Kamu Teman Sepantaranku
Awal mula aku mengenalmu, aku merasa kamu mirip dengan seseorang yang pernah kusayang; wajahmu, gaya rambutmu, senyummu seakan menjawab…
Kamu Teman Sepantaranku

Awal mula aku mengenalmu, aku merasa kamu mirip dengan seseorang yang pernah kusayang; wajahmu, gaya rambutmu, senyummu seakan menjawab dengan terus terang; dan aku terjebak dalam rasa penasaran yang sangat menggenang.
Ketika aku mengetahui bahwa kita seumuran, aku tiba-tiba merasa heran karena ini pertama kali aku menyukai seseorang yang sepantaran; tetapi seperti yang diketahui bahwa perasaan datang tanpa bisa diperkirakan.
Aku menyukai kamu yang periang, tenang, dan cemerlang—tak lupa hatimu yang lapang. Jika diibaratkan, aku seperti menemukan sebuah ruangan yang penuh dengan cokelat batang—menimbulkan perasaan senang hingga tak ragu kulahap sampai perut kenyang.
Namun, semakin lama aku mengenalmu, aku merasa kita lebih cocok menjadi teman—lebih tepatnya teman sepantaran; dunia seakan menciptakan ruang bagi kita untuk berjalan berdampingan. Aku menganggapmu teman sepantaran bukan semata karena kita lahir di tahun yang sama, tetapi karena keberadaanmu aku merasa seimbang; kita ada untuk saling menemani tanpa merasa beban — seperti anak kembar yang masih ditimang.
Aku harap kita masih bisa tertawa di sela hari yang menimbulkan nestapa; kita bisa saling menemukan dan terus berjalan bersama—tanpa harus selalu sama.
I love you so much, my peer — Sung Hanbin. Thank you for accompanying me, cheers to many more years to come.
메타데이터
- post_id
- c3a9fd7253d6
- slug
- kamu-teman-sepantaranku-c3a9fd7253d6
- url
- https://medium.com/@itsmepab/kamu-teman-sepantaranku-c3a9fd7253d6
- canonical_url
- https://medium.com/@itsmepab/kamu-teman-sepantaranku-c3a9fd7253d6
- author_url
- https://medium.com/@itsmepab
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 06:47:43