Review The Cat Who Saved the Library
Buku kedua yang melanjutkan kisah dari The Cat Who Saved Books.
Review The Cat Who Saved the Library
Buku kedua yang melanjutkan kisah dari The Cat Who Saved Books.
Karena buku pertamanya berhasil mendapatkan 5 bintang dariku (karena melampaui ekspektasi awal), aku datang dengan harapan yang cukup besar pada buku keduanya. Setiap bab dalam buku pertama terasa berbeda, tetapi tetap terhubung oleh pesan yang mengkritik sekaligus menegur berbagai pihak yang terlibat dalam dunia buku dan literasi.
Maka, tanpa sadar, ekspektasiku terhadap buku kedua ini menjadi sangat tinggi. Padahal, seperti yang sering kita pelajari sebagai pembaca, tidak ada buku yang seharusnya dibebani oleh harapan berlebihan. Namun kali ini, aku tetap berharap menemukan benang merah yang mampu membuatku mengangguk-angguk dan meng-highlight banyak hal.
Setelah menutup halaman terakhir, ada terselip rasa kecewa karena tidak menemukan ekspektasiku sehingga kuberikan bintang 3.5.
Tapi, aku akhirnya memahami bahwa kedua buku ini memang berjalan di jalur yang berbeda.

Jika buku pertama berbicara tentang membaca (reading), maka buku kedua berbicara tentang menjalani hidup (living).
Pesan yang disampaikan terasa lebih personal dan reflektif. Bukan lagi tentang hubungan manusia dengan buku semata, melainkan tentang bagaimana manusia memaknai kehidupan.
Buku ini benar-benar membuatku reflektif terhadap kehidupan di masa dewasa.
Melalui tokoh seorang anak perempuan yang hidup dengan keterbatasan, kita diperlihatkan bagaimana banyak orang dewasa secara otomatis menganggapnya lemah. Padahal, identitas seseorang tidak pernah dibatasi oleh usia ataupun apa yang dimilikinya. Setiap orang memiliki kekayaan dalam dirinya masing-masing.
Di cerita ini, kekayaan itu adalah keyakinannya bahwa buku memiliki kekuatan.
Dan ya, aku setuju dengan pesan yang ingin disampaikan penulis secara eksplisit, seakan ingin menyampaikan:
“In a world obsessed with productivity and usefulness, what keeps us connected to our humanity?”
Pertanyaan itu terasa relevan sekali dengan kehidupan saat ini.
Buku-buku fiksi mengajarkan empati, imajinasi, memahami berbagai bentuk emosi, serta melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Setidaknya, itulah yang aku rasakan selama menjadi pembaca.
Seusai membaca novel ini, aku tiba-tiba teringat masa ketika merantau di negara asing. Negara yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan akan menjadi tempat tinggalku. Di tengah masa adaptasi yang tidak mudah, tanpa rencana apa pun, langkah kakiku sering membawaku menuju perpustakaan.
Dan ketika memikirkannya sekarang, rasanya pengalaman itu sangat mirip dengan buku ini.
Perpustakaan menjadi tempat yang membuatku kembali merasa terhubung. Rak-rak penuh buku fiksi yang dipajang di bagian depan, deretan rekomendasi pilihan pustakawan, hingga suasana tenangnya yang dipancarkan. Tidak ada percakapan yang terjadi, tetapi entah bagaimana pesan-pesan itu tetap tersampaikan.
Mungkin karena itulah aku memahami apa yang ingin disampaikan buku ini.
Semakin dewasa, kita memang sering merasa terputus dari sesuatu. Bukan karena kedewasaan membuat kita menjadi orang yang buruk. Melainkan karena hidup membuat kita lelah. Kita menjadi terlalu sibuk, terlalu kewalahan, dan mulai mencari segala sesuatu yang praktis. Perlahan tanpa sadar, kita menjauhi hal-hal yang sebenarnya penting bagi diri kita sendiri.
Menurutku, itulah yang ingin diajarkan buku kedua ini.
Ia mengingatkan kita untuk kembali menjadi manusia.
Bukan karena masa kecil selalu lebih baik, tetapi karena imajinasi, rasa ingin tahu, dan empati adalah hal-hal yang tetap kita butuhkan sepanjang hidup.
Mungkin karena itulah aku tidak merasakan kekaguman yang sama seperti saat membaca buku pertamanya. Namun bukan berarti buku ini kehilangan maknanya. Ia hanya berdiri di tempat yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda.
If the first book was about reading, the second book was about living.
메타데이터
- post_id
- c2fa7ff381cb
- slug
- review-the-cat-who-saved-the-library-c2fa7ff381cb
- url
- https://medium.com/@riantiangelika/review-the-cat-who-saved-the-library-c2fa7ff381cb
- canonical_url
- https://medium.com/@riantiangelika/review-the-cat-who-saved-the-library-c2fa7ff381cb
- author_url
- https://medium.com/@riantiangelika
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-24 22:13:21