10 Produk Tulisan Pranata Humas
#634: Dari laras bahasa sastra hingga hukum
Kegiatan
10 Produk Tulisan Pranata Humas
#634: Dari laras bahasa sastra hingga hukum

Saya merasa bersalah kepada Humas DJKI (Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Ketika bertemu dengan unit kerja Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) ini pada Juni 2024, paparan saya tidak disiapkan dengan lengkap untuk memenuhi semua kebutuhan mereka. Lagi pula, saat itu waktu pertemuan kami hanya dua jam.
Belum jadi anggota Medium? Baca versi gratis tulisan ini.
Oleh karena itu, ketika DJKI kembali akan mengadakan pelatihan dengan Narabahasa, saya meminta waktu bertemu untuk membahas apa yang mereka perlukan. Dalam koordinasi prakelas itu, Bu Dita Komala Putri (Subkoordinator Humas DJKI) menyampaikan bahwa tim mereka dibagi dua, yaitu Tim Publikasi Media serta Tim Layanan Informasi dan Pengaduan. Kebetulan, awal bulan ini saya baru memberikan pelatihan penulisan untuk layanan pelanggan untuk salah satu instansi pemerintah.
Pelatihan yang diikuti 21 pegawai Humas DJKI tersebut diadakan selama dua hari, Selasa dan Rabu, 17–18 September 2024. Pelatihan hari pertama diisi oleh Mas Fauzan al-Rasyid, sedangkan hari kedua oleh saya. Mas Fauzan berfokus pada materi berita dan siaran pers, sedangkan saya tadinya berfokus pada materi pesan layanan pelanggan.
Untuk menebus rasa bersalah, saya menyiapkan materi “Keterampilan Berbahasa untuk Pranata Humas” yang membahas lengkap sepuluh produk tulisan dari laras bahasa sastra hingga hukum yang biasanya dihasilkan pranata humas instansi pemerintah berikut:
- Sastra: pantun
- Kreatif: wara (copy) dan konten media sosial
- Jurnalistik: berita & siaran pers serta artikel & esai
- Dinas: surat & laporan, naskah pidato, serta pesan layanan pelanggan
- Ilmiah: risalah kebijakan (policy brief)
- Hukum: peraturan perundang-undangan
Saya berharap materi yang lengkap itu dapat memenuhi semua kebutuhan Humas DJKI. Namun, ternyata masih ada satu jenis tulisan yang mereka buat yang luput dari pembahasan saya: skrip pewara (master of ceremony/MC). Skrip ini adalah naskah yang menjadi kartu petunjuk (cue card) pewara saat memandu acara. Humas sering bertugas menjadi pewara kegiatan DJKI dan memerlukan skrip tersebut.
Berdasarkan diskusi selama pelatihan, jenis tulisan yang paling sering mereka buat adalah berita dan siaran pers serta surat dan laporan. Wara, konten media sosial, artikel dan esai, serta pesan layanan pelanggan ditangani oleh tim kecil. Naskah pidato, pantun, dan skrip pewara hanya disiapkan oleh beberapa orang. Risalah kebijakan dan peraturan perundang-undangan belum pernah ditulis oleh peserta yang hadir.
Pelatihan kali ini menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang berbagai produk kehumasan instansi pemerintah. Saya juga lebih memahami apa yang dilakukan tim humas internal ketika salah satu produk dialihdayakan (outsource) kepada vendor eksternal, misalnya pembuatan majalah atau layanan pelanggan. Tiap instansi memiliki kebutuhan kehumasan yang berbeda-beda.
Tingkatkan keterampilan berbahasa dengan mengikuti kelas *Narabahasa. Kunjungi juga toko daring kami di [Tokopedia](https://www.tokopedia.com/narabahasa) untuk memperoleh buku dan berbagai produk kebahasaan yang menarik.*
메타데이터
- post_id
- be3f18706d63
- slug
- 10-produk-tulisan-pranata-humas-be3f18706d63
- url
- https://medium.com/@ivanlanin/10-produk-tulisan-pranata-humas-be3f18706d63
- canonical_url
- https://medium.com/@ivanlanin/10-produk-tulisan-pranata-humas-be3f18706d63
- author_url
- https://medium.com/@ivanlanin
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 18:20:27