Bogor: Ketika Nama-Nama Berkisah
Saat memasuki tol Jagorawi papan penunjuk arah membinarkan nama-nama tempat. Begitu juga saat memasuki kota Bogor. Adalah T. Bachtiar yang…
Bogor: Ketika Nama-Nama Berkisah
Adalah T. Bachtiar yang menjadikan saya tidak lagi sama setiap membaca nama-nama tempat.
Saat memasuki tol Jagorawi, misalnya, papan penunjuk arah membinarkan nama-nama tempat. Begitu juga saat memasuki kota Bogor. Telisik toponimi kali ini lebih fokus kepada nama-nama yang berasal dari tumbuhan saja.

Secara alfabetis kita mulai dari Binong. Binong, atau winong, dalam bahasa Sunda merujuk pada nama pohon khas tropis, yaitu Ficus variegata, sejenis pohon beringin varietas lokal yang rindang dan sering tumbuh di tepi sungai. Prefiks ci- merujuk pada air atau sungai yang ada tempat tersebut.
Bogor. Dalam bahasa Sunda, Bogor berasal dari bokor, yang berarti tunggul pohon kawung (enau/aren) yang hangus akibat kebakaran hutan atau petir pada abad ke-17, saat wilayah ini dibuka lahan oleh Pajajaran.
Bukti ekologisnya terlihat dari nama-nama tempat seperti Kawungluwuk dan Cikawung di sekitar Bogor.
Ciampea. Kata ampea boleh jadi merujuk kepada Jenis bambu ampial atau ampel (Bambusa vulgaris) yang kemudian berubah ucapan menjadi ampea.
Ciawi. Kata ini berasal dari nama pohon, yaitu bambu yang dalam Bahasa Sunda disebut awi. Jenis bambu yang digunakan lainnya buluh atau haur.
Cikeas. Kata keas merujuk kepada pohon yang diduga sejenis jati. Beberpa sumber merujuk kepada pohon Akasia, terutama Acacia mangium atau Acacia auriculiformis, yang sering kali dianggap memiliki karakteristik serupa jati (kayu keras, untuk furnitur) namun dengan harga lebih terjangkau.
Cimanggis. Etimologi Cimanggis berasal dari pohon manggis (Garcinia mangostana). Dahulu, nampaknya wilayah ini dikenal sebagai kawasan perkebunan yang banyak ditumbuhi pohon manggis.
Citeureup. Toponimi Citeureup berasal dari teureup yang merujuk pada jenis pohon terap (Artocarpus elasticus) yang dahulu tumbuh subur di daerah tersebut. Nama ini secara harfiah berarti air atau sungai di dekat pohon teureup.
Kemang. Kemang adalah pohon buah sejenis mangga dengan bau yang harum menusuk dan rasa yang masam manis. Pohon ini berkerabat dekat dan sering kali dianggap sama dengan binjai. Akan tetapi beberapa pakar menyarankan untuk memisahkannya dalam jenis tersendiri, Mangifera kemanga.
Sentul. Barangkali tidak banyak yang mengenal sebagian nama buah sentul. Nama ilmiah pohon sentul adalah Sandoricum koetjape dan memiliki banyak nama lokal antara lain: kecapi, kacapi, ketuat, atau santor. Buah ini juga sering disebut manggis hutan menilik bentuk fisiknya yang menyerupai manggis.
Tajur. Kata tajur dalam Bahasa Sunda berarti “kebun buah-buahan” atau “kebun khusus tanaman buah”. Toponimi Tajur boleh jadi merujuk kepada kebun buah yang dibuat pada era kerajaan Pajajaran.
Gara-gara Pak Bachtiar, semuanya tidak sama lagi. Membaca nama tempat seakan berubah menjadi mendengarkan kisahnya. []
메타데이터
- post_id
- bfde1ef5c0c6
- slug
- bogor-ketika-nama-nama-berkisah-bfde1ef5c0c6
- url
- https://medium.com/@dodikurniawan71/bogor-ketika-nama-nama-berkisah-bfde1ef5c0c6
- canonical_url
- https://medium.com/@dodikurniawan71/bogor-ketika-nama-nama-berkisah-bfde1ef5c0c6
- author_url
- https://medium.com/@dodikurniawan71
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 04:09:36