Seorang sarjana memilih menjadi TKI di jepang daripada hidup di negara sendiri.
Ini kisah aku seorang sarjana lulusan S1 Hukum. Aku lulus pada tahun 2023 bulan empat lalu. Sudah setahun berlalu. Aku banyak melalui…
Seorang sarjana memilih menjadi TKI di jepang daripada hidup di negara sendiri.
Photo by Desti Nursinta on Unsplash
Ini kisah aku seorang sarjana lulusan S1 Hukum. Aku lulus pada tahun 2023 bulan empat lalu. Sudah setahun berlalu. Aku banyak melalui hal-hal seperti mencari kerja, ikut volunteer jadi timses kampanye, dan mencoba iseng mendaftar kerja untuk ke jepang. Memang sudah niat dari dulu, bahwa aku ingin mencoba untuk ke luar negeri dengan cara apapun, tidambah karena aku dulu sedang putus cinta (sunggguh ini termasuk lebay dan aku malu untuk mengakkuinya. Tapi memang, pada waktu itu posisi aku sudah lulus dan iseng ke jakarta untuk ikut mensetsu atau wawancara danakhirny alulus. Lalu aku belajar di Lpk selama sebulan selebihnya aku belajar bersama teman dan belajr sendiri. Tidak ada guru atau sensei yang mengajarkanku. Berkali -kali ujian bahasa seperti test level N4 di Nt-test UI dan JFT (japan foundation test di bandung) selalu gagal.
Pekerjaan yang aku apply adalah seorang staf perawawt lansia. Tidak mudh, aku hanya belajar sebulan dengan sensei yang menurutku kurang kompeten karena dia ukan di bidang kaigo atau perawat lansi. Maka dari itu aku banyak kegagalan dari faktor tersebut terlebih dari aku juga karena aku kurang maksimal belajar. Sampai pada suatu saat test untuk yang ke lima kalinya aku lolos melalui semua test yang dibutuhkan, seperti sertifikat keterampilan kaigo bahasa jepang dan bahasa indonesia. Lalu di masa-masa menunggu peberkasan untuk apply COE atau Certiefied of Eligibility oleh imigrasi jepang itu juga proses yang sangat lama, tiga bulan nya. Maka sambil menunggu aku putuskan untuk bekerja menjadi timses kampanye caleg di Bandung.
Tidak mudah juga, banyak sekali pekerjaannya, dan aku hanya dibayar rendah meskpun memang diberikan fasilitas yang lumayan, tapi itu sudah cukup untuk melampiaskan masa kekosonganku dalam menungggu.
Akhirnya, pada bulan April aku mengajukan visa ke kedutaan jepang indonesia karena COE sudah terbit. Aku mengurusnya sendiri meskipun aku dinaungi oleh agensi, tetapi menurutku agensi tersebut kurang mengayomi, semua aku lakukan sendiri yang pada seharunys agensi itulah yang mengurus berkas setelah berkas pelamar kerja telah diserahkan. Agensi yang buruk, sepertinya aku akan mengungkap agensi pencari kerja untuk membuat kalina lebih berhati-hati lagi mencari kerja di luar negeri menggunakan agensi. Setelah berkas semua telah selesai visa juga sudah turun pada tanggah 12 April 2024 aku berangkat ke Jepang dengan Penempatan Kerja di Mie-Ken prefektur Kota Toba.
메타데이터
- post_id
- c09a7b6316d2
- slug
- seorang-sarjana-memilih-menjadi-tki-di-jepang-daripada-hidup-di-negara-sendiri-c09a7b6316d2
- url
- https://medium.com/@nrlftmh08/seorang-sarjana-memilih-menjadi-tki-di-jepang-daripada-hidup-di-negara-sendiri-c09a7b6316d2
- canonical_url
- https://medium.com/@nrlftmh08/seorang-sarjana-memilih-menjadi-tki-di-jepang-daripada-hidup-di-negara-sendiri-c09a7b6316d2
- author_url
- https://medium.com/@nrlftmh08
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 07:40:21