← Back to list

Gotong Royong Mengelola Medsos

#907: Pelatihan Penulisan Kehumasan dan Jurnalistik untuk KSEI

Ivan Lanin · 2025-06-19 16:01 · 1,012 claps · 2.5 min read paywalled
#penulisan-kehumasan #penulisan-jurnalistik #ksei #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗

Kegiatan

Gotong Royong Mengelola Medsos

#907: Pelatihan Penulisan Kehumasan dan Jurnalistik untuk KSEI

Jumlah anggota tim media sosial (medsos) Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membuat saya tertegun: 5 orang untuk Instagram, 6 untuk TikTok, 7 untuk LinkedIn, dan 10 untuk KSEI News. Totalnya 28 orang, padahal jumlah karyawan KSEI hanya sekitar 140 orang. Rupanya, pengelolaan medsos di KSEI dilakukan secara gotong royong. Anggota tim berasal dari berbagai divisi dan dikoordinasikan oleh Unit Komunikasi Perusahaan.

🔑 Lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman ini.

Tim itulah yang mengikuti pelatihan “Penulisan Kehumasan dan Jurnalistik” yang diselenggarakan Narabahasa selama dua hari, 17–18 Juni 2025. Pelatihan diadakan di ruang pelatihan baru di Lantai 3A, Menara 2, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pak Alex, Kepala Divisi Pengembangan SDM dan Umum, bercerita bahwa pelatihan ini merupakan acara perdana di ruang tersebut.

Saya berbagi tugas dengan Mbak Dita, yang baru kembali dari cuti melahirkan. Sama seperti pelatihan untuk lembaga saudara mereka, Bursa Efek Indonesia (BEI), yang juga diadakan pekan ini, saya berfokus pada tulisan spesifik yang mereka hasilkan, sementara Mbak Dita membahas gramatika dan ejaan secara umum. Bagi saya, ini berarti membawakan dua jenis materi bahasa yang berbeda dalam dua hari: bahasa bisnis untuk BEI dan bahasa kreatif serta jurnalistik untuk KSEI.

[embed]Rumah Singgah #906: Belajar di Rumah, Bukan di Kantorivanlanin.medium.com

Selasa pagi, begitu memasuki ruang pelatihan, saya melihat wajah-wajah yang saya kenal. Selain Pak Alex, hadir pula Pak Rian, Bu Hesti, dan beberapa pegawai KSEI yang pernah mengikuti pelatihan Narabahasa. Sejak 2020, KSEI rutin mengirimkan pegawainya untuk mengikuti pelatihan penulisan kami setiap tahun. Karena sudah cukup akrab, tanpa banyak basa-basi saya langsung menggali tantangan yang dihadapi tim.

Keempat kanal mereka—Instagram, TikTok, LinkedIn, dan KSEI News—memiliki jenis dan gaya konten yang berbeda. Instagram, Facebook, dan Twitter/X diisi dengan gambar dan video yang informatif, edukatif, atau menghibur. TikTok difokuskan pada video hiburan berbasis tren. LinkedIn memuat berita pendek dwibahasa atau berita panjang berbahasa Inggris. Sementara itu, KSEI News berupa kumpulan berita yang diterbitkan tiap kuartal.

Gotong royong dalam pengelolaan medsos semacam ini memungkinkan beragam suara dan gaya berpadu, asalkan dikelola dengan rapi. Pelatihan seperti ini memperkuat fondasi agar setiap anggota tim dapat berkontribusi lebih terarah dan berkualitas. Pada akhirnya, hal ini membangun wajah KSEI yang makin akrab dan profesional di ruang digital.

Jurnal dan Kenangan

Rabu kemarin, Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola (DMST) Bank Indonesia mengundang saya untuk mengisi pelatihan menulis efektif sebagai bagian program budaya kerja mereka. Narahubung DMST, Mbak Yulita, mengatakan bahwa direktur mereka ingin meningkatkan kompetensi pegawai dalam menyusun berbagai jenis dokumen secara sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan standar kebahasaan. Salah satu produk tulisan mereka adalah Laporan Kelembagaan.

[embed]Sesi yang Terjeda #915: Dua Diskusi dengan DMST BI di Gedung Thamrin Selatanivanlanin.medium.com

Tahun lalu, Nanda bertanya, “Bagus mana?” sambil menyodorkan dua baju, yang satu putih, yang lain merah. Wajahnya serius dan tampak letih. Istri saya itu sejak pagi sibuk membongkar lemari, memilih baju untuk dikenakan menghadiri resepsi pernikahan kawan kami pada malamnya. Tumpukan setelan, baju, celana, dan rok dari berbagai model dan warna tergeletak berantakan di atas kasur. Saya menjawab cepat tanpa tampak memperhatikan. Saya keliru.

[embed]Bagus Mana? #542: Cara laki-laki menjawab pertanyaan pilihan baju dari perempuanivanlanin.medium.com

Dua tahun lalu, saya menuliskan pengantar umum wacana. Wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dituangkan menjadi tulisan. Sebenarnya, wacana dapat pula berupa ujaran, tetapi tulisan itu berfokus pada wacana tulis. Modal utama untuk membuat wacana tulis apa pun ialah pemahaman terhadap jenis, penataan, dan kelengkapannya. Pemahaman umum terhadap ketiga hal tersebut membuat kita, idealnya, dapat menulis apa pun. Pada kenyataannya, kita perlu mempelajari kekhasan sebuah jenis tulisan tertentu.

[embed]Penataan dan Kelengkapan Wacana #176: Jenis, penataan, dan kelengkapan wacana mewujudkan tulisan konkret dari gagasan abstrak.ivanlanin.medium.com

Ingin lebih terampil berbahasa? Kunjungi toko 🏪, ikuti kelas 👨‍🏫, atau hubungi 📞 Narabahasa.


메타데이터
post_id
bdfbb895cf2a
slug
gotong-royong-mengelola-medsos-bdfbb895cf2a
url
https://medium.com/@ivanlanin/gotong-royong-mengelola-medsos-bdfbb895cf2a
canonical_url
https://medium.com/@ivanlanin/gotong-royong-mengelola-medsos-bdfbb895cf2a
author_url
https://medium.com/@ivanlanin
status
ok
fetched_at
2026-07-19 09:21:33