Banyak yang Kita Pikirkan Saat Ini, Salah Satunya Gen Alpha!
Tulisan ini hanya sebuah celotehan dan buah fikiran penulis dalam hubungan antar gen, tentang beratnya beban menjadi seorang gen Z yang…
Banyak yang Kita Pikirkan Saat Ini, Salah Satunya Gen Alpha!
Tulisan ini hanya sebuah celotehan dan buah fikiran penulis dalam hubungan antar gen, tentang beratnya beban menjadi seorang gen Z yang kini menjadi berita hangat di kalangan pendahulunya, gen Y.

Ilustrasi diambil dari https://id.pinterest.com/
Sebagai kaum pemuda dan penerus bangsa yang sah, tentulah kami tidak terima akan segala hal yang media lontarkan untuk menyalahkan dan menisbatkan segala kenakalan remaja kepada kami, gen Z, walaupun sebagian besar itu benar adanya. Yah… kami mengakui dan menyadari itu semua. “Tapikan kakak-kakak yang seharusnya dampingi kami!” Ya mungkin sedikit lebihnya begitulah rengekan dari sebagian kita sebagai pembelaan saat terpojokkan.
Tidak ada yang salah bagi setengah dari gen Z, tetapi setengah lagi kurang lebih meresahkan untuk saat ini. Moral yang kurang baik, menuntut apa pun yang memudahkan hidup, tidak ingin bersusah payah, dan hidup lembek, mungkin mudahnya dapat kita katakan begitu. Apakah semua hal ini related dengan etika kita dalam kehidupan sehari-hari? Kembali lagi pada prinsip dasar, mungkin sebagian iya dan sebagian lainnya tidak.
Mari kita ambil sedikit contoh dari banyak hal yang memang telah melenceng dari etika kehidupan, yaitu maskulinitas dan feminitas (laki-laki yang lemah gemulai dan juga transgender entah dari pria ke wanita, ataupun sebaliknya). Mungkin sebagian kita tidak menyalahkan dari rumor kemarin, #kaburajadulu dan #indonesiagelap. Mungkin seperti yang kita tahu, dunia bagian barat merupakan sekelompok negara yang hebat nan maju. Sehingga kita tergiur, bahkan ingin meniru segala hal apapun yang mereka lakukan. Pada akhirnya, tak kurang budaya mereka sampai dan menjamur menggantikan budaya asli kita.
“Loh tapi kan keren bang.” tak semua apa yang dilakukan mereka keren dalam pandangan gen Y, para pendahulu kita. Pergaulan bebas, transgender, tren Iphone walaupun ekonomi tidak mumpuni, membuat sebagian dari pendahulu kita menggeleng-gelengkan kepala (tanda pusing). Siapakah yang salah? Entahlah, gen Y pun tak bisa untuk menyalahkan kita, bahkan akan mendapatkan hal yang sebaliknya: mereka akan kita tuntut! Benarkan, kawan?
Tetapi izinkan saya mengeluarkan sedikit pemikiran kita sebagai gen yang sok penuh tekanan. Menjadi bagian dari generasi yang lahir antara tahun 1997 dan 2012 sungguh membuat kami tertekan. Sebagai gen Z, kami telah dihadapkan dengan segala kenikmatan yang telah diperoleh oleh gen Alpha sedari kecil, bahkan pada zaman kami pula, keadaan menjadi begitu gelap nan suram. Mungkin begitulah sedikit dari apa yang kami dengar, walaupun tak banyak yang kami tahu mendalam tentang apakah yang sedang terjadi. Contoh pemikiran kami sebagai gen z mengenai kekhawatiran kami terhadap gen Alpha: memegang gawai sejak dini, berpacaran, bahkan telah banyak yang menjadi artis walaupun sedari bayi.
Tak hanya itu, menurut riset, pekerjaan yang tersedia pada zaman produktif kami akan semakin sedikit karena adanya AI, oleh karena itu kami sebagai gen Z dituntut untuk mendampingi gen Alpha oleh gen Y agar mendidik serta mendampingi mereka. Mungkin karena ini juga (mungkin), banyak dari anggota kami yang terpaksa keluar dari etika, hingga tega melaporkan gen Y kepada sang penegak hukum. Mungkin sampai sini sudah jelas sudah, bahwa kami sungguh (sok) tertekan dengan semua keadaan ini.
메타데이터
- post_id
- bdb7f4c7ee58
- slug
- banyak-yang-kita-pikirkan-saat-ini-salah-satunya-gen-alpha-bdb7f4c7ee58
- url
- https://medium.com/@zakysthofa/banyak-yang-kita-pikirkan-saat-ini-salah-satunya-gen-alpha-bdb7f4c7ee58
- canonical_url
- https://medium.com/@zakysthofa/banyak-yang-kita-pikirkan-saat-ini-salah-satunya-gen-alpha-bdb7f4c7ee58
- author_url
- https://medium.com/@zakysthofa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-15 08:18:49