Buku-buku Bulan April
#Bacaanku Bulan April 2026
Buku-buku Bulan April
Bacaanku Bulan April 2026

Halo semua, iya saya tahu ini sangat terlambat. Tidak biasanya saya menulis nawala #BacaanKu selambat ini. Tapi memang sejak akhir April hingga awal Mei, aktivitas benar-benar padat dan menyita banyak energi. Untungnya, di sela kesibukan itu saya masih sempat menamatkan beberapa buku menarik. Dua di antaranya justru memberi banyak ruang refleksi tentang agama, manusia, dan hubungan kita dengan teknologi. Semoga catatan singkat ini tetap menyenangkan untuk dibaca.
“MisGod’ed” karya Laurence B. Brown

Dokumentasi pribadi
Buku ini semacam catatan perjalanan spiritual yang ditulis dengan pendekatan rasional dan reflektif. Dr. Brown menelusuri pengalaman hidupnya sambil membedah sejarah agama-agama yang pernah ia pelajari dan jalani. Membaca buku ini terasa seperti diajak melewati lorong panjang tradisi Abrahamik, dari akar sejarahnya hingga perkembangan doktrin-doktrinnya.
Secara khusus, Brown banyak membahas sejarah teks keagamaan, evolusi ajaran, dan keterkaitan antaragama Abrahamik. Tema yang diangkat sebenarnya cukup berat, tetapi cara penyampaiannya naratif dan tidak terasa menggurui. Itu yang membuat buku ini relatif mudah diikuti, bahkan untuk pembaca umum. Menariknya lagi, saya mendapatkan buku ini dari penjual buku thrifting di media sosial. Ada kepuasan tersendiri saat menemukan buku lama yang ternyata masih sangat relevan untuk direnungkan hari ini.
“The Second Self: Computers and the Human Spirit” karya Sherry Turkle

Dokumentasi pribadi
Buku ini terasa seperti buku yang ‘terlalu maju’ untuk zamannya. Ditulis pada tahun 1984 oleh seorang profesor MIT, buku ini lahir jauh sebelum komputer personal dan internet menjadi bagian sehari-hari manusia secara global. Namun justru karena itu, tesis Turkle terasa mengejutkan ketika dibaca di era AI saat ini.
Turkle melihat komputer bukan sekadar alat seperti palu atau obeng, melainkan “objek evokatif” yang memancing manusia untuk merefleksikan identitas, pikiran, dan kesadarannya sendiri. Banyak bagian buku ini berisi observasinya terhadap anak-anak yang berinteraksi dengan mainan digital dan komputer. Dari sana, Turkle sampai pada gagasan menarik bahwa komputer telah menjadi semacam “animisme baru” bagi manusia modern. Kita tidak lagi hanya menggunakan teknologi, tetapi mulai membangun relasi emosional dengannya.
Yang membuat buku ini terasa penting adalah keberanian Turkle melihat dampak psikologis teknologi sejak sangat awal. Ia mengingatkan bahwa teknologi bukan hanya melakukan sesuatu untuk manusia, tetapi juga melakukan sesuatu pada manusia. Teknologi perlahan mengubah cara kita memahami kesadaran, hubungan sosial, bahkan makna menjadi manusia itu sendiri. Dan melihat perkembangan AI hari ini, sulit untuk mengatakan bahwa Turkle salah.
Setiap buku menawarkan sudut pandang yang berbeda, namun semuanya memberikan bekal intelektual yang berharga untuk memahami realitas di sekitar kita. Semoga catatan singkat ini bisa menjadi pengantar bagi teman-teman yang tertarik untuk mengenal buku-buku tersebut lebih jauh. Nantikan juga ulasan buku lainnya di tulisan berikutnya!
DC
메타데이터
- post_id
- bccefa25460f
- slug
- buku-buku-bulan-april-bccefa25460f
- url
- https://medium.com/nawalaku/buku-buku-bulan-april-bccefa25460f
- canonical_url
- https://medium.com/nawalaku/buku-buku-bulan-april-bccefa25460f
- author_url
- https://medium.com/@dwinucleo
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-10 09:45:17