Orpheus, Eurydice Atau Kamu
Dalam pelarian yang amat sesak, aku tak tahu apakah aku harus takut akan kesendirian, aku berkelana dalam suara yang sunyi.
Orpheus, Eurydice Atau Kamu
Dalam pelarian yang amat sesak, aku tak tahu apakah aku harus takut akan kesendirian, aku berkelana dalam suara yang sunyi.
Aku menjadikan diriku orpheus yang terus melihat kebelakang dengan luka yang akan terus tertancap di mulutku yang penuh darah, mati-matian aku kembali keluar berharap ada yang hilang.
Lantaran aku hanya pengelana nostalgia di balik awan. Sesampainya aku di masa kosong.
Kamu, muncul di tanah yang seperti neraka ini, menjadikanku penyair yang terus berwajah merah, hanya karena memandang fotomu yang harum semerbak melati.

Penggambaran cantik dirimu
Aku tak pernah berdusta dalam jari-jari diksiku, engkau memang sangat cantik pada saat itu, aku terus terpesona hanya dengan melihatmu sekali saja, bahwasanya bagiku jika aku ini orpheus, aku tidak akan melihat kebelakang lagi jika itu kamu, aku akan tetap menjadi penyair hanya untuk melihatmu menjadi ide-ideku, wahai cintaku terkasih
메타데이터
- post_id
- c45765005ffc
- slug
- orpheus-eurydice-atau-kamu-c45765005ffc
- url
- https://medium.com/@sajiperempatan/orpheus-eurydice-atau-kamu-c45765005ffc
- canonical_url
- https://medium.com/@sajiperempatan/orpheus-eurydice-atau-kamu-c45765005ffc
- author_url
- https://medium.com/@sajiperempatan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 23:56:40