← Back to list

Pemrograman Declarative VS Pemrograman Imperative

Pemrograman deklaratif adalah paradigma pemrograman yang mengungkapkan logika dari sebuah komputasi tanpa menggambarkan aliran kontrol

Bambang Ts · 2019-12-26 18:13 · 8 claps · 1.7 min read
#declarative-programming #imperative-programming #python
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💻 · Programming

Pemrograman Declarative VS Pemrograman Imperative

Pemrograman deklaratif adalah paradigma pemrograman yang mengungkapkan logika dari sebuah komputasi tanpa menggambarkan aliran kontrol dari logika tersebut, dengan menggunakan teori-teori logika formal dan perhitungan dalam ruang logika. Pemrograman deklaratif lebih mendeskripsikan apa (what) yang program dapat kerjakan, daripada bagaimana (how) untuk menyelesaikannya.

Pemograman deklaratif banyak digunakan untuk membangun sebuah Sistem Cerdas atau artificial intelligence (AI). Dalam paradigma ini, programmer menjelaskan sekumpulan fakta dan aturan yang kemudian ditulis dalam program. Ketika program dijalankan, pengguna mengajukan pertanyaan, kemudian program menggunakannya untuk memberikan pertanyaan ke fakta yang tersedia untuk menjawab pertanyaan dari pengguna.

Pemrograman deklaratif merupakan lawan dari pemrograman imperatif dimana perbedaannya dapat dijelaskan dalam contoh di dunia nyata Proses Memperbaiki Motor berikut:

Imperatif:

1. Pergilah ke Bengkel
2. Cari kerusakan motor Anda
3. Cari bengkel sesuai merk motor Anda
4. Cari dimana teknisi berada
5. Teknisi memeriksa motor Anda
6. Teknisi memperbaiki motor Anda.
7. Motor diperbaiki.

Deklaratif:

Teknisi, tolong periksa motor saya. (Teknisi, atas kebijakan dan SOPnya memilih metode terbaik untuk melakukan permintaan)

Sebagai bahasa pemrograman yang juga sering disebut multi paradigma, kita coba mencontohkan dengan bahasa pemrograman python dengan contoh kasus penjumlahan sebagai berikut:

Ditulis dengan Model Imperatif

angka = [10, 20, 30, 40]
total = 0
for angka in angka:
  total += angka
print(total)

Ditulis dengan Model Deklaratif

angka = [10, 20, 30, 40]
print(sum(angka))

Jika melihat contoh diatas, terlihat jelas perbedaan cara penulisan Imperatif dan Deklaratif, dimana pada model Impleratif dilakukan step by step sedangkan pada model Deklaratif, penulisan menggunakan fungsi sum untuk menjumlahkan semuanya dalam satu baris program tanpa mengetahui alur proses yang terjadi di dalamnya.

Referensi

  1. Ndower. Paradigma Pemrograman. [online] terdapat di: <https://ndoware.com/paradigma-pemrograman.html>[diakses pada 9 Oktober 2019].
  2. Tylermcginnis. Imperative vs Declarative Programming. [online] terdapat di: <https://ndoware.com/paradigma-pemrograman.html>[diakses pada 27 Desember 2019].
  3. Codeburst. Imperative vs Declarative JavaScript. [online] terdapat di: < https://codeburst.io/imperative-vs-declarative-javascript-8b5e45a602dd>[diakses pada 27 Desember 2019].

메타데이터
post_id
c41bb7e03112
slug
pemrograman-declarative-vs-pemrograman-imperative-c41bb7e03112
url
https://medium.com/@masbe/pemrograman-declarative-vs-pemrograman-imperative-c41bb7e03112
canonical_url
https://medium.com/@masbe/pemrograman-declarative-vs-pemrograman-imperative-c41bb7e03112
author_url
https://medium.com/@masbe
status
ok
fetched_at
2026-07-29 08:51:35