← Back to list

Judi Online: Perusak Seni Bertaruh

Dalam judi online semuanya serba tak jelas, yang jelas hanya satu, uangnya raib.

Ejak · 2026-04-13 16:38 · 0 claps · 2.2 min read
#judi-online #judi-bola #kebiasaan
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment

Mari bahas hal yang banyak digemari oleh banyak orang belakangan, judi online. Apa yang aku tahu soal ini? Ya bisa jadi aku tak punya pengalaman langsung mencoba bermain, tapi aku dekat dengan mereka yang menggandrungi permainan ini.

Judi online adalah salah satu berkat teknologi yang aku benci. Bukan perkara judi itu haram, dosa, atau membangkrutkan orang-orang disekitarku. Bagian itu sebetulnya bukan urusanku.

Dari situs judol

Dari situs judol

Jauh sebelum internet berkembang pesat seperti sekarang, masyarakat kita sudah berjudi. Malahan jauh menggairahkan daripada hari ini, setidaknya dari sisi penonton.

Pada dasarnya semua hal bisa dijadikan judi, rata-rata adalah olahraga populer seperti, sepakbola, pacu kuda, balap, hingga tinju. Skalanya pun sangat beragam, mulai dari tarung kampung sampai kejuaraan internasional.

Belum lagi dalam budaya tradisional, judi itu sendiri merupakan bagian dari permainan. Misalnya dalam masyarakat minang, ada permainan kartu yang digemari kaum pria bernama kartu koa.

Permainan kartu semacam ini mirip mahjong, dimainkan beberapa orang diatas sebuah meja, ditemani minuman kesukaan setiap orang, teh telur. Dimulai sejak sesudah isya sampai tengah malam.

Semalam suntuk orang-orang bertukar cerita, bergurau, juga kadang merencanakan hidup. Uang di sini hanya jadi bunga permainan, kebanggaan jika menang, anggaplah ongkos bermain jika kalah.

Dalam satu meja yang bermain mungkin hanya empat orang, tap hiruk pikuk terjaga ke seluruh isi warung. Ada yang menonton, ada yang duduk menikmati kopi, ada yang hanya ingin duduk di tengah keramaian.

Pemilik warung sibuk sepanjang malam, menyeduhkan kopi, mie, teh telur, juga kadang terkantuk-kantuk menunggu ada yang menyerah.

Mereka yang telah lelah bekerja di sawah, ladang, atau di pasar, mendudukkan lelahnya di warung kecil dekat rumah. Dengan kartu kuning, minuman panas, juga kawan sejawat.

Begitu judi berjalan sebelum internet, beberapa mungkin masih bertahan hingga hari ini. Namun, setelah kehebatan gawai yang demikian rupa, orang-orang mulai berjudi kapan dan dimana saja.

Saat minum kopi pagi di rumah, saat bekerja, saat berkendara, saat berak, saat makan, saat suntuk, bahkan di saat tak ada uang sekalipun.

Dengan segala kemudahaan itu judi menjadi candu yang sulit ditinggalkan. Bahkan tak tampak lagi di warung, di pos ronda, bahkan di tempat bekerja, sebab segalanya sudah tergadai dalam semalam suntuk.

Berjudi semacam ini merusak seni permainan. Bagaiamana tidak, biasanya orang harus memikirkan strategi untuk mengalahkan lawan, berbagi saran, kadang bersekongkol dengan teman sebelah. Mereka membuat komunitasnya hidup, semua orang diikutkan dalam permainan.

Sedangkan pada judi online, itu hanya perihal berapa uang yang hilang atau berapa banyak uang yang dihasilkan. Tidak peduli apapun permainannya, siapa lawannya, apa minuman pendampingnya, di mana bermainnya, semuanya tidak begitu jelas.

Belum lagi emosi pejudi online itu tidak menyenangkan, mereka sering kali meledak-ledak. Kadang senang sekali hingga seperti dermawan kaya, mentraktir setiap orang yang menyapa. Kadang kala atau sering kali mengasingkan diri dan memarahi siapa yang mencoba mengganggunya.

Sebenarnya kedua jenis pejudi tetap memiliki peluang kehilangan uang, tapi pejudi tradisional tahu kepada siapa dia kalah, juga sadar atas siapa dia menang.

Dalam judi online semuanya serba tak jelas, yang jelas hanya satu, uangnya raib. Pekerjaan, pasangan, pewarung, orang tua, teman sejawat, anak, semuanya tak suka.

Aku cuma berharap kita berjudi untuk memeriahkan pertandingan, menonton lebih seru, juga tidak kehilangan seni nya. Bukan menjadi obat suntuk yang kian hari kian pahit.


메타데이터
post_id
bec034ec0a97
slug
judi-online-perusak-seni-bertaruh-bec034ec0a97
url
https://medium.com/@whosejak/judi-online-perusak-seni-bertaruh-bec034ec0a97
canonical_url
https://medium.com/@whosejak/judi-online-perusak-seni-bertaruh-bec034ec0a97
author_url
https://medium.com/@whosejak
status
ok
fetched_at
2026-06-29 01:02:39