← Back to list

Meneruskan Jejak Munir: Inspirasi Najwa Shihab untuk Mahasiswa ITB

Saya merupakan mahasiswa baru tahun 2024 Institut Teknologi Bandung yang beberapa hari yang lalu melaksanakan Orientasi Studi Keluarga…

Rifqi Pasha Alviansyah · 2024-09-08 13:18 · 0 claps · 2.4 min read
#ham #bangsa #munir #itb #oskm
Open on Medium ↗

Meneruskan Jejak Munir: Inspirasi Najwa Shihab untuk Mahasiswa ITB

Saya merupakan mahasiswa baru tahun 2024 Institut Teknologi Bandung yang beberapa hari yang lalu melaksanakan Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) ITB Tahun 2024. Dalam ragkaian OSKM ITB 2024 terdapat salah satu mata acara, yaitu Talk Show Kebangsaan. Untuk itu saya akan membuat resume tentang talkshow tersebut. Namun, sebelum itu izinkan saya untuk memperkenlalkan diri terlebih dahulu.

Nama saya Rifqi Pasha Alviansyah, NIM. 16424398, dan saya berasal dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

Ketika mendengarkan talkshow yang dibawakan oleh Mba Najwa Shihab di OSKM ITB, saya merasa begitu tergerak oleh kisah Munir Said Thalib. Bagi saya, Munir bukan sekadar aktivis hak asasi manusia; ia adalah contoh nyata dari kepekaan dan keberanian dalam menghadapi ketidakadilan. Kisah hidupnya, terutama saat ia harus kehilangan nyawa karena keberaniannya berbicara lantang, membuat saya merenungkan kembali apa arti panggilan hidup dalam konteks bangsa dan dunia.

Najwa Shihab, atau yang sering disebut Mbak Nana, menekankan bahwa keberanian bukanlah sesuatu yang tiba-tiba muncul, melainkan lahir dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Panggilan hidup seseorang, menurutnya, tidak selalu berupa tindakan heroik seperti yang dilakukan Munir, tetapi bisa saja berasal dari keresahan yang kita rasakan ketika melihat ketidakadilan. Saya sepenuhnya setuju dengan pandangan ini. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang membutuhkan keberanian untuk berbicara atau bertindak, meskipun mungkin tidak sebesar apa yang dilakukan Munir.

Munir adalah sosok yang begitu berani dan gigih memperjuangkan keadilan, sampai-sampai ia dianggap “berbahaya” oleh mereka yang berkuasa. Fakta bahwa ia dibunuh melalui racun saat berada di udara menggambarkan betapa kuatnya pengaruh Munir dan seberapa besar upaya yang dilakukan untuk membungkamnya. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa keberanian untuk memperjuangkan kebenaran bisa sangat berisiko, tetapi juga sangat penting. Dalam dunia yang penuh dengan ketidakadilan, seperti yang terjadi di Indonesia, kepekaan dan keberanian adalah kualitas yang sangat dibutuhkan.

Saya merasa bahwa pesan yang disampaikan oleh Najwa sangat relevan bagi kita sebagai mahasiswa ITB, khususnya dalam masa OSKM yang sedang kami jalani. Kami diajak untuk merenungkan peran kami dalam masyarakat dan bagaimana kami dapat berkontribusi bagi bangsa. Dengan memahami konsep Global Citizenship, kita dituntut untuk tidak hanya peduli pada isu-isu lokal, tetapi juga global, serta berani bertindak ketika melihat ketidakadilan. Ini membuat saya berpikir, bagaimana kepekaan yang kita miliki sekarang bisa menjadi landasan untuk tindakan nyata di masa depan?

Dalam konteks kondisi bangsa saat ini, saya melihat bahwa banyak faktor, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi situasi sosial, politik, ekonomi, dan budaya kita. Secara sosial, Indonesia masih berjuang dengan ketimpangan akses terhadap pendidikan dan kesehatan. Secara politik, isu korupsi dan lemahnya penegakan hukum menjadi momok yang menghantui demokrasi kita. Secara ekonomi, meskipun ada pertumbuhan, ketergantungan pada pasar global dan isu pengangguran masih menjadi tantangan. Di sisi budaya, modernisasi dan globalisasi sering kali mengikis nilai-nilai tradisional yang seharusnya menjadi fondasi identitas bangsa.

Namun, seperti yang diajarkan oleh Munir dan ditekankan oleh Najwa, tantangan ini seharusnya menjadi pemicu bagi kita untuk bertindak. Saya percaya bahwa mahasiswa, termasuk saya sendiri, memiliki peran penting dalam merespons kondisi ini. Mungkin kita tidak akan langsung terjun ke dunia aktivisme seperti Munir, tetapi kita bisa mulai dari langkah kecil — dari hal-hal sederhana yang kita temui sehari-hari.

Panggilan hidup kita mungkin tidak sebesar Munir, tetapi saya merasa bahwa kita harus terus mengasah kepekaan terhadap situasi di sekitar. Ketika kita melihat ketidakadilan, sudah sepatutnya kita bersuara dan bertindak. Bagi saya, inilah esensi dari pesan Najwa Shihab — bahwa keberanian bisa datang dari mana saja, dan panggilan kita tidak harus berupa sesuatu yang besar, tetapi harus dimulai dari kepekaan kita terhadap situasi.

Kesimpulan dari talkshow ini, mengungkapkan bahwa kita sebagai mahasiswa ITB, harus memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari solusi bagi bangsa ini. Melalui kepekaan dan keberanian seperti yang dicontohkan Munir, saya yakin kita bisa menemukan panggilan kita masing-masing dan memberi kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.


메타데이터
post_id
bebfa85c8cd7
slug
meneruskan-jejak-munir-inspirasi-najwa-shihab-untuk-mahasiswa-itb-bebfa85c8cd7
url
https://medium.com/@pashaalvianz26/meneruskan-jejak-munir-inspirasi-najwa-shihab-untuk-mahasiswa-itb-bebfa85c8cd7
canonical_url
https://medium.com/@pashaalvianz26/meneruskan-jejak-munir-inspirasi-najwa-shihab-untuk-mahasiswa-itb-bebfa85c8cd7
author_url
https://medium.com/@pashaalvianz26
status
ok
fetched_at
2026-07-22 22:06:02