Barangkali, dunia terlalu gaduh.
Maka mati, matilah aku dalam sisa sisa nafasku yang sudah terpenggal, tak sanggup untuk mencengkram seonggok harap lagi. Mati, matilah aku…
Barangkali, dunia terlalu gaduh.
Maka mati, matilah aku dalam sisa sisa nafasku yang sudah terpenggal, tak sanggup untuk mencengkram seonggok harap lagi. Mati, matilah aku dalam kesendirian dan kekosongan nan tak berpenghujung, di lorong gelap nan sukar untuk memberiku setitik cahayanya. Mati, matilah aku dalam sesak yang tak kunjung sirna, bak ombak besar yang terus- terusan menghantamku tanpa henti. Mati, matilah aku dalam amarah yang tak kunjung padam, seolah bisa membakar seisi dunia akibat gersangnya jiwa ini.
Seribu satu cara kematian terus- terusan menghimpit jiwaku yang bahkan rasanya sudah tak mampu lagi menampungnya.
Rasa gelisah dan cemas menggerogoti jiwaku akan bagaimana jikalau kematian benar- benar menghampiriku.
Namun hidup juga semakin tak karuan, membuat siapa saja siap untuk menukar denyut hidup dengan kesunyian nan abadi seolah hanya itu yang merupakan jalan keluar satu- satunya.
Dunia seolah menghabisi insan-insan yang sesungguhnya masih ingin hidup lebih lama, menghujani mereka dengan berbagai kekejian hingga tubuh dan jiwanya babak belur.
Waktu perlahan menguliti lapis demi lapis kepolosan insan nan lugu, merampas kemurniannya hingga yang tersisa hanyalah luka yang bersemayam diam-diam di balik kebingungan yang tak kunjung menemukan jawaban.
Karena itu, kematian, semoga ketenangan menyertaimu saat tiba, hingga sakit dan bimbang tak lagi bermakna.

i keep finding myself in shades of blue.
메타데이터
- post_id
- c220179c13ac
- slug
- barangkali-dunia-terlalu-gaduh-c220179c13ac
- url
- https://medium.com/@sliceofaleaslife/barangkali-dunia-terlalu-gaduh-c220179c13ac
- canonical_url
- https://medium.com/@sliceofaleaslife/barangkali-dunia-terlalu-gaduh-c220179c13ac
- author_url
- https://medium.com/@sliceofaleaslife
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-16 19:09:56