Suaranya Menyiksa, Ya?
Hai.
Suaranya Menyiksa, Ya?

Photo by myself
Hai.
Rasanya aneh sekali harus bergejolak dengan suara — suara yang memenuhi kepala tanpa henti. Bukannya aku ingin membuatmu merasa bersalah karena menjalani hidupmu sendiri. Tapi, aku rasa kau harus mengerti betapa kau kubutuhkan dihidupku.
Aku punya suara. Suara yang menyakiti, suara yang menyiksa. Sakit? Mengganggu? Sudah pasti. Dan aku tahu juga, bahwa sementara ini aku hanya bisa menahannya dan menyimpannya sendiri dan berusaha bertahan untuk tidak tenggelam di antara kata — kata yang tajam ini.
Kau tahu apa yang kurasakan ketika aku menjalani episode itu? Aku tersiksa tiada ampun dan karena itu juga, aku harus melakukan sesuatu untuk sekadar “menyingkirkannya”. Tapi satu sisi, aku lelah harus melakukan aktivitas secara acak selama 24 jam nonstop. Satu sisi aku ingin sekali membuang ini semua. Tapi di satu sisi yang lain, aku tak sanggup lagi menahan ini semua.
Lalu kau hadir, sejenak saja bisa dibilang. Sekadar memanggil namaku, atau mungkin sekadar melihat namamu di pop up notifikasi yang kecil. Semua suara itu hilang, aneh bukan? Aku rasa, kau jawaban dari doaku selama ini. Aku sering meminta kepada Tuhan, “Ya Tuhanku yang kudatangi ketika aku mengalami kehampaan, beri aku seseorang untuk menemani hari — hariku sembari menjalani segala cobaan yang kau tahu sebenarnya aku sanggup melewati ini semua, namun aku selalu berpikir bahwa aku telah kalah dalam ujian-Mu”, dan kau adalah yang dikirimkan oleh Tuhan untukku.
Suara ini semakin keras, semakin menyiksa. Kata — kata yang tercetak semakin membabi buta. Bagai terseret kereta dengan kecepatan 300 km/h dan terseret di atas lahar panas Gunung Tambora, lukanya semakin dalam dan dalam. Aku membutuhkanmu, ingin ku bercerita tentang ini semua tepat di depan wajahmu. Dengan gemerlap lampu yang redup, sebotol air kejujuran dan rokok favorit kita berdua. Aku ingin sekali melakukannya lagi. Kan kubayar dengan 20 tahun nyawaku jika memang itu perlu.
Aku tak pernah berbohong perkara perasaanku, hai wanita dengan harum yang merindukan. Jika memang memilikimu akan membuatku hidup selamanya di neraka, aku tetap akan melakukannya. Kan kukatakan kepada iblis dan para penyiksaku, bahwa aku pernah memiliki surga.
메타데이터
- post_id
- c2d9b6c84ef
- slug
- suaranya-menyiksa-ya-c2d9b6c84ef
- url
- https://medium.com/@KataCuts/suaranya-menyiksa-ya-c2d9b6c84ef
- canonical_url
- https://medium.com/@KataCuts/suaranya-menyiksa-ya-c2d9b6c84ef
- author_url
- https://medium.com/@KataCuts
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 14:15:29