← Back to list

How To Step Up A Home Recording Studio

Kamu ingin membuat home recording? Gampang banget! Siapkan beberapa perlengkapan home recording ini agar hasil karyamu semakin maksimal.

Sekolah Musik Indonesia · 2021-10-08 10:07 · 90 claps · 2.8 min read
#music-production #music-technology #home-recording-studio #digital-audio-workstation #sekolah-musik
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎵 · Music & Audio

How To Set Up A Home Recording Studio

Rekaman musik di zaman sekarang ini tidak sesulit seperti zaman dulu yang harus punya studio dengan peralatan milyaran rupiah. Berkat kemajuan musik-teknologi, kamu bisa memproduksi karya musikmu dengan lebih mudah. Kamu bisa membuat studio sederhana untuk “home recording” agar bisa merekam, mengolah data, mendesain suara, hingga merilis dalam digital platform. Yuk ubah kamar tidur atau ruang kosong di rumah menjadi studio sesuai kreativitasmu. Apa saja yang kamu butuhkan?

1. Komputer

Komputer ini bagian terpenting untuk keperluan produksi musik, jadi kamu perlu memilih spesifikasi yang sesuai kebutuhan dan anggaran. Hal yang perlu diperhatikan adalah sistem operasi, prosesor, RAM, penyimpanan, dan IO. Sebagai contoh, software Mixcraft 9 Pro Studio membutuhkan Windows 7 SP1, 8 or 10 (64 or 32-bit), 8 GB RAM, dan 1.8 GHz Dual Core CPU atau lebih tinggi.

2. Digital Audio Workstation (DAW)

Sebuah software yang digunakan untuk merekam dan memproduksi musik di komputer kamu. Ada banyak jenis DAW seperti Mixcraft, Pro Tools, FL Studio, Ableton Live, Cubase, Logic Pro dan semacamnya, didesain untuk dapat merekam, mengedit atau memutar ulang audio digital maupun memanipulasi suara. Masing-masing jenis memiliki keunikan, alur kerja, pendekatan kreatif. Untuk mengetahui apakah software ini cocok denganmu, bacalah review atau cobalah versi free trial jika tersedia.

3. Audio Interface (Sound-Card)

Sebuah hardware (perangkat keras) komputer yang digunakan untuk menghubungkan device lainnya dalam proses produksi, misalnya untuk menghubungkan microphone atau gitar ke komputer.

Audio Interface memiliki banyak kategori dan kemampuan yang sangat berbeda. Ada 6 fitur utama yang kamu perlu pertimbangkan saat membeli: Analog/Digital Converter, jumlah mic preamps, jumlah input/output, kemampuan MIDI. Ingat harga mahal tidak selalu lebih baik, ada banyak Audio Interface yang murah tetapi memiliki kualitas bagus untuk studio rumahan.

4. Monitor Studio

Monitor studio sangat berbeda dengan speaker yang biasanya digunakan untuk mendengarkan musik. Monitor studio dibuat untuk menghasilkan reproduksi suara yang lebih akurat. Monitor studio dapat disesuaikan seperti menyesuaikan rentang frekuensi rendah, sedang, dan tinggi.

5. Headphone

Seperti monitor studio, headphone studio dirancang untuk akurasi pendengaran. Ini berarti bahwa kurva treble dan bass yang biasanya diterapkan pada headphone pendengar sehari-hari dikurangi demi respons frekuensi datar. Tujuannya adalah agar kita dapat menghasilkan suara yang ‘netral’ ketika dapat diputar di berbagai speaker yang memiliki karakteristik suara masing-masing.

6. Microphone

Terdapat beberapa bentuk dan ukuran, yang memiliki fungsi untuk merekam instrumen tertentu, seperti drum atau gitar akustik. Ada 3 kategori microphone yang perlu kamu ketahui yaitu :

  • Dynamic memiliki bentuk yang kokoh dan dapat digunakan di studio maupun dalam pertunjukan langsung
  • Condensor memiliki keunggulan untuk merekam vokal dan membutuhkan 48 volt phantom power (disediakan oleh preamp) untuk beroperasi.
  • Pita paling rapuh dari ketiganya dan biasanya memiliki nada yang lebih gelap, yang dapat memberikan hasil menarik pada materi frekuensi tinggi.

7. Keyboard Controller

Bentuknya yang mirip keyboard membuatnya disebut “Keyboard Controller” dan sering disalah-artikan sebagai penghasil suara; padahal lebih tepatnya, keyboard controller adalah alat yang digunakan untuk memasukkan data ke dalam DAW (Digital Audio Workstation). Bentuknya yang seperti ‘keyboard’ memudahkan para musisi untuk memainkan nada-nada ataupun ritme dalam proses rekaman DAW. Saat ini controller telah berkembang lebih jauh, ada yang berbentuk pad maupun winds controller.

8. Acoustic Treatment (Perawatan Akustik)

Jika proses digital tidak memerlukan perawatan akustik, tetapi tidak demikian dengan proses rekaman akustik. Dalam proses rekaman akustik, kamu perlu menggunakan perawatan akustik ruang, bagaimana suara tersebut tidak menggema atau terlalu teredam. Ilmu akustika ruangan adalah salah satu hal yang penting untuk diketahui jika kita ingin memiliki studio rumah yang nyaman untuk proses rekaman akustik.

Itulah beberapa hal yang dapat kamu siapkan untuk merubah kamar tidur atau ruang kosong di rumahmu menjadi “home recording”. Tidak perlu khawatir, sesuai kebutuhanmu, kamu bisa menggunakan seberapa ruang yang ada. Sekolah Musik Indonesia siap membantumu untuk mempersiapkan peralatan home recording termasuk mendampingimu belajar untuk merilis karya musikmu.


메타데이터
post_id
be7f37b03c9
slug
how-to-step-up-a-home-recording-studio-be7f37b03c9
url
https://medium.com/@smialamsutera/how-to-step-up-a-home-recording-studio-be7f37b03c9
canonical_url
https://medium.com/@smialamsutera/how-to-step-up-a-home-recording-studio-be7f37b03c9
author_url
https://medium.com/@smialamsutera
status
ok
fetched_at
2026-08-17 21:23:54