← Back to list

Cewek-cewek Berpakaian Kayak Anak-anak Nggak Apa-apa, Sampai Patriarki Menjadikannya Produk

Setelah beberapa kali muncul video-video esai para youtuber asing, tentang sexual/child exploitation atau oversexualized karena pakaian dan…

Dyah Ayu Anggara Shavitri · 2026-06-01 09:19 · 0 claps · 2.0 min read
#oversexualize #simone-de-beauvoir #girl-band #katseye #marketing
Open on Medium ↗
Wiki topics: ECO · Economy · General MKT · Marketing · General 🎙️ · Creator Economy

Cewek-cewek Berpakaian Kayak Anak-anak Nggak Apa-apa, Sampai Patriarki Menjadikannya Produk

sumber foto: milik penulis, instagram; @shelovedme_not

sumber foto: milik penulis, instagram; @shelovedme_not

Setelah beberapa kali muncul video-video esai para youtuber asing, tentang sexual/child exploitation atau oversexualized karena pakaian dan koreografi serta pemilihan lirik dalam karya lagu. Aku sempat berpikir — kenapa cewek-cewek ini mau aja disuruh demikian oleh perusahaan mereka. Sampai akhirnya aku teringat masa-masa dulu bekerja sesuai surat kontrak tertulis. YA, MEREKA TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN. Termasuk saya yang harus tunduk pada aturan kontrak pekerjaan dulu, dan menatap nanar potongan pajak setiap slip gaji turun lewat email.

Ketika dari kecil, para member Katseye sudah secara konstan tampil secara publik, media massa maupun media sosial pribadi maupun Dream Academy. Berbekal latar belakang ada yang dari keluarga selebritas, kemampuan menyanyi, menari sudah diasah dan didukung sejak kecil. Kemampuan tambahan mereka sekarang; membangun koneksi emosional bersama penonton, tentu kapitalis nggak tinggal diam. Cuannya terus dipanen dari strategi pemasaran ‘keberagaman’, lalu empowerment for girls (?) in their girlhood. Aku benar-benar berharap member Katseye bisa punya dan mengeluarkan suara mereka sendiri begitu sadar kalau anak-anak cepat meniru, dan dunia masih nggak aman buat kebebasan berekspresi. Terkecuali orang tua fans anak-anak ini cepat tanggap dan rutin ngobrol sama anak-anaknya.

However, bingung aja, sih, kenapa orang-orang bisa percaya keberagaman itu benar-benar diterima (in the first place) dan dihargai para petinggi — orang-orang yang menggaji Katseye. Dari observasiku, mereka tampak terpaksa tampil seksi, bukan ingin terlihat seksi dari keinginan sendiri. Bisa jadi aku salah. Kalau Katseye memang nyaman, good for them and I am happy for them.

Namun, anehnya — Aku nggak merasa No na, girlband Indonesia terobosan 88rising oversexualized. Kenapa, ya? Padahal dari segi berpakaian, style mereka sama aja. Estetikanya sama-sama mini dress, crop tops, and short pants. Apa bener strategi marketing Katseye hanya berdasarkan shock value, sedangkan tim marketing No na berhasil membuat taktik branding yang lebih kohesif?

Melalui buku berisi esai, Brigitte Bardot & Lolita Syndrome, Simone menyorot kedua reaksi publik ketika seorang aktris dewasa berpenampilan cutesy selayaknya anak kecil (babydoll outfits). Simone menyebutnya ‘wanita abadi modern’ yang memikat sebagian orang karena sensualitas polos, sedangkan sisa masyarakat lainnya menjerit panik karena takut cara berpakaian dan berdandannya Brigitte Bardot akan memberi contoh buruk bagi para perempuan remaja.

Kedua reaksi tersebut sama-sama problematik. Reaksi pertama yang menormalisasikan standar kecantikan baru, mengkapitalisasi kepolosan sensual, sehingga meruntuhkan usaha para perempuan menerima diri apa adanya. Sementara itu, reaksi kedua menyuarakan ‘setuju’ kalau adanya pelecehan seksual maupun pedofilia karena cara perempuan berpakaian — LOGIKANYA, pelecehan itu terjadi karena ada yang melecehkan. Ada hasrat tidak terkontrol yang harusnya menjadi TANGGUNG JAWAB PELAKU, BUKANNYA SI PEREMPUAN (KORBAN).

I feel very conflicted to write this. Beberapa teman-teman perempuan mungkin berpikir aku menentang kebebasan berekspresi mereka. Itu hak mereka. Akan tetapi, sejujurnya, saya muak pada kebebasan berekspresi dan hidup tenang yang terganggu, karena tempat serta ruang-ruang aman bagi perempuan semakin menyusut.


메타데이터
post_id
c3677ccfa778
slug
cewek-cewek-berpakaian-kayak-anak-anak-nggak-apa-apa-sampai-patriarki-menjadikannya-produk-c3677ccfa778
url
https://medium.com/@sheeshavitri/cewek-cewek-berpakaian-kayak-anak-anak-nggak-apa-apa-sampai-patriarki-menjadikannya-produk-c3677ccfa778
canonical_url
https://medium.com/@sheeshavitri/cewek-cewek-berpakaian-kayak-anak-anak-nggak-apa-apa-sampai-patriarki-menjadikannya-produk-c3677ccfa778
author_url
https://medium.com/@sheeshavitri
status
ok
fetched_at
2026-06-27 07:40:21