa yang bisa kita lakukan sebagai umat Muslim di era global ini untuk menegakkan moderasi?
Secara bahasa, Radikal berarti menginginkan perubahan secara mendasar, bahkan dengan cara yang drastis dan keras. Dalam konteks keagamaan, radikalisme terjadi pada dua tingkatan; Pemikiran dan Tindakan. Radikalisme pemikiran masih berupa wacana yang mendukung menggunakan kekerasan, sedangkan radikalisme tindakan sudah beruupa aksi nyata, yang memaksakan kehendak secara inkonstitusional, bahkan berujung teror dan konflik sosial.
Yang mengkhawatirkan, kelompok radikal di Indonesia bahkan telah mencapai siswa sekolah. Penelitian Rokhmad (2012) menemukan bahwa paham radikal telah merasuk ke siswa yang memiliki pengetahuan agama minim melalui guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah berideologi islam radikal, organisasi ekstra Kerohanian Islam (rohis) di sekolah sangat rentan menjadi sasaran kegiatan ideologisasi Islam radikal, hingga buku paket dan LKS bermunculan berbagai pernyataan yang mendorong siswa untuk membenci atau anti terhadap agama atau bangsa lain.
Islam sejatinya adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Nama Islam sendiri berakar dari kata aslama-yuslimu yang berarti selamat, damai dan sejahtera. Allah SWT berfirman:
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)
Bahkan, memuliakan sesama manusia adalah perintah dari Allah :
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam…” (QS. Al-Isra’: 70)
Maka, ketika agama dijadikan justifikasi tindak kekerasan, yang rusak bukan agamanya, melainkan pemahaman penganutnya. Radikalisme agama yang dilakukan oleh sekelompok Muslim tidak dapat dijadikan alasan untuk menjadikan Islam sebagai biang radikalisme.
Membaca fenomena radikalisme di Indonesia, saya merasa bahwa tantangan terbesar kita bukan pada ajaran Islam itu sendiri, melainkan pada cara sebagian orang memahami dan menggunakannya. Islam adalah agama yang kaya nilai toleransi, keadilan dan perdamaian. Namun, ketika teks-teks suci dipotong dari konteksnya dan dijadikan alat legitimasi kekerasan, kesucian agama pun tercemar dan Islam semakin mudah distigmakan sebagai “sarang teroris”.
Saya juga prihatin dengan fakta bahwa radikalisme kini memasuki ke tinngkat pelajar dan mahasiswa. Generasi muda yang seharusnya menjadi penerus peradaban justru menjadi target rekrutmen kelompok radikal melalui kegiatan mentoring, rohis bahkan konten digital. Di era media sosial ini, narasi radikal bisa tersebar hanya dalam hitungan detik.
Pelajaran penting yang saya petik adalah “menjadi Muslim yang baik tidak berarti harus menyeragamkan dunia dengan satu cara pandang”. Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah Islam yang berdialog dengan realitas sosial, menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Menjadi Muslim terbaik tidak harus menyerupai budaya Arab, kita bisa tetap berkebudayaan Indonesia dan pada saat bersamaan menjadi Muslim yang terbaik.
Radikalisme Agama adalah tantangan nyata, tetapi bukan tantangan yang tidak bisa diatasi. Ada bebarapa langkah konkret yang dapat kita ambil bersama.
(1) Memperdalam pemahaman Islam secara menyeluruh dan kontekstual, bukan sekadar literal. Memahami Al-Qur’an harus disertai ilmu tafsir, ilmu hadis, fiqih, dan sejarah Islam, sehingga tidak mudah terjebak dalam penafsiran sepotong-sepotong.
(2) Mengedepankan dialog dalam pembelajaran agama Islam. Pendidikan agama harus membuka ruang diskusi yang sehat, bukan pendroktinan satu arah. Guru PAI memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat sejak dini.
(3) Pengawasan terhadap kegiatan mentoring dan rohis di sekolah maupun kampus. Kegiatan keagamaan yang seharusnya menjadi ruang pembinaan positif tidak boleh dibiarkan disusupi ideologi radikal.
(4) Menjadi agen moderasi aktif di media sosial. Narasi Islam yang damai dan toleran harus lebih banyak disebarluaskan untuk mengimbangi konten-konten radikal yang terus beredar.
Islam adalah agama perdamaian. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Seorang Muslim adalah seseorang yang membuat Muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari & Muslim).
Maka, jadilah Muslim yang mendamaikan, bukan yang menakutkan. Karena sejatinya, jihad terbesar adalah memerangi kebodohan, ketidakadilan dan hawa nafsu di dalam diri kita sendiri.
Daftar Pustaka
Agama dan agama Islam: Modul Bab II. (t.t.). Universitas Esa Unggul.
Radikalisme agama di Indonesia. (2017, 25 Mei). NU Online. https://www.nu.or.id/opini/radikalisme-agama-di-indonesia-Ieg46
메타데이터
- post_id
- bcc737dcecc5
- slug
- radikalisme-agama-tantangan-bagi-moderasi-islam-di-era-global-bcc737dcecc5
- url
- https://medium.com/@kitty.rr/radikalisme-agama-tantangan-bagi-moderasi-islam-di-era-global-bcc737dcecc5
- canonical_url
- https://medium.com/@kitty.rr/radikalisme-agama-tantangan-bagi-moderasi-islam-di-era-global-bcc737dcecc5
- author_url
- https://medium.com/@kitty.rr
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30