← Back to list

kita Takut Melekat

Suatu hari aku bertanya kepada seorang teman, “Kenapa kamu tidak ikut organisasi?”

Abduh Khaerul Alhaq · 2026-05-27 11:47 · 0 claps · 1.2 min read
#kehidupan #kemelekatan #diary #manusiapemula
Open on Medium ↗

kita Takut Melekat

Suatu hari aku bertanya kepada seorang teman, “Kenapa kamu tidak ikut organisasi?”

Ia menjawab singkat, “Aku tidak mau melekat.”

Kalimat itu terdengar sederhana, tapi setelah kupikirkan lagi, mungkin banyak dari kita yang merasakan hal serupa. Kita takut melekat. Takut terikat. Takut terlalu dalam terlibat pada sesuatu. Namun, kalau dipikir-pikir lagi, bukankah hidup memang tidak pernah benar-benar lepas dari kemelekatan?

Setiap hari kita melekat pada banyak hal. Melekat pada diri sendiri, pada pikiran, pada rasa takut, pada harapan, bahkan pada siang dan malam yang terus datang silih berganti. Kita mungkin merasa bebas, tetapi sejatinya hidup kita sudah berjalan bersama hukum-hukum alam yang tidak bisa kita hindari. Ada hal-hal yang memang akan selalu mengikat keberadaan kita sebagai manusia.

Karena itu, persoalannya bukan lagi tentang bagaimana agar tidak melekat. Persoalannya adalah: kita ingin melekat pada apa?

Apakah pada cinta? Pada seseorang? Pada ambisi? Atau pada-Nya?

Mungkin yang paling penting adalah kesadaran. Kesadaran untuk tahu kapan harus melekat, dan kapan harus melepaskan.

Aku jadi teringat pada cicak yang berjalan di dinding. Ia mampu menempel kuat karena tahu kapan harus merekatkan kaki-kakinya, dan tahu kapan harus melepaskannya untuk melangkah lagi. Sesederhana itu, tetapi di situlah letak mekanisme kehidupan yang luar biasa.

Manusia pun seharusnya begitu. Kita perlu belajar menempel tanpa kehilangan arah, dan belajar melepaskan tanpa kehilangan diri.

Jadi, jangan takut melekat. Yang perlu kita sadari adalah ke mana kita melekatkan diri. Semoga kita melekat pada hal-hal baik; pada pertumbuhan diri, pada lingkungan yang sehat, dan pada kawan-kawan yang membantu kita terus bertumbuh.

Dan di momen Idul Adha ini, mungkin inilah saat yang tepat untuk melepaskan berbagai kemelekatan yang selama ini menghambat langkah kita. Kemelekatan pada amarah, kecewa, gengsi, ketakutan, bahkan rasa insecure yang diam-diam sering mengikat diri kita sendiri.

Mari belajar melepaskan hal-hal yang membuat kita berhenti tumbuh. Dan mari kembali melekat pada sesuatu yang membuat kita semakin dekat dengan makna hidup, dengan sesama, dan dengan diri kita yang seutuhnya.

— Alhaq


메타데이터
post_id
c443b2539e48
slug
kita-takut-melekat-c443b2539e48
url
https://medium.com/@ahaq2744/kita-takut-melekat-c443b2539e48
canonical_url
https://medium.com/@ahaq2744/kita-takut-melekat-c443b2539e48
author_url
https://medium.com/@ahaq2744
status
ok
fetched_at
2026-06-24 04:09:36