← Back to list

Kenapa Pilih Bahasa Jerman?

Mempelajari bahasa asing itu seperti membuka jendela ke dunia lain. Sungguh sebuah petualangan …

Himmelblauonline · 2026-03-16 14:17 · 0 claps · 2.3 min read
#bahasajerman #belajar-bahasa-jerman #belajar #jerman #bahasa
Open on Medium ↗

Kenapa Pilih Bahasa Jerman?

Mempelajari bahasa asing itu seperti membuka jendela ke dunia lain. Sungguh sebuah petualangan …

musim dingin di Dortmund 2021

musim dingin di Dortmund 2021

Kita harus menjelajah ke masa lalu tepatnya tahun 1999. Tahun 1998–1999 merupakan tahun yang cukup berdarah bagi bangsa Indonesia karena bertepatan dengan dimulainya era reformasi. Saya tidak akan membahas tentang hal ini, tetapi ini momen di mana saya selesai SMA dan mengikuti ujian yang dulu namanya UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Alkisah orang tua saya ingin anak-anaknya itu masuk sekolah negeri disebabkan salah satunya faktor ekonomi. Orang tua hanyalah pegawai negeri biasa dengan gaji standar di masa itu. Kami harus berhemat agar bisa memenuhi semua kebutuhan sehari-hari.

Berhemat di sini artinya tidak ada jalan-jalan ke bioskop bareng keluarga, tidak ada yang namanya nge-mal bareng, jajan secukupnya, tidak ada sekali seminggu makan di luar sekeluarga. Semuanya cukup dilakukan di rumah.

Kembali ke alasan saya memilih bahasa Jerman. Pada dasarnya saya suka sekali belajar bahasa Inggris. Dulu ini satu-satunya bahasa asing yang bisa kita pelajari di sekolah, terutama mulai di SMP. Setelah selesai SMA saya harus kuliah dan ingin membanggakan orang tua juga.

Agar kami ini bisa masuk sekolah negeri, terutama saya sebagai anak terdepan, orang tua membiayai bimbel (bimbingan belajar) agar lulus UMPTN. Waktu itu saya cukup rajin datang sesuai jadwal karena ada teman belajarnya yang juga merupakan tetangga.

Teman inilah yang mendorong saya untuk memilih bahasa Jerman. Dia punya kakak yang pengetahuannya cukup luas. Saran kakaknya, saya sebaiknya memilih bahasa Jerman karena bahasa Inggris sudah biasa. Selain itu, pelafalan bahasa Jerman katanya tidak beda jauh dengan bahasa Indonesia.

Entah mengapa pada saat itu saya mempertimbangkannya. Zaman UMPTN dulu itu saya kebetulan anak IPA yang boleh memilih 3 jurusan perkuliahan. Karena belajar bahasa asing sangat menarik buat saya, saya pilih di urutan nomor 1, yaitu sastra Jerman di salah satu kampus terkemuka di Indonesia. Pada akhirnya, saya diterima di Fakultas Sastra Jurusan Sastra Jerman pada waktu itu.

Apakah setelah saya masuk kuliah semuanya baik-baik saja? Tentu saja tidak. Banyak sekali yang harus saya pelajari dari nol. Banyak buku yang harus kami baca dan terjemahkan. Di masa itu internet belum berkembang seperti sekarang.

Setiap hari kami ke perpustakaan dan ke mana-mana saya sering membawa kamus. Jujur, kuliah sastra Jerman pada saat itu untuk saya sangat sulit, tetapi saya terus berjuang sampai akhir.

Setelah kuliah saya mencoba untuk mencari pekerjaan. Apakah mudah? Tentu saja tidak. Namun, saya coba memulai dengan mengajar bahasa Jerman di beberapa tempat kursus kecil. Ini benar-benar sebuah tantangan karena saya tidak mempelajari bidang (pengajaran) ini.

Hingga pada suatu hari saya mendapatkan pekerjaan yang mengarahkan dan memberi kesempatan kepada saya untuk belajar metodik dan didaktik bahasa Jerman.

Sejak saat itu saya ingin menyalurkan ilmu pengetahuan bahasa Jerman saya kepada generasi berikutnya. Jika kamu mengerti apa yang saya ajarkan, itu sudah membuat saya senang :).


메타데이터
post_id
bfea4d204529
slug
kenapa-pilih-bahasa-jerman-bfea4d204529
url
https://medium.com/@himmelblauonline/kenapa-pilih-bahasa-jerman-bfea4d204529
canonical_url
https://medium.com/@himmelblauonline/kenapa-pilih-bahasa-jerman-bfea4d204529
author_url
https://medium.com/@himmelblauonline
status
ok
fetched_at
2026-07-11 22:57:18