Kerja Remote Internasional, CV Juga Harus Standar Internasional
Cek 5 hal ini di CV kamu sebelum lamar kerja remote internasional!
Kerja Remote Internasional, CV Juga Harus Standar Internasional
Cek 5 hal ini di CV kamu sebelum lamar kerja remote internasional!

Gambar oleh Resume Genius dari Unsplash
Mau lamar kerja remote di perusahaan luar negeri, tapi, masih ragu-ragu soal CV yang entah sudah sesuai ketentuan atau belum. Pernahkah kamu merasa seperti ini? Padahal, CV menjadi hal paling utama dalam melamar pekerjaan.
Sebenarnya, kamu tak perlu ragu. Kamu hanya belum mengenali standar CV internasional dan mungkin masih melakukan kesalahan-kesalahan dalam membuatnya. Coba cek terlebih dahulu dengan lima hal di bawah ini di CV kamu, apakah sudah layak dikirim ke perusahaan luar negeri?
CV Harus ATS-friendly
Hal ini sebenarnya sudah menjadi fakta umum yang wajib diaplikasikan di dalam CV. Baik melamar kerja di dalam negeri atau luar negeri, remote atau non-remote, CV kamu wajib bersifat ATS-friendly. Ini karena CV yang ATS-friendly akan memudahkan pembacaan atau screening dengan cepat untuk dibaca oleh software ATS dari sekian banyaknya pelamar.
Biasanya, CV ATS-friendly memiliki ciri-ciri: menggunakan font Times New Roman atau Calibri dengan desain yang sederhana dan memiliki struktur mulai dari profil diri hingga pengalaman kerja. Sedikit tip untuk membuat CV ATS-friendly adalah dengan menggunakan kata kunci tertentu supaya mudah dikenali oleh sistem, misalnya, kata kunci yang diambil dari skill yang dimiliki, seperti content writing.
Profil Diri yang Minimalis di CV
Apa maksudnya minimalis ini? Sederhananya, dalam membuat CV berstandar internasional, kamu hanya perlu memasukkan hal-hal penting saja. Profil atau biodata diri cenderung sangat luas, sehingga perusahaan luar negeri cenderung tidak melihat detail-detail kecil tidak relevan di CV kamu. Hal ini meliputi penggunaan foto diri yang tidak perlu dan tambahan informasi yang tidak relevan seperti tanggal lahir, agama, dan status diri.
Ada juga beberapa perusahaan tertentu yang memang tidak akan melirik CV dengan foto diri karena kebijakan di sana. Jadi, di bagian profil diri yang ada di bagian paling atas, kamu cukup memasukkan nama, kontak HP dan email, lokasi atau domisili kamu, link akun LinkedIn, dan link portofolio.
Penulisan Summary atau About Me yang Jelas di CV
Sudah bisa menulis summary atau bagian about me dengan ringkas dan jelas? Bagian-bagian dalam CV memang tidak seharusnya terlalu panjang, termasuk bagian summary atau about me ini. Bagi kamu yang sudah memiliki pengalaman kerja yang cukup, di bagian summary atau about me ini, kamu bisa menuliskan role kamu, keahlian, dan prestasi atau pencapaian terbesar kamu.
Kalau kamu masih mahasiswa yang baru saja mulai dan belum memiliki banyak pengalaman, kamu bisa menuliskan siapa kamu, aktivitas atau kesibukan kamu, keahlian, minat, dan aspirasi kamu. Terlebih, bagian ini bisa ditutup dengan ajakan untuk kerja sama dan kolaborasi, menunjukkan bahwa kamu adalah seseorang yang selalu terbuka dengan banyaknya peluang dan kesempatan.
Penambahan Bagian Career Aspiration di CV
Pernahkah kamu mendengar tentang career aspiration? Di CV berstandar internasional, bagian ini ikut dimasukkan ke dalam CV, tetapi sifatnya opsional. Career aspiration dapat ditulis dalam bentuk pernyataan seperti summary, diisi dengan aspirasi kamu ke depannya atau terkait hal-hal yang ingin kamu raih di masa depan atau di pekerjaan ini.
Misalnya, kamu ingin menjadi seorang copywriter sukses di masa depan dengan kehidupan yang work-life balance. Di CV sendiri, bagian career aspiration biasanya tidak terlalu diindahkan, karena recruiter cenderung langsung melihat ke bagian summary atau about me yang lebih menggambarkan diri kamu dan pengalaman nyata kamu dalam mengerjakan sesuatu.
Skill dan Jobdesc yang Nggak Muluk-Muluk di CV
Ketika membuat CV, pastikan juga bahwa kamu mencantumkan skill dan jobdesc tanpa bertele-tele. Perusahaan luar negeri cenderung menyukai hal-hal yang sifatnya jelas dan to-the-point, sehingga di bagian skill, kamu langsung saja menulis skill spesifik yang relevan dengan bidang yang kamu lamar, misalnya, copywriting atau SEO optimization. Pernahkah kamu menuliskan daftar soft skill seperti team working, komunikasi, dan lain-lain itu?
Mulai dari sekarang, kalau tujuan CV kamu ke perusahaan luar negeri, tidak perlu lagi, ya, menulis skill general yang sudah seharusnya dimiliki semua pekerja itu. Sementara itu, di bagian jobdesc, yuk, cek-cek lagi kalau masih menulis list tugas dan tanggung jawab, karena seharusnya jobdesc langsung diisi dengan pencapaian-pencapaian yang berhasil kamu raih selama memegang role tersebut. Dalam menuliskan pencapaian ini, adanya angka sangat perlu, ya, untuk menonjolkan kelebihan kamu!
Dalam melamar pekerjaan di perusahaan luar negeri, kamu perlu sabar, konsisten, sambil meningkatkan skill terus-menerus. Akan ada waktu yang tepat bagi kamu untuk akhirnya mengalaminya. Jadi, sudahkah kamu siap untuk merombak kembali CV kamu?
메타데이터
- post_id
- bfe150d9a7ef
- slug
- kerja-remote-internasional-cv-juga-harus-standar-internasional-bfe150d9a7ef
- url
- https://medium.com/@digilock.idn/kerja-remote-internasional-cv-juga-harus-standar-internasional-bfe150d9a7ef
- canonical_url
- https://medium.com/@digilock.idn/kerja-remote-internasional-cv-juga-harus-standar-internasional-bfe150d9a7ef
- author_url
- https://medium.com/@digilock.idn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-21 19:25:17