Perspektif saya terhadap uang
Ini merupakan tulisan pertama saya di Medium, dan langsung ingin berbagi cerita tentang pandangan saya mengenai hal yang orang dewasa rela…
Uang
Ini merupakan tulisan pertama saya di Medium, dan langsung ingin berbagi cerita tentang pandangan saya mengenai hal yang orang dewasa rela bangun dari ranjangnya pagi buta dan tiba kembali di rumahnya kala cakrawala sudah menghitam demi mendapatkannya pada tanggal 25, yaitu uang.

kepiting merah mata duitan
“ Gunakan uangmu, sebebas-bebasnya, sebaik-baiknya” sebelum saya terpikir melontarkan kalimat tersebut, saya merupakan insan 16 tahun yang seperti kebanyakan insan lainnya, berandai-andai mempunyai uang yang melimpah jumlahnya, dapat membeli villa di cianjur saja 3 jumlahnya, dan motor yang tak tertampung di garasi saking melimpah jumlahnya, tidak ada yang salah dengan itu, hanya saja dulu saya lebih terpaut terhadap kejar-kejarannya saja dan kuantitasnya pada uang.
Hari demi demi silih berganti, buku yang saya lahap semakin banyak dan membuat saya sering berpikir, menginjak usia 17 tahun pandangan saya berubah dalam berbagai hal, salah satunya uang.
Kini saya berpikir bukan tentang seberapa banyak uang yang saya dapatkan, tetapi bagaimana uang itu saya gunakan. Mencari uang sebanyak-banyaknya bukan hal yang salah dilakukan atau dipikirkan, hanya saja hal tersebut dapat menutup diri dari terpikir hal- hal yang bisa diperbuat dengannya.
“Gunakan uangmu, sebebas-bebasnya, sebaik-baiknya”
Pengaruhnya untuk kehidupan saya?
Sangat berpengaruh, terutama terhadap berbagai pilihan hidup. Tahun ini merupakan tahun yang sangat berpengaruh bagi kehidupan saya 5–10 tahun ke depan, yang membuat begitu dramastis adalah saya dihadapkan pada situasi harus memilih jurusan untuk kuliah. Sebelum adanya pandangan baru terhadap uang yang mengetuk diri saya sekencang-kencangnya, saya bersikeras memilih jurusan yang berhubungan dengan pengejaran terhadap uang, sebagai contoh, jurusan manajemen dan bisnis digital misalnya. Lalu seperti sopir mobil Avanza bekas yang banting setir, saya berpindah haluan menuju jurusan Sastra.
메타데이터
- post_id
- c02cd2bdfa37
- slug
- perspektif-saya-terhadap-uang-c02cd2bdfa37
- url
- https://medium.com/@sastramesin/perspektif-saya-terhadap-uang-c02cd2bdfa37
- canonical_url
- https://medium.com/@sastramesin/perspektif-saya-terhadap-uang-c02cd2bdfa37
- author_url
- https://medium.com/@sastramesin
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 16:10:02