Fajar Shodiq vs Fajar Kadzib: Kunci Penentuan Waktu Subuh
Waktu subuh dengan banyak keutamannya
Fajar Shodiq vs Fajar Kadzib: Kunci Penentuan Waktu Subuh
Waktu subuh dengan banyak keutamannya
Photo by infinyd photo on Unsplash
Waktu subuh adalah salah satu waktu yang istimewa dalam Islam, di mana pada waktu tersebut banyak mengandung keutamaan-keutamaan di dalamnya.
Diriwayatkan dari Sakhr bin Wida’ah al-Ghamidi dalam Shahih Ibnu Hibban, Rasulullah SAW mengeluarkan sabda yang mengandung doa, sebagai berikut:
“‘Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.’ Nabi SAW biasa mengutus pasukan perang pada pagi hari. Dikatakan bahwa Sahabat Sakhr al-Ghamidi merupakan pedagang, yang mengirim atau membuka dagangannya di pagi hari, kemudian ia menjadi kaya dan hartanya bertambah.” (HR Ibnu Hibban)
Dengan berbagai keutamaannya, lalu apa yang menjadi penentu datangnya waktu subuh? Berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Hakim, Rasulullah SAW membagi waktu fajar menjadi dua.
Dari Jābir bin Abdullah -raḍiyallāhu ‘anhumā-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Fajar ada dua. Adapun fajar yang seperti ekor serigala, maka tidak dibolehkan salat Subuh (belum masuk waktunya) dan tidak diharamkan makan (sahur). Adapun fajar yang memanjang di cakrawala, maka itu tanda masuk waktu salat Subuh dan diharamkan makan (sahur).”
Rasulullah membagi waktu fajar menjadi dua, yaitu fajar pertama (Kadzib) dan fajar kedua (Shodiq). Fajar yang pertama mempunyai ciri jika dilihat tampak menjulur ke atas seperti ekor serigala, yang arahnya sesuai dengan arah ekliptika dari arah timur ke barat dan bentuknya vertikal atau atas-bawah. Pada waktu ini, sinaran cahaya akan nampak sementara, kemudian diikuti kegelapan. Fajar kadzib ini muncul beberapa saat sebelum fajar kedua (Shodiq) ketika malam masih gelap. Pada waktu ini, Rasulullah SAW tidak memperbolehkan melaksanakan salat subuh karena belum masuk waktunya.
Sementara fajar kedua (Shodiq) muncul ditandai dengan cahaya fajar yang melintang di sepanjang ufuk bagian timur. Imam al-Ghazali mendeskripsikan fajar shodiq sebagai pancaran cahaya putih kemerah-merahan terang di ufuk timur yang menyebar secara horizontal (paralel) terhadap ufuk dan mudah dikenali mata. Terbitnya fajar shodiq terjadi di waktu Gholas, yaitu waktu di akhir malam yang masih gelap dengan sedikit pancaran cahaya fajar sehingga pada waktu ini seseorang belum bisa mengenali wajah orang lain di sampingnya. Berbeda dengan fajar kadzib yang muncul secara vertikal dan diikuti kegelapan, fajar shodiq muncul secara melintang atau horizontal dan diikuti oleh terangnya cahaya pagi.
Jumhur ulama sepakat bahwa waktu subuh ditandai dengan munculnya fajar kedua, yaitu fajar shodiq. Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mendapatkan satu rakaat salat Subuh sebelum terbit matahari, maka ia telah mendapati salat Subuh,” (HR. Bukhari). Selain sebagai tanda masuknya waktu subuh, munculnya fajar shodiq juga sebagai tanda waktu dimulainya puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah.
Memahami perbedaan antara fajar shodiq dan fajar kadzib sangat penting bagi setiap Muslim. Pengetahuan ini membantu dalam menunaikan ibadah dengan tepat dan penuh keyakinan, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Dengan demikian, setiap langkah dalam beribadah menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Wallohu A’lam
Oleh Nova Miftakhul Huda
Referensi :
https://www.nu.or.id/opini/tentang-cahaya-fajar-dan-awal-waktu-shubuh-NOfeA
https://muhammadiyah.or.id/2022/04/penjelasan-singkat-tentang-fajar-kadzib-dan-fajar-shadiq
메타데이터
- post_id
- be039f17bbdf
- slug
- fajar-shodiq-vs-fajar-kadzib-kunci-penentuan-waktu-subuh-be039f17bbdf
- url
- https://medium.com/@novamiftakhul/fajar-shodiq-vs-fajar-kadzib-kunci-penentuan-waktu-subuh-be039f17bbdf
- canonical_url
- https://medium.com/@novamiftakhul/fajar-shodiq-vs-fajar-kadzib-kunci-penentuan-waktu-subuh-be039f17bbdf
- author_url
- https://medium.com/@novamiftakhul
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 18:20:27