gadis bertudung biru di sembilan latar
aku akan menggantung diri dimana?
gadis bertudung biru di sembilan latar

sebuah gambar yang diambil saat gadis bertudung biru itu masih ada
Kali pertama aku menginjakkan kaki di sana, aku dipenuhi tanya yang riuh dan tenang yang hanya sepersekian. Hingga aku bertemu gadis bertudung biru. Oh tidak, bukan sekadar bertemu, beratus-ratus hari ia menemaniku, menjadi bayang yang tak pernah benar-benar pergi. Aku memandangnya di pojokan, dan entah bagaimana aku bisa merasakan kalut yang berputar di kepalanya, seperti badai yang kehilangan arah. Aku tahu ia dipenuhi ketakutan. Apakah ia sama sepertiku, atau hanya cermin yang diam-diam memantulkan retakku sendiri?
Tangga putih itu terasa memanggil. Sembilan latar terbentang di hadapanku, warna-warnanya berbisik. Tiga putih berdiri paling diam, suci seolah tak pernah disentuh luka. Cokelat meminta jarak, harus mundur tiga langkah agar terlihat sempurna. Dua hijau gelap yang usang mengingatkan untuk tidak berlama-lama disini, ia membenci keramaian. Merah penuh corak, artistik dan sedikit romantis, letaknya yang siku-siku membuat dia terlihat elok. Abu-abu terlihat baru dan paling banyak digemari. Krem terasa hangat, bahkan terlalu hangat, seolah menyombongkan diri sebagai yang paling elok. Dan biru gelap yang kini telah hilang, menyimpan memori buruk seperti hujan yang pernah menenggelamkanku, syukurlah ia pergi, aku benci warna itu.
Aku akan menggantung diri dimana?
Semua latar itu berubah menjadi mimpi buruk. Gadis itu meremas tudungnya, berharap waktu berlari lebih cepat, ia tidak suka berada di sini. Ia menghasutku dalam bisikan halus, mengajakku memberontak, keluar sebelum kita benar-benar mendapat bisikan lagi. Namun anehnya, ia sering tak terlihat saat aku tersenyum dan tertawa bersama orang lain, seolah ia beristirahat di sela-sela bahagiaku, menunggu waktu yang tepat untuk kembali.
Gadis bertudung biru itu akan tetap terlihat olehku untuk beberapa waktu ke depan, dan semoga ia tidak tinggal terlalu lama. Kehadirannya meresahkan, seperti bayang yang menolak pergi. Aku ingin ia hilang, namun ia terus kembali, membawa gaduh yang tak kunjung usai di dalam diriku.
메타데이터
- post_id
- bd77e1571bfa
- slug
- gadis-bertudung-biru-dengan-sembilan-latar-bd77e1571bfa
- url
- https://medium.com/@cipacips/gadis-bertudung-biru-dengan-sembilan-latar-bd77e1571bfa
- canonical_url
- https://medium.com/@cipacips/gadis-bertudung-biru-dengan-sembilan-latar-bd77e1571bfa
- author_url
- https://medium.com/@cipacips
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-23 19:38:28