Menuju 26…
Rasanya sedikit tidak percaya aku akan menuju 26 Tahun. Lebih kurang 25 tahun terakhir, ada banyak hal yang terjadi dan ada pula moment…
Menuju 26…
Rasanya sedikit tidak percaya aku akan menuju 26 Tahun. Lebih kurang 25 tahun terakhir, ada banyak hal yang terjadi dan ada pula moment yang tidak akan terulang kembali. Berdasarkan artikel John Bongaarts & Griffith Feeney “How Long Do We Live?”, manusia hidup paling lama di dunia diperkirakan sekitar 63 tahun untuk laki-laki dan 67 tahun untuk perempuan. Jadi, bisa disimpulkan jatah hidup aku di dunia ini tersisa sekitar 42 tahun lagi. Hmm,,, tidak terasa ya, sudah banyak hal yang aku lewatkan. Di penghujung 25, aku banyak merefleksi kehidupanku — entah diambang kegagalan atau justru sebaliknya.

Pertama-tama, aku ingin mengucap syukur kepada Tuhan karena masih mempercayakanku untuk menjalani kehidupan ini. What a blessing, Alhamdulillah. Dewasa ini, aku menyadari bahwa merasa tertinggal bukan berarti apa yang diimpikan gagal total. Barangkali, itu adalah cara Tuhan menginginkan kita menjalani hidup dengan kebijaksanaan. Tentu, ada banyak hal yang ingin kucapai sebelum menginjak umur 25. Tapi, tentu saja ada hal di luar kendaliku. Hidup memang tidak selalu baik-baik saja. Akan ada masa di mana tekanan itu datang — bahkan memuncak, menyalahkan diri sendiri karena merasa tertinggal. Namun, aku kembali bertanya pada diriku, “Sebenarnya kamu kenapa merasa tertinggal?”, and that resonates with me the most. Sejak saat itu, aku mulai menyadari bahwa aku tidak berkompetisi dengan siapa pun kecuali diriku. Pergulatan ini tentu saja sangat memuakkan. Kendati pun begitu, aku mengerti bahwa memang beginilah adanya hidup. Dinamika ini membuatku sadar bahwa seberat apapun itu, sebisa mungkin selalu bijak menanggapi. Ini bukan berarti menafikan rasa “kecewa/tidak enak hati”, akan tetapi waras dalam mengelola emosi. Tidak semua hal yang terjadi harus diberi reaksi. Dan tidak semua opini harus dimasukkan ke dalam hati.
Untuk diriku, tetaplah bertumbuh di tengah musim hujan dan kemarau. Tetaplah tangguh walau diterpa angin badai. Percayalah, Tuhan tidak pernah salah menempatkan takdir. Dialah sebaik-baik penentu kapan waktumu bermekaran. Mari rangkai kembali mimpi-mimpi itu satu per satu:).
메타데이터
- post_id
- c194ddbbffc0
- slug
- menuju-26-c194ddbbffc0
- url
- https://medium.com/@nisunniestate/menuju-26-c194ddbbffc0
- canonical_url
- https://medium.com/@nisunniestate/menuju-26-c194ddbbffc0
- author_url
- https://medium.com/@nisunniestate
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-16 19:09:56