Mengagumi Sosok Siti Atikoh (Honest Opinion)
Dari judul tulisan ini, mungkin terkesan kurang sopan (?) Namun lebih sopan mana ketimbang hujatan para netizen di masa kampanye terhadap…
Mengagumi Sosok Siti Atikoh (Honest Opinion)
[embed]
Dari judul tulisan ini, mungkin terkesan kurang sopan (?) Namun lebih sopan mana ketimbang hujatan para netizen di masa kampanye terhadap momen pada video ini? hehehehe.
Namanya Siti Atikoh Supriantini, namanya cukup familiar sebagai nama orang yang berasal dari desa. Memang kenyataannya Ibu Atikoh adalah gadis desa, asal Purbalingga. Yang saya tahu dari Purbalingga adalah sebuah daerah di ketinggian yang berada di Jawa Tengah. Parasnya cantik bak kembang desa pegunungan yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi terpana di dalam pelukan dinginnya kabut Purbalingga.
Khas gadis desa, yang sepertinya dididik dalam keluarga yang santun dan dalam beragama terlebih beliau adalah cucu dari K.H Hisyam A Karim, pendiri Pondok Pesantren Riyadus Sholikhin Kalijaran — Karanganyar — Purbalingga, penampilan tampak selalu sederhana dan apa adanya. Bahkan ketimbang Pak Ganjar, suaminya, yang sering senyam — senyum di panggung politik, Ibu Atikoh tampak lebih bersahaja dan tidak banyak drama.
Berbicara dunia pendidikan, sebagai seorang yang lahir di kalangan pesantren Siti Atikoh mengenyam pendidikan Grade A, tepatnya di Universitas Gajah Mada, dan lulus. Fakultas Pertanian. S2 di ITB dan di Universitas Tokyo. Sebenarnya tidak ada masalah dengan video Hajimemasite hehehe.
Kemandirian seorang wanita nampaknya jelas terlihat pada ibu satu anak ini. Sejak muda ia telah aktif bekerja, mulai dari menjadi wartawan di SoloPos, menjadi PNS dan bahkan masih aktif bekerja di saat suaminya sudah menjadi anggota DPR RI. Bahkan Joko Widodo pun tidak mengetahui bahwa Ibu Atikoh adalah bawahannya saat menjadi Gubernur DKI. Cantik, sederhana, independen. Sangat menarik.
Meski memilih bekerja, nyatanya Siti Atikoh tidak terlalu gagal menjadi seorang ibu. Jika menjadi seorang istri, kita dapat melihatnya dari sudut kamera yang mengikuti Pak Ganjar. Untuk sebagai ibu, kenyataannya ia memiliki anak yang bernama Alam Ganjar yang mungkin cukup pintar, SMA di SMA N 3 Semarang dan berkuliah di Teknik Industri, UGM, di kampus yang sama seperti kedua orang tuanya. Lebih dari itu, cara Alam Ganjar tampil ke publik terlihat sopan, tertata dan berbobot, jauh lebih baik ketimbang tokoh muda kebanyakan meski umurnya masih muda. Hal itu menurut saya bukti nyata kesuksesan Siti Atikoh menjadi seorang ibu.
Menjadi seorang istri dari Anggota DPR yang kemudian menjadi Gubernur, tentu membuat Siti Atikoh memiliki banyak kegiatan sosial. Selayaknya Ibu — Ibu pejabat pucuk pimpinan pemerintahan, ia aktif di berbagai kegiatan di antaranya dengan menduduki posisi sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Tengah, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka, dan staf Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Jawa tengah. Wajar dan biasa saja. Namun ada satu kebiasaan Ibu Atikoh yang sangat positif dan sepertinya sulit ditiru ibu — ibu pejabat lainnya serta amat tidak mungkin jika hanya sebagai sebuah pencitraan. Kebiasaan itu adalah olahraga, khususnya berlari.
Ibu Atikoh rutin mengikuti event lari, bahkan biasa mengikuti marathon. Saya amati, pace lari Ibu Atikoh jauh mengalahkan Pak Ganjar apalagi Alam Ganjar. Ibu Atikoh kerap menjuarai kompetisi maraton, termasuk Best Half Marathon Bank Jateng Tilik Candi Borobodur Marathon 2022,juara tiga untuk kategori 14 kilometer di UGM International Trail Run 2022, juara empat di Bank Jateng Friendship Run Makassar 2022, dan Personal Best Half Marathon Borobudur Marathon 2021. Ibu Atikoh juga berhasil menaklukkan Borobudur Marathon 2023 sejauh 42 Km. Prestasinya dalam maraton bahkan membuat ia diundang langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, untuk mengikuti Tokyo Marathon 2023.
Sayang sejarah telah mencatat bahwa bangsa ini seringkali terbuai dengan hal — hal yang glamor dan mewah yang kebarat-barat-an. Wajar saja Bangsa Eropa bertengger di Indonesia lebih dari 300 tahun di masa lalu hehe. Kita lebih sering mengagumi sosok yang terlihat old-money, dengan vibes kanjeng-mami dan meminggirkan mereka yang berasal dari desa, sederhana namun penuh kemandirian dan kemampuan yang melekat seperti dalam sosok Siti Atikoh Supriantini.
메타데이터
- post_id
- c1e439d279da
- slug
- mengagumi-sosok-siti-atikoh-honest-opinion-c1e439d279da
- url
- https://medium.com/@social.putupanji/mengagumi-sosok-siti-atikoh-honest-opinion-c1e439d279da
- canonical_url
- https://medium.com/@social.putupanji/mengagumi-sosok-siti-atikoh-honest-opinion-c1e439d279da
- author_url
- https://medium.com/@social.putupanji
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-17 23:41:04