← Back to list

my ordinary man

“terimakasih beribu kasih, sudah mau membersamai serangkaian prosesku. tetaplah tumbuh meskipun telah mekar”

pwitis peony · 2026-05-08 21:18 · 0 claps · 1.6 min read
#biasa #lelaki #relationships
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment 💑 · Relationships ✍️ · Writing & Creative

my ordinary man

“terimakasih beribu kasih, sudah mau membersamai serangkaian prosesku. tetaplah tumbuh meskipun telah mekar”

[embed]

Biasa. satu kata yang terlintas di otakku saat melihatnya pertama kali, ya mungkin hingga kini. biasa saja, bukan yang terbaik di kelasnya, bukan yang ter ter ter di kalangannya. tapi entah mengapa mungkin itu resep rahasianya atau itulah jampi-jampinya. kalau di tilik ulang mengapa aku memilihnya, ya entah. tidak tahu. tidak sama sekali tahu. dan tidak mau tahu menahu. dan hal itulah yang membuatku tidak memiliki ekspetasi apapun terhadap manusia ini. padahal biasanya aku banyak berekspetasi pada orang, makannya sering kecewa dan terlena, aih bodohnya. tampangnya biasa, prestasinya apalagi. biasa saja. tapi justru itu yang membuatku merasa tidak biasa. dengan wajahnya yang cengar cengir tak pernah serius (ya kadang kali saja seriusnya) aku kerap di buatnya naik pitam, semua sifat yang ku tahan di hadapan halayak profesional mendadak membeludak tak mau antre. trik pertama yang ia gunakan berhasil. berhasil membongkar topeng setebal cor coran beton bangunan.

selanjutnya kedangan se “biasa” itu rupanya dia masih mampu memporak porandakan emosi seorang kaku sepertiku. dengan sebisanya ia mencari celah yang mati-matian dan amit-amitan ku bendung di hadapan semua orang demi citra sok profesionalku ini. sungguh musang jawa, mudah mencari celah. yah tidak ada pujian tentang rupa, harta, maupun prestasi. beberapa orang menganggapku buta, bodoh, buruk dalam hal selera. ya mau bagaimana lagi, itu kan pemikiran orang. beda dengan pemikiran bocah sok kaku ini. nyatanya mas mas biasa saja itu mampu memunculkan berbagai ekspresi di luar nalar seorang manusia kaku, mampu membuat seorang kaku tidak berhenti bicara, dan jujur dalam berperasaan. dan ya jangan lupa manusia kaku tak berperasaan itu jadi seorang cengeng yang terlalu berperasa sekarang. sebenarnya aku malas jika menuliskan tentangnya, setiap event besar kami, aku selalu menulis dengan kesabaran yang ku lebih-lebihkan untuk tidak menyakiti hati mungil si pria lucu itu. hahahaa. tapi di lihat lihat ia memang lucu, tinggi semampai, badan gagah, besar, matanya hitam, rambutnya ikal sedikit berubah karena faktor genetik, kulitnya sawo matang, bulu matanya lentik, dan ya bagian favoritku dari keseluruhan penampilannya adalah alisnya yang tebal. jokes bapak-bapaknya yang garing, obrolannya yang seru, dan mentalnya yang acakadut.

ah memang terkadang yang biasa biasa saja seperti itu yang membuatku jatuh cinta. jarang aku mau mengakui kejatuhanku ini, tapi apalah daya. tentang lelakiku yang sederhana, yang senyumnya selalu “smirk” dan ramahnya melebihi staff SSB, akhirnya ya kamu debut di skripsiku. sebagai teman yang ku doakan menjadi teman hidup dan se surga. semoga kelak setiamu tidak pemanis semata.

terimakasih mas mas jawa dengan senyum smirk dan alis nyambungnya :>


메타데이터
post_id
c00531febaba
slug
my-ordinary-man-c00531febaba
url
https://medium.com/@abakadabraasmaa/my-ordinary-man-c00531febaba
canonical_url
https://medium.com/@abakadabraasmaa/my-ordinary-man-c00531febaba
author_url
https://medium.com/@abakadabraasmaa
status
ok
fetched_at
2026-06-22 17:31:34