Tak Heran Kenapa Héctor Souto Sukses bersama Timnas
Faith Learning #01: Belajar bersama Coach Héctor Souto (oleh Futsal Series)
Tak Heran Kenapa Héctor Souto Sukses bersama Timnas
Faith Learning #01: Belajar bersama Coach Héctor Souto (oleh Futsal Series)

Sumber: Futsal Series dari Instagram .
1. Kenapa Tulisan ini Hadir?
Pertama, ketertarikan saya terhadap Relationism yang telah saya pelajari, perhatikan, dan tulis (baik dari Jamie Hamilton melalui tulisan dan podcast maupun melalui Fernando Diniz dengan konsep Dinizismo yang terkenal) memaksa saya untuk mengetahui bagaimana sepak bola dimainkan di ruang yang lebih kecil. Futsal adalah jawaban terhadap alasan pertama itu.
Kedua, adalah kesempatan. Kenapa kesempatan? Karena ketika saya melakukan scrolling di halaman instagram saya, saya menemukan informasi emas dari akun Futsal Series yang mengabarkan adanya Futsal Education gratis bagi 1500 pelatih. Ketertarikan dan kesempatan yang saling bertemu inilah yang menggerakkan saya pada akhirnya untuk menulis ini.
2. Apresiasi untuk Ketua Federasi Futsal Indonesia, Pak Michael Sianipar
"Masa depan Futsal Indonesia berada di tangan teman teman semua." - Pak Michael Sianipar, Ketua FFI.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Perhatian besar yang diberikan oleh Pak Michael Sianipar untuk perkembangan Futsal Indonesia terlihat pada pembukaan hari pertama Futsal Education oleh Futsal Series pada tanggal 18 April 2026. Pak Michael Sianipar selaku ketua FFI terus menyadarkan kita bahwa Futsal Indonesia akan terus naik kelas karena luas dan besarnya potensi yang dimiliki. Karena luas dan besar itulah, Pak Michael mengingatkan agar setiap komponen untuk terus kompak layaknya satu keluarga. Jika satu komponen tak berjalan dengan baik, maka komponen-komponen yang lain akan macet. Salah satu komponen tersebut adalah pelatih.
Pak Michael pun membicarakan hasil pertemuannya dengan ketua RFEF yang berujung pada pentingnya penguatan pada Pelatih. Karena, jika pelatih berkualitas, maka kompetisi semakin berkualitas dan pembinaan pemain-pemain muda juga akan berkualitas. Oleh karena itu, harapan dari Ketua FFI adalah menghadirkan pelatih berkualitas serta berlisensi dan meningkatkan kualitas pelatih dengan komprehensif.
3. Apa Saja yang Saya Pelajari dengan Coach Héctor Souto?
Bagi yang membaca tulisan kali ini, pastinya sudah tak asing dengan nama Héctor Souto. Seorang coach berkebangsaan Spanyol yang mempunyai segudang pengalaman dan prestasi. Membawa Indonesia sampai ke Final AFC Futsal menghadapi Iran adalah prestasi yang sampai sekarang masih segar dalam ingatan Rakyat Indonesia. Pada tanggal 18 April 2026, beliau menjadi speaker pada hari pertama Futsal Education yang diadakan oleh Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Impresi yang saya dapatkan dalam Futsal Education bersama Coach Héctor Souto adalah bagaimana passionate dalam diri seseorang dapat dirasakan oleh orang yang mendengarkannya. Hal ini dipancarkan oleh Coach Héctor Souto dengan pemaparannya yang lugas, komprehensif, sekaligus runut tanpa adanya intermezzo yang berlebihan. Keadaan yang demikian menjadi semakin segar dalam ingatan dengan gaya pelafalan Coach Héctor Souto yang menggunakan bahasa Inggris dengan logat Spanyol khasnya. Kata "Situation" yang tetap dilafalkan dengan bahasa Spanyol "Situación" masih terngiang-ngiang dalam ingatan saya sampai saat ini. Saya rasa, cara dan suasana seperti inilah yang membuat Coaching Education yang dihadirkan mudah untuk diingat. Jika saya dan teman teman coaches yang dipertemukan via Zoom mudah untuk mengerti dan mengingat apa yang Coach Héctor sampaikan, apalagi bagi para pemain yang beliau komandoi selama ini. Tak heran jika beliau sukses bersama Timnas.
Adapun untuk pembelajaran yang saya dapatkan melalui Zoom, terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama yang bertemakan "How do the Players Learn" dan sesi kedua "Deep Game Interpretation". Saya akan menulis apa saja yang saya pelajari dalam dua sesi tersebut.
A. How do The Players Learn?
"What is inside our players heads? What is the coaches job? The challenge is how to make the ideas understanable."- Coach Héctor Souto.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Pada sesi pertama ini, Coach Héctor memberikan gambaran awal bagaimana konsep dalam futsal dijelaskan. Beliau memberikan contoh dengan gambaran garis kusut yang disusun atau dirapikan sehingga menjadi garis yang teratur. Lalu beliau mengatakan,
"The challenge is how to make ideas understanable."
Gambaran ini menjadi pelajaran bagi kita yang memegang peran coaches untuk bisa memberikan ide yang dapat dimengerti oleh para pemain.
- Kick Off (We Need to Take Care of Our Players)

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Layaknya kick-off, Coach Héctor menjelaskan bagaimana game model dan konsep latihan dalam olahraga dengan menjelaskan empat area performa yaitu fisik, teknik, taktik, dan psikis. Dilanjutkan dengan sedikit bumbu sejarah yang mendasari hal ini seperti periodisasi dan analisis performa yang sudah sering terdengar seperti Lev Matyeev, Tudor O. Bompa, dan Jürgen Weineck. Namun, yang menggugah perhatian saya adalah bagaimana disaat dunia sudah berjalan begitu cepat dan serba baru, kita harus bisa menyajikan latihan-latihan yang sesuai dengan perkembangan saat itu.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
"We can't keep training like twenty years ago."- Coach Héctor Souto.
Dengan demikian, Coach Héctor menekankan bagaimana latihan dengan memperhatikan tim baik itu secara individual pemain maupun secara keseluruhan sebagai tim. Gaya seperti inilah yang kita kenal dengan Holistic, dengan mempertimbangkan pemain atau suatu hal sebagai sebuah keseluruhan, daripada mempertimbangkannya hanya sebagai part atau sebagian saja. Pendekatan holistic ini dapat dibagi kepada Structurism yang diperkenalkan oleh Paco Seirul.lo dan Tactic Periodezation oleh Vitor Frade.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
"We can train players regarding of player individual or the whole team."
Dengan segala penjelasan tadi, bagian kick-off ini diakhiri dengan struktur yang membangun pemain itu sendiri. Terbagi ke dalam delapan struktur yaitu Cognitive, Coordinative, Conditional, Bioenergenetic, Creative-Expressive, Emotional-Volitional, Relational-Social, dan Mental.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
- The Decision Making Progress
Inilah bagian terpenting pada sesi pertama bersama Coach Héctor Souto. Beliau menjelaskan proses dalam terjadinya pembuatan keputusan (Decision Making) yang terdiri dari:

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
a. Perception Berasal dari knowledge dan information. Bisa dari pemain, pelatih, maupun dari lawan. Didapatkan dengan cara melakukan analisis.
b. Decision Berupa solution dan advice. Perception dan Decision merupakan bagian yang disebut sebagai taktik.
c. Execution Inilah finishing dari dua hal sebelumnya. Lakukan dan laksanakan. Hal ini bergantung pada teknik. Barulah kita mendapatkan feedback dari perception (Knowldege dan information), apakah sesuai atau tidak.
Pembahasan selanjutnya adalah bagaimana proses decision making terjadi pada seorang pemain. Coach Héctor membaginya kepada Sensory Stimulation, Perception, Cognition, Execution. Lalu, Coach Héctor memberikan perhatian lebih pada neural control dan musculoskleletal mechanics. Beliau mengatakan,
"What above the red line (Neural Control) is mental proficiency. It can’t be controlled. What under the red line (Musculoskeletal Mechanics) is physical and technical proficiency."

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Oleh karena itu, Coach Héctor Souto memberikan wejangan kepada kami yang berada di Zoom untuk tak hanya menjadikan fokus latihan pada physical dan technical. Akan tetapi, penting untuk membuat pemain berlatih untuk bisa membaca permainan (Reading the Game).
Pembahasan berpindah pada aspek apa yang mempengaruhi Decision Making. Aspek tersebut adalah Perception. Bagaimana seorang pemain melihat lapangan. Coach Héctor membagi pada dua persepsi, yaitu persepsi horizontal dan persepsi vertikal.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Lalu, Coach Héctor menjelaskan pembagian persepsi berdasarkan situasi dan jumlah pemain kepada:
a. Individual Situations Persepsi ini sering terjadi pada pemain ketika 1v1. Persepsi ini bersifat non-associative.
b. Groupal Situations Persepsi ini terjadi pada situasi 2v2. Berada di intermediate space dan sedikit lebih luas.
c. Collective Situations Persepsi ini terjadi pada 3v3 atau 4v4. Bersifat kolektif dengan cakupan yang lebih luas lagi. Groupal dan Collective situations ini bersifat associative.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
“In tactic, we must talk what to look, how to look, when to look. When you explain to players what to do, you have to attend all this.”- Coach Héctor Souto.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Dengan kompleksnya persepsi oleh pemain. Apa yang harus kita lakukan? Coach Héctor menjawab pertanyaan tersebut dengan S.P.Ps. apa itu S.P.Ps? S.P.Ps adalah kepanjangan dari Specific Perceptual Patterns. Ini merupakan sebuah cara yang efisien dimana pemain dengan cepat untuk menentukan atau mengerjakan tugas yang diberikan dan akurat dalam mengambil keputusan. S.P.Ps ini diambil berdasarkan jurnal dari Paul Cisek yang melakukan penelitian dengan subjek tikus. Kesimpulan dari jurnal tersebut adalah bagaimana otak lebih cepat merespon jika ada satu tugas daripada dihadapkan pada dua tugas didepannya. Hal yang sama pun terjadi kepada pemain sebagai solusi. Menjelaskan tugas pasti bagi para pemain agar dapat merespon cepat dan kerja yang dilakukan lebih efisien.
Coach Héctor Souto mencontohkan bagaimana S.P.Ps dilakukan. Posisi pemain yang melakukan 1v1 dapat diberi dengan delapan opsi yang berbeda. Oleh karena itu, kita harus menciptakan bagaimana situasi yang dihadapi pemain serta opsi yang dapat ia lakukan.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Untuk menyukseskan decision making dengan aspek perception yang dijelaskan tadi, Coach Héctor mengatakan adanya determinant (penentu) dalam decision making. Penentu tersebut terbagi dalam dua faktor yaitu faktor internal dan faktor konstektual. Dengan demikian, dihasilkan Perception + S.P.Ps + Determinants.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Internal faktor berkaitan dengan teknikal pemain sehingga Coach Héctor mengatakan,
"Technic is a tool to determine decision making."
Pembahasan berlanjut dengan bagaimana latihan dibentuk. Coach Héctor membagi tipe latihan kepada lima level. Dimulai dari Decontextualized, Micro-contextualized, Reduced Game Situation, Conditioned Game, dan Representive Game. Coach Héctor memveri saran pada tipe latihan ini dengan bahwasanya antara level dua sampai dengan empat adalah hal yang harus dilakukan.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
- Content Proposal
Pada pembahasan ini, Coach Héctor lebih fokus pada apa yang perlu ditekankan saat latihan tergantung rentangan usia pemain. Bisa dilihat pada gambar yang disajikan. Namun beliau menekankan kepada semua pelatih yang berada di Zoom bahwa latihan hanya 20% yang berupa formal education. Selebihnya berupa non-formal education. Disitulah tugas kita untuk bereksplorasi dan menentukan apa formula yang tepat bagi pemain kita.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
- Futsal dan Relationism
Akhir dari sesi pertama bersama Coach Héctor Souto ditutup dengan kesempatan bertanya bagi para coaches kepada Coach Héctor Souto. Kesempatan ini tak saya sia-siakan untuk menanyakan sesuatu yang selama ini saya pelajari dan analisis. Sesuatu itu adalah Relationism (kalian bisa melihat beberapa tulisan saya di medium ini tentang Relationism dalam sepak bola). Walaupun saya tak mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung via Zoom, saya pada akhirnya mendapatkan kesempatan itu di Instagram.
Pertanyaan saya berdasarkan kepada bahwasanya Relationism dalam sepak bola sangat terhubung dengan Futsal. Apalagi dalam hal Close Proximity dan memberikan kebebasan pada pemain di situasi yang dihadapinya. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Sang Treinador dengan jawaban yang padat namun bermakna,
"The goal is not to control every decision, but to progressively reduce the need for the external instruction as players internalize the model - which is precisely where the relationism philosophy connects. Freedom emerges from understanding, not from the absence of structure."

Sumber: Screenshot dari Instagram.
Relationism hadir dari pemahaman, bukan dari ketiadaan struktur. Oleh karena itu, pelatih tetap dituntut untuk mengobservasi, memperbaiki, lalu menggabingkan struktur sehingga menjadi sesuatu yang dipahami pemain.
B. Deep Game Interpretation
"You must organize your knowledge. If you wanna be a coach, you must have your idea of coaching."- Coach Héctor Souto.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Pada sisi kedua bersama Coach Héctor Souto, para coaches termasuk saya belajar tentang Deep Game Interpretation, Tafsiran Game yang Mendalam. Coach Héctor memulai dengan,
"You can not train a team if you don't know what do you have to train."

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Kita tak akan bisa melatih sebuah tim jika kita tak tahu apa yang harus dilatih. Lalu, Coach Héctor mengatakan bahwa ada tiga tugas utama dari seorang pelatih, yaitu Analize (Menganalisis sebuah pertandingan), Develop (Mengembangkan sebuah game model), dan Implement (Menerapkan pada modal latihan). Untuk lebih spesifik, bisa dilihat pada gambar dibawah.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Coach Héctor pada bagian Implement mengatakan bahwa harus mencakup empat unsur penting. Terdiri dari Adaptable (Dapat diaplikasikan dimanapun), Connected (Terhubung satu sama lain), Flexible (Dapat disesuaikan), dan Logic (Mudah dan dapat diterima akal).
"You have to develop all this in your team situation."- Coach Héctor Souto.
Lalu, Coach Héctor Souto menjelaskan tentang Game Cycle sebagaimana yang terdapat pada gambar. Pada pembahasan ini, Coach Héctor mengatakan,
"Before you train a team, you have to deeply understand the game. You must speak to the players what the spesific situation."

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Pembahasan selanjutnya berkutat pada Design dan Training Model. Disini, Coach Héctor sangat memberikan contoh bagaimana design dan training model dibuat (yang membuat saya tak dapat meng-capturenya karena berupa video). Namun, itu bukan masalah. Coach Héctor menyampaikan bahwa Game Model adalah sistem yang kita miliki. Maka, harus memiliki prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah yang mudah dimengerti oleh pemain (contoh, gerak lari jaga tengah, kaki kanan kaki kiri, main kaki dominan kaki lemah, dan sebagainya). Lalu beliau mengatakan,
"I take the situation and how to be nice with many solutions."
Setelah itu, Coach Héctor menyampaikan bahwa setiap latihan harus mempunyai target yang jelas.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
4. Penutup
Sebagai akhir dari apa yang saya tulis dan pelajari dari Futsal Education yang diadakan oleh Futsal Series bersama Coach Héctor Souto pada hari pertama tanggal 18 April 2026, Coach Hèctor Souto memberikan nasihat serta penyemangat bagi para Coaches via Zoom,
"Before we talk about Piala Dunia, we should develop our grassroots."(Pentingnya grassroot dalam ruang lingkup futsal).
"You have to work with what you have, you have to teach what you have."(Pentingnya untuk terus melakukan latihan bersama pemain dan menyalurkan ilmu yang diberikan pada ruang lingkup yang nyata).
Dan yang paling saya ingat, Coach Héctor Souto mengatakan jika pria asal Chantada, Galia yang memiliki 300 penduduk bisa mencapai semua ini, maka kalian pun juga bisa.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.

Sumber: Screenshoot dari Zoom Futsal Series.
Thanks, Coach Héctor Souto Thanks, Futsal Series Maju terus Futsal Indonesia
메타데이터
- post_id
- bea12b5f7bf0
- slug
- tak-heran-kenapa-héctor-souto-sukses-bersama-timnas-bea12b5f7bf0
- url
- https://medium.com/@faithfootballcoach7/tak-heran-kenapa-h%C3%A9ctor-souto-sukses-bersama-timnas-bea12b5f7bf0
- canonical_url
- https://medium.com/@faithfootballcoach7/tak-heran-kenapa-h%C3%A9ctor-souto-sukses-bersama-timnas-bea12b5f7bf0
- author_url
- https://medium.com/@faithfootballcoach7
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 03:02:36