← Back to list

Bergelayut padamu dalam badai mimpi yang absurd

sebuah tulisan konyol dari seorang perempuan gila

Aizara · 2026-07-03 19:00 · 3 claps · 2.2 min read
#dream-journal #sastra #fiksi
Open on Medium ↗

Sepertinya aku tertangkap basah bergelayut padamu dalam badai mimpi yang absurd

[embed]

Konyol juga pesan ini pada akhirnya harus ikut terkulai di dalam susunan tulisanku di bulan Juli. Sapardi pasti ikut tertawa membaca tulisan klise nan absurd yang tertuang begitu saja dari otak yang sedemikian terpelintir pascaujian akhir.

Awalnya aku tak yakin benar-benar bisa mendeskripsikan kehangatan yang rapat dan semilir familiaritas yang tercipta di kala terbangun dari lelapnya tidurku. Tidak semua orang merasakan magis dari mengingat sekelumit rindu dari alam bawah sadarnya sendiri.

Tapi pada siapa tulisan ini seharusnya ditujukan?

Tak ada hati yang dijaga, tak ada perasaan fana dunia yang ingin kumiliki sepenuhnya. Maka mengirimkannya padamu, tokoh laki-laki kesukaanku—dalam arsip memori panjang yang tak goyah termakan waktu—adalah pilihan paling tepat. Kau tahu aku, selalu tahu semua tentangku.

Bagaimana rasanya hidup dalam benakku tanpa membayar uang sewa?

Mereka menyebutku seorang perempuan gila. Dari segala jejak rasa, aku tak jarang terbuncah oleh perasaan besar yang sulit dialirkan dari hati ke lisan. Maka dalam membedakan bentuk rasa sayang, di situlah aku paling merasa payah. Sayangku, terhadap rupamu yang memburam, aku kocar-kacir kehilangan arah.

Pemaknaan sayang yang cenderung terlalu sempit, membuat penulis sepertiku terjerat dalam pusaran atmosfer yang membingungkan. Jiwa dan pikiranku menyatu dalam merangkai alur mimpi paling tak masuk akal yang membuatku tersadar dalam keadaan mengenaskan. Sulit bagiku untuk mengetahui titik sadar dalam kondisi separuh terluka. Ini ambigu dan kau juga tahu soal itu.

Bagaimana rasanya bermain-main dengan duniaku setelah matahari turun? Pasti menyenangkan bagimu untuk berlarian tanpa perlu takut menghadapi kesibukanku yang terus menyerbu.

Sesungguhnya, bagiku tempat nyaman yang paling kucari akan selalu ada padamu. Bahkan tanpa sadar, delapan tahun terlewati dengan aku yang terseok-seok terus memainkan serial drama di dalam kepalaku.

Hebatnya, bunga tidur pun unjuk diri, memainkan perasaanku dalam gegap gempita dan keabsurdannya. Ikut hadir dalam menciptakan episode demi episode yang terus melekat dalam jajaran kisah yang tak sembarang orang bisa menerimanya. Sebuah kisah panjang yang hanya bisa dipahami segelintir orang yang sama gilanya.

Beruntunglah mereka yang menjadi jurnal mimpi bagi sahaya yang tak rela membagi ruang nyamannya dengan sesiapa.

Jelas ingatanku di dalam suatu episode, kala kau sodorkan padaku enam buah balon helium. Satu di antaranya berbentuk kucing berwarna merah jambu, seakan sutradara tahu aku seingin itu menggunakan impulsivitasku untuk membeli satu setiap kali musim wisuda kampus.

Tapi mereka memotong pendek adeganmu dan aku nyaris marah karena itu. Sengaja benar menurunkan rasio kejelasan wajahmu sebelum menggandeng tangan terbukamu yang rasanya paling pantas untukku. Harusnya sutradara menungguku untuk mengucapkan penghargaanku dan memelukmu lebih dulu, sebelum balon-balon itu harus kurelakan terbang jauh pasal aku yang limbung jatuh berusaha menyelamatkan kamera wartawan yang sempat kupinjam.

Aku egois dan kau tahu itu. Aku tak waras dan kau akan tetap mencintaiku.

Sebagaimana kau yang telah melihat berbagai siklus sayangku terhadap karakter fiksi buatan manusia serta hamba-hamba Tuhan dari berbagai masa. Pasal kesilapan yang terus saja jadi momok antara aku dan duniawiyah yang penuh godaan dari setan.

Kau yang samar dan aku nyata. Kau hilang, aku pula yang nelangsa.

Wahai, saat mata ini terpejam dan badan telah rebah, datanglah berkunjung lagi. Ajaklah aku, si perempuan gila, terbang kembali untuk menikmati gelora cakrawala sepersekian menit.

Sekali lagi.


메타데이터
post_id
c24a3da8ece1
slug
sepertinya-aku-tertangkap-basah-bergelayut-padamu-dalam-badai-mimpi-yang-absurd-c24a3da8ece1
url
https://medium.com/@hello.aizara/sepertinya-aku-tertangkap-basah-bergelayut-padamu-dalam-badai-mimpi-yang-absurd-c24a3da8ece1
canonical_url
https://medium.com/@hello.aizara/sepertinya-aku-tertangkap-basah-bergelayut-padamu-dalam-badai-mimpi-yang-absurd-c24a3da8ece1
author_url
https://medium.com/@hello.aizara
status
ok
fetched_at
2026-07-27 05:11:00